Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling istimewa dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim mendapatkan banyak kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, Dzulhijjah juga terkenal sebagai musim panen amal saleh yang penuh keberkahan.
Karena itu, ada anjuran bagi kita, umat Islam sekalian agar menyambut bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah, seperti puasa, dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak berdoa.
Rasulullah saw telah menjelaskan keutamaan agung bulan ini dalam sebuah hadis:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ
Artinya: Tidak ada hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah kepada-Nya selain sepuluh hari bulan Dzulhijjah. (HR. Tirmidzi, Bazzar, dan Ibnu Majah)
Baca juga: Pembasmian Ikan Sapu-Sapu: Bolehkah Mengubur Hidup-Hidup?
Mengapa Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah Sangat Utama?
Rasulullah saw menjelaskan bahwa ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki pahala yang sangat besar.
Dalam lanjutan hadis sebelumnya, nabi memberi keterangan:
يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: Puasa setiap harinya sebanding dengan puasa satu tahun, dan menghidupkan malamnya sama seperti menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Karena itu, banyak ulama menyebut hari-hari awal Dzulhijjah sebagai momen emas bagi seorang muslim untuk memperbanyak amal saleh. Selain pahala yang besar, waktu ini juga menjadi kesempatan seorang hamba untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha.
Memperbanyak Puasa pada Awal Dzulhijjah
Salah satu amalan menjelang bulan Dzulhijjah yang paling dianjurkan adalah berpuasa pada sembilan hari pertama.
Anjuran ini berdasar pada hadis riwayat Abdullah bin Abbas:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ أَنَّهُ قَالَ: مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ
Artinya: Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya: “Apakah sekalipun jihad di jalan Allah?”. Rasulullah saw menjawab: “Sekalipun dari jihad. Kecuali seseorang yang keluar untuk berjihad dengan diri dan hartanya, lalu tidak ada sedikitpun yang pulang dari padanya. (HR. Bukhari).
Baca juga: Jangan Zina! Inilah 4 Kerugian yang Ditanggung Anak Hasil Zina
Para ulama kemudian menjadikan hadis ini sebagai dalil anjuran memperbanyak puasa pada awal Dzulhijjah. Sebab, puasa termasuk amal saleh yang sangat utama.
Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa para fuqaha memahami hadis tersebut sebagai dasar sunnah puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.
Puasa Dzulhijjah Tidak Sampai Tanggal 10
Selanjutnya, perlu kita ketahui bahwa, meskipun hadis di depan menyebut frasa “sepuluh hari”, para ulama menegaskan bahwa puasa hanya dilakukan sampai tanggal 9 Dzulhijjah.
Sebab, tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, sedangkan puasa pada hari raya tersebut hukumnya haram.
Imam An-Nawawi menjelaskan:
والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة
Artinya: Yang dimaksud sepuluh hari di sini adalah sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.
Karena itu, umat Islam mendapat anjuran berpuasa mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah saja.
Baca juga: KH. Nurul Huda: Wasiat KH. A. Idris kepada Pengajar
Keutamaan Puasa Arafah
Di antara seluruh puasa Dzulhijjah, puasa Arafah pada tanggal 9 adalah puasa yang memiliki keutamaan paling besar.
Rasulullah saw bersabda:
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده
Artinya: Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Karena itu, puasa Arafah menjadi amalan yang sangat utama bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Selain menjadi sarana penghapus dosa, puasa ini juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Pada akhirnya, dengan kita memahami keutamaan-keutamaan agung bulan Dzulhijjah, maka selayaknya bagi kita untuk terdorong menggapai kesempatan besar tadi guna meningkatkan kualitas ibadah dan pendekatan diri kepada Allah.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari terbaik untuk beramal saleh. Karena itu, memperbanyak puasa, dzikir, sedekah, dan berbagai amal lainnya merupakan langkah penting agar kita tidak kehilangan momentum penuh keberkahan ini.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Alhamdulillah
Mohon ijin untuk menganut dan mengamalkan ilmunya Terimakasih sebelumnya Wassalamualaikum Wr Wb