Apakah Benar, Nabi Isa dan Yahya AS Tidak Menikah?

Keutamaan dan Dalil Anjuran Menikah

Dalam agama Islam, menikah memiliki kedudukan yang sangat penting. Ini bisa dilihat dari berbagai dalil yang tertuang baik di dalam al-Qur’an maupun hadis. Di antaranya:

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّذُرِّيَّةً

“Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. (QS. Ar-Ra’d: 38)

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي، فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ،

“Menikah itu termasuk dari sunahku, siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka ia tidak mengikuti jalanku. Menikahlah, karena sungguh aku membanggakan kalian atas umat-umat yang lainnya.” (Sunan Ibnu Majah)[1]

Para sahabat Nabi juga banyak yang menjelaskan tentang bagaimana pentingnya menikah. Salah satunya adalah sahabat Ibnu Abbas. Beliau pernah mengungkapkan:

لَا يَتِمُّ نُسُكُ النَّاسِكِ حَتَّى يَتَزَوَّجَ

“Tidak sempurna ibadahnya orang yang ahli ibadah sampai ia menikah.”[2]

Sahabat Ibnu Abbas memberikan komentar bahwa pernikahan menjadi penyempurna dari ibadahnya seseorang. Ia beralasan, orang yang beribadah bisa saja hatinya tidak selamat untuk terjerumus ke dalam permasalahan syahwat, kecuali ketika ia telah menikah. Dengan menikah, hati seseorang akan menjadi tenang dan hatinya tidak gusar memikirkan syahwat. Karena telah terpenuhi dengan hadirnya pasangan halal yang mendampinginya.

Bukti Semua Nabi dan Rasul Mengarungi Bahtera Rumah Tangga

Setelah mengetahui bagaimana pentingnya menikah dalam pandangan Islam, sekarang penulis mencoba untuk menggiring pembahasan apakah di dalam syariat menganjurkan kepada semua Nabi untuk menikah? Atau dari mereka ada yang tidak menikah?

Imam al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumiddin mengungkapkan:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَذْكُرْفِيْ كِتَابِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ إِلَّا المُتَأَهِلِيْنَ

“Allah tidak menjelaskan dalam kitab-Nya tentang para Nabi kecuali mereka adalah orang-orang yang berkeluarga.”[3]

Ungkapan ini juga menjadi penjelas dari dalil yang telah tertuang dalam surat ar-Ra’d di atas, sekaligus membuktikan seluruh nabi dan rasul mengarungi bahtera rumah tangga.

Tonton juga: Kenapa Kita Harus Cinta Kepada Bangsa dan Tanah Air

Menikahnya Nabi Isa AS di Akhir Zaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.