Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sangat efektif dalam mengembangkan dan mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus mencetak ulama-ulama yang berperan penting dalam kehidupan umat. Karena itu, pondok pesantren perlu terus ditumbuhkembangkan dan ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Upaya tersebut sangat bergantung pada peran para ulama pesantren yang senantiasa menjaga tali silaturahmi, memperbanyak musyawarah, serta saling tolong-menolong dalam berbagai hal, baik secara pribadi maupun melalui organisasi yang dibentuk oleh para alumninya.
Berdasarkan semangat inilah, para alumni Pondok Pesantren Lirboyo dengan penuh kesadaran dan tawakkal mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama HIMASAL, singkatan dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo. Organisasi ini lahir di Lirboyo pada tanggal 26 Syawal 1416 H, bertepatan dengan 15 Maret 1996 M.
HIMASAL bersifat kekeluargaan dan berakidah Islam menurut paham Ahlussunnah wal Jama’ah, mengikuti salah satu dari empat mazhab: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Anggotanya meliputi seluruh santri yang pernah belajar di Pondok Pesantren Lirboyo serta menyetujui asas, akidah, tujuan, dan keputusan organisasi.
Struktur kepengurusan HIMASAL terdiri atas Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan Dewan Pimpinan. Berdasarkan tingkatannya, organisasi ini memiliki empat jenjang kepengurusan:
- Pengurus Pusat (PP),
- Pengurus Wilayah (PW) di tingkat provinsi,
- Pengurus Cabang (PC) di tingkat kabupaten, kotamadya, atau kota, dan
- Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan.
Dalam menjalankan roda organisasi, HIMASAL mengadakan beberapa jenis permusyawaratan, yaitu:
- Musyawarah Nasional (MUNAS),
- Musyawarah Besar (MUBES),
- Musyawarah Wilayah (MUSWIL), dan
- Musyawarah Cabang (MUSCAB).
Sumber keuangan HIMASAL berasal dari sumbangan yang tidak mengikat serta berbagai usaha halal lainnya. Pusat kegiatan organisasi ini berada di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Awal Gagasan dan Pembentukan
Pada tahun 1996, KH. Idris Marzuki memanggil beberapa santri senior ke ndalem beliau, antara lain KH. Anwar Iskandar, KH. Syafi’i Abdul Hamid, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Manshur. Dalam pertemuan tersebut, beliau menyampaikan keinginannya agar dibentuk sebuah organisasi yang menjadi wadah bagi para mutakhorijin (alumni) Pondok Pesantren Lirboyo. Sejak berdirinya pesantren ini (1910 M), memang belum ada lembaga resmi yang menaungi para alumninya.
Menindaklanjuti dawuh tersebut, KH. Anwar Iskandar segera mengadakan rapat bersama KH. Wahab Hasbullah (alumni Lirboyo) dan KH. Manshur untuk membentuk tim perintis organisasi. Dalam beberapa kali pertemuan, mereka kemudian melibatkan keluarga besar pondok, di antaranya KH. Abdul Aziz Manshur, KH. Ma’shum Jauhari, dan KH. Thoha Widodo.
Tidak lebih dari sebulan setelah dawuh KH. Idris Marzuki, ketiga tokoh perintis itu berhasil menyusun naskah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Beberapa nama diusulkan untuk organisasi alumni tersebut, namun KH. Idris Marzuki akhirnya memilih nama “HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Lirboyo)”, yang diusulkan oleh KH. Abdul Aziz Manshur.
Setelah naskah AD/ART selesai, hasilnya disowankan kepada para keluarga ndalem, yaitu KH. Abdul Aziz Manshur, KH. Thoha Widodo, dan KH. Ma’shum Jauhari. Setelah melalui proses tashih dan mendapat persetujuan dari KH. Idris Marzuki sebagai inisiator utama, maka secara resmi berdirilah HIMASAL di kediaman beliau.
Perkembangan Awal
Pada tahap awal, keberadaan HIMASAL belum banyak diketahui oleh para alumni Lirboyo. Karena itu, perekrutan anggota dilakukan secara sederhana.
Upaya ini berhasil menghimpun sejumlah alumni lintas angkatan, termasuk para alumni tahun 1952 seperti KH. Subadar dan KH. Baidlowi.
Setelah proses penyusunan AD/ART dan perekrutan anggota, dibentuklah Panitia Pertemuan Pertama HIMASAL. Rapat persiapannya diadakan di Panggung Lama (sekarang Kantor MHM Lama), dengan Kiai Ilham, salah satu pengajar MHM, sebagai ketua. Pertemuan perdana HIMASAL kemudian dilaksanakan di halaman Masjid Kasepuhan (kini dikenal sebagai Serambi Keramik Hitam) pada bulan Syawal.
Sebelum pertemuan tersebut, KH. Idris Marzuki kembali memanggil KH. Anwar Iskandar dan para pengurus. Beliau berpesan agar para alumni turut berpartisipasi dalam perluasan tanah pondok di sebelah barat (tanah bengkok, yang kini menjadi Aula Muktamar). Tugas negosiasi pembebasan tanah tersebut diserahkan kepada KH. Manshur.
Dalam pertemuan perdana HIMASAL itu, KH. Idris Marzuki secara resmi mengumumkan berdirinya organisasi alumni Lirboyo. Beliau juga mengajak para alumni untuk menyumbangkan sebagian rezekinya demi pembebasan tanah di sebelah barat pondok. Untuk itu, dibentuklah Tim Pembebasan Tanah yang diketuai oleh Gus Mahin.[1]
Musyawarah Nasional (MUNAS) HIMASAL
Sejak terbentuk, HIMASAL telah menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) sebanyak tiga kali:
- MUNAS I pada tanggal 17–19 Juli 2001,
- MUNAS II bersamaan dengan Peringatan Satu Abad Lirboyo pada 17 Juli 2010, dan
- MUNAS III pada tanggal 26 Mei 2015.
- MUNAS yang semula dijadwalkan pada tahun 2020, namun diundur hingga tanggal 27 Agustus 2022 M karena pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia.
- MUNAS V pada tanggal 7-8 Februari 2025 M.
Melalui MUNAS dan berbagai kegiatan lainnya, HIMASAL terus memperkuat hubungan antarsantri dan alumni, serta berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai dan ajaran Pondok Pesantren Lirboyo yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah. [] MF.
[1] Wawancara eksklusif pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo bersama KH. Anwar Iskandar.

Amat sangat berguna
Semoga bermanfaat.
Kalau yang setahun di lirboyo nya ,,,, apakah boleh masuk ke Himasal?…..
Muhammad (Admin Al Lirbuyu Al Kadiri Al Jawa Wal Jawi An Nusantari Al Indunisi Baldatan As Syafi’yyi Madzhaban……)
Waalaikumsalam. Untuk sekedar bantu membantu bisa.
Mau nanya admin… Saya mau ngirimin paket baju ke temen saya di ponpes albaqoroh, bisa atau tidak ya? Kalo bisa mohon di bantu untuk penulisan alamatnya min, makasih🙏🙏🙏
Apakah masih bisa masuk pondok tingkat MTS tapi pendaftaran sudah tutup. Karena saya tidak mengetahui pembukaan pendaftaran.
hah?