Adab Membaca Al-Quran

Adab Membaca Al-Quran

Tahukah kamu, membaca al-Quran itu tidak boleh sembarangan. Dalam membacanya harus menggunakan ilmu tajwid yang baik dan benar. Mempelajarinya pun juga harus lewat guru yang betul betul mahir agar terhindar dari banyak kesalahan dalam bacaan. Selain itu, saat membaca al-Quran juga terdapat adab serta etika yang sebaiknya tidak ditinggalkan. Sebab ada kekhawatiran bahwa orang yang serampangan dan seenaknya sendiri saat membaca al-Quran serta tidak mau belajar ilmu tajwid akan terkena laknat al-Quran itu sendiri. Sebagaimana penjelasan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin juz 1 hal. 284 yang mengutip maqolah sahabat Anas bin Malik Ra. Berikut kutipannya :

قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٌ رضي الله عنه : رُبَّ تَالٍ لِلْقُرْآنٍ وَالْقُرْآنُ يَلْعَنُهُ

Artinya :“Anas bin Malik Ra berkata : Tidak sedikit orang yang membaca al-Quran padahal al-Qur’an yang dia baca akan melaknatnya.

Hal ini tidak lain karena sangat pentingnya untuk mempelajari ilmu tajwid serta menerapkan adab-adab saat membaca al-Quran. Berkaitan dengan hal ini, sebenarnya adab-adab saat membaca al-Quran itu sangat banyak. Namun, kami akan menyajikan beberapa adab yang kiranya perlu untuk menjadi perhatian.

Adab-adab Saat Membaca Kitab Al-Quran

Imam an-Nawawi dalam magnum opusnya berjudul at-Tibyan fi Hamalah al-Quran menjelaskan beberapa adab-adab yang harus dijaga saat membaca al-Quran.

  1. Berkonsentrasi dan berusaha menghadirkan dalam hati bahwa dia sedang bermunajat kepada Allah Swt. Dan membaca al-Quran dengan khusyu’ dan merenungi makna-maknanya.
  2. Membersihkan mulutnya dengan cara bersiwak dengan kayu arok atau lainnya, sikat gigi, dan sebagainya. Sedangkan apabila mulutnya dalam keadaan najis entah karena berdarah atau lainnya, maka makruh hukumya membaca al-Quran sebelum membasuh dan membersihkannya.
  3. Membaca al-Quran dalam keadaan suci.
  4. Membaca al-Quran di tempat yang bersih, suci dan terpilih, seperti Masjid, Mushala, Rumah, dan lain-lain.
  5. Membaca al-Quran dengan menghadap kiblat. Baik duduk maupun berdiri.
  6. Membaca Ta’awudz sebelum membaca al-Quran. Dan ini hukumnya sunah. Adapun bacaan Ta’awudz yang menjadi anjuran para Ulama adalah “أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ”.
  7. Membaca al-Quran secara Tartil (Pelan-pelan). Dan ini hukumnya sunah. Hal ini sebagai pendorong agar bisa lebih khusyu’ dan bisa merenungi makna-makna al-Quran.
  8. Memperindah suara saat membaca al-Quran dengan tidak meninggalkan ilmu tajwid.

Jumlah ini hanyalah sebagian saja. Masih ada lagi penjelasan Imam an-Nawawi dalam kitabnya berkaitan dengan adab-adab saat membaca al-Quran. Namun, delapan poin tersebut kiranya yang perlu menjadi perhatian. Sebab hal-hal itu yang paling sering dihiraukan oleh para pembaca al-Quran.

Penutup

Demikianlah ulasan singkat tentang adab-adab saat membaca al-Quran. Semoga kita semua selalu mendapatkan pertolongan Allah Swt untuk selalu menjaga etika saat membaca al-Quran. Sehingga bacaan al-Quran kita tercatat sebagai amal kebaikan dan al-Quran yang kita baca bisa mensyafaati kita kelak pada hari kiamat, Amiin…Sekian semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.