HomePojok Lirboyo99 Bedug Bertalu se-penjuru Kediri

99 Bedug Bertalu se-penjuru Kediri

0 0 likes 125 views share

LirboyoNet, Kediri—Bulan Muharram seringkali diartikan sebagai simbol hijrah oleh kaum muslim. Bulan yang menjadi awal dari sebelas bulan yang lain dalam penanggalan hijriyah ini dianggap mewakili istiadat hijrah kaum muslim. Peristiwa-peristiwa agung di dalamnya menguatkan kaum muslim untuk berani melangkahkan kakinya menuju perubahan yang lebih baik.

KH. Abdul Hamid Abdul Qodir, Rois Syuriah PCNU Kota Kediri mengungkapkannya di dalam even Parade 99 Bedug, Kamis (21/09) kemarin. “Hijrah pada dasarnya adalah berpindah dari satu keadaan yang buruk, menuju keadaan yang lebih baik. Maka tahun baru Hijriyah ini harus kita maknai dengan keberanian kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan positif.”

PCNU Kota Kediri, seperti yang diakui Ketua PCNU, KH. Abu Bakar, menyelenggarakan even ini demi  menyongsong tahun baru 1439 Hijriyah. Ini tidak lepas dari konteks awal tahun yang selalu diperingati sebagai pembuka lembaran baru dalam alur kehidupan masyarakat Indonesia kini. Karenanya, perlu diadakan even yang dapat menjadi simbol lembaran baru itu.

Lapangan Barat Aula al-Muktamar siang itu benar-benar padat oleh ratusan kendaraan. Kendaraan itu telah direka sedemikian rupa. Bermacam desain mobil mereka perlihatkan. Ada di antaranya yang berbentuk lonjong dan panjang layaknya perahu. Ada yang menyusun jerami-jerami di atasnya seperti gubug. Ada yang mengusung sound system besar bertumpuk-tumpuk. Ada pula yang memakai minitruk, tanpa atap, tanpa hiasan, dan hanya berisikan anak-anak kecil membawa rebana. Semua memiliki tujuan yang sama, memeriahkan even yang jarang ada di Kota Kediri ini.

Parade ini memilih Pondok Pesantren Lirboyo sebagai titik awal pemberangkatan. Kemudian, rombongan parade diberangkatkan ke arah utara menuju simpang empat Semampir, simpang tiga Kantor Pos, hingga pada akhirnya finish di Balai Kota Kediri.

Even yang dilangsungkan sejak pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh kurang lebih 100 kendaraan bak terbuka, dan ribuan masyarakat Kota Kediri.][