HomeKonsultasiAnjuran Menggunakan Peci

Anjuran Menggunakan Peci

0 4 likes 37 views share

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Admin yang saya hormati, sebenarnya adakah perintah keharusan menggunakan peci atau kopyah abgi lelaki muslim? Apakah ada anjuran khusus mengenai hal itu? Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Khoirul Anam – Sukabumi)

________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Di Indonesia, penggunaan peci atau kopiah sudah lumrah di kalangan umat muslim. Dengan berbagai model dan warna, kopiah sering digunakan berbagai lapisan bawah hingga para pejabat istana. Mereka menjadikannya sebagai lambang identitas, penunjuk kesalihan, serta mode tersendiri.

Sebanarnya, adakah anjuran khusus dari syariat dalam hal ini? Apabila mau merujuk ke dalam beberapa literatur keislaman, akan ditemukan bahwa syariat Islam memiliki perhatian khusus dalam persoalan ini yang mencakup dalam beberapa aspek penerapan, baik yang berhubungan dengan ibadah maupun interaksi sosial.

Dalam salat, dianjurkan bagi seorang laki-laki untuk memakai peci atau kopiah dan penutup kepala yang semacamnya. Bahkan memakai peci yang berwarna putih sudah dapat mencukupi kesunahan memakai sorban. Sebagaimana penjelasan dari sayyid Abdurrahman al-Masyhur dalam kitabnya yang berjudul Bughyah al-Mustarsyidin:

لُبْسُ الْقَلَنْسُوَةِ الْبَيْضَاءِ يُغْنِيْ عَنِ الْعِمَامَة ِ، وَبِهِ يَتَأَيَّدُ مَا اعْتَادَهُ بَعْضُ مِدَنِ الْيَمَنِ مِنْ تَرْكِ الْعِمَامَةِ مِنْ أَصْلِهَا

Memakai peci/songkok putih mencukupi (dari kesunahan) memakai sorban. Dengan begitu kuatkanlah kebiasaan yang berlaku di sebagian daerah Yaman yang mana mereka tidak memakai sorban sama sekali.” [1]

Senada dengan pemaparan di atas, dalam salah satu keterangan kitab lain disebutkan sebagai berikut:

اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى اسْتِحْبَابِ سَتْرِ الرَّأْسِ فِي الصَّلاَةِ لِلرَّجُل بِعِمَامَةٍ وَمَا فِي مَعْنَاهَا ؛ لأَِنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي بِالْعِمَامَةِ . أَمَّا الْمَرْأَةُ فَوَاجِبٌ سَتْرُ رَأْسِهَا . وَنَصَّ الْحَنفِيَّةُ عَلَى كَرَاهَةِ صَلاَةِ الرَّجُل مَكْشُوفَ الرَّأْسِ إِذَا كَانَ تَكَاسُلاً لِتَرْكِ الْوَقَارِ ، لاَ لِلتَّذَلُّل وَالتَّضَرُّعِ

Ulama Fikih sepakat akan kesunahan menutup kepala bagi laki-laki dalam salat dengan memakai sorban dan sejenisnya, (termasuk peci atau kopyah). Karena nabi Muhammad saw. salat dengan memakai sorban, sedang bagi wanita wajib menutup kepalanya. Bahkan kalangan Hanafiyyah menilai makruh bagi laki-laki shalat dengan terbuka kepalanya karena malas sebab dapat mengurangi kewibawaan bukan karena unsur merendahkan diri di hadapan Allah.”[2]

Dari sana sudah jelas bahwa memakai peci atau kopiah sangat dianjurkan dalam salat, bahkan dapat mencukupi anjuran memakai sorab. Adapun di luar konteks salat, memakai penutup kepala sejenis peci atau kopyah bagi laki-laki juga dianjurkan dalam beberapa keadaan, seperti ketika memasuki kamar mandi atau berada di tempat yang membiasakan menutup kepala bagi para kaum lelaki. Karena pada dasarnya, tidak menutup kepala di ruang publik dianggap perilaku yang dapat menurunkan kewibawaan seseorang.[3] []waAllahu a’lam

 

[1] Bughyah al-Mustarsyidin, I/182

[2] Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, XXX/304

[3] Majmu’ Syarh al-Muhaddzab, XX/227