HomePojok LirboyoAplikasi Pencari Kiblat Gratis

Aplikasi Pencari Kiblat Gratis

0 6 likes 584 views share

LirboyoNet, Kediri –Pembelajaran falak, bagi sementara santri, seringkali menjadi semacam hantu. Menakutkan, dan harus dihindari. Tetapi imej itu terbantahkan pada hari Rabu (15/02) lalu, saat Seksi Pramuka Pondok Pesantren Lirboyo mengadakan pelatihan pencarian arah kiblat.

Dilaksanakan di halaman gedung Rusunawa, para santri sangat antusias terhadap pelatihan yang dikenal melulu bersentuhan dengan angka-angka dan rumus rumit ini. Terbukti, mereka yang datang lebih dari seratus orang. Padahal, kegiatan ini hanya diperuntukkan khusus bagi siswa kelas dua dan tiga aliyah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien saja.

Karena begitu banyak santri yang ingin tahu, fokus pelatihan pun dibagi menjadi empat titik. Namun mereka tetap mendapat keistimewaan yang sama, yakni mendapat ilmu yang hanya dibagikan satu kali setahun itu.

Pertama-tama, mereka harus menunggu jam berputar hingga mendekati pukul 16.00 WIs (Waktu Istiwa’). Untuk itu, mereka terlebih dahulu mempersiapkan beberapa hal. Diantaranya busur, tripod dan semacamnya sebagai media utama, dan alat pemberat. Beberapa alat itu kemudian dirangkai sedemikian rupa, sehingga dapat membantu proses pencarian dengan baik. Pada pukul 16.00 tepat, dimulailah penghitungan arah kiblat. Mulanya mereka garis terlebih dahulu bayang-banyang dari alat pemberat, kemudian mereka ukur panjangnya, dan mulai memasukkan angka-angka pada table yang telah tersedia.

Setelahnya, mereka lalu dapat menemukan angka yang menunjukkan arah kiblat sebenarnya dari ponpes Lirboyo.“Mudah. Sangat mudah. Alat-alat yang kita persiapkan juga sederhana. Bisa dari (benda-benda di) sekitar kita,” ungkap Aminuddin, salah satu peserta sore itu. “Ternyata gak susah kok (ilmu falak) ini.Mindset kita saja (yang terlalu takut) yang perlu diubah. Aslinya kita itu bukan kesulitan. Tapi malas ngitungnya itu loh,” tutur Syukron, santri asal Sumatera.

“Sebenarnya, anak-anak itu mudah kok diajak belajar. Yang penting antusiasnya. Sore ini antusias (anak-anak) sangat besar. (Ini yang membuat) pelajaran falak jadi mudah diserap,” terang Reza Zakaria, salah satu pemateri pelatihan. Selama ini, mindset siswa yang “ketakutan” mendengar kata “falak”, agaknya memang didasari pada ketidakseriusan dan kemalasan mereka dalam urusan hitung-menghitung. Fakta ini diakui beberapa santri yang hadir. Dan pada pelatihan sore itu, sepengakuan mereka, pikiran mereka tercerahkan. Ini membuat mereka gembira. Falak bukan lagi sesuatu yang harus dihindari.

Kegembiraan mereka bertambah manakala di sesi terakhir, diungkap bahwa sebenarnya telah ada aplikasi smartphone yang dibuat khusus untuk mengetahui arah kiblat dan waktu shalat. “Kalian tinggal memasukkan kode kota (yang ada di daftar yang disediakan aplikasi tersebut), lalu klik. Sudah. Jadwal shalat langsung tampil semua. Satu tahun penuh sudah ada,” tutur Asmujib, pemateri yang juga munawib (guru pelajaran) falak kelas tiga Aliyah ini.

Pelatihan itupun ditutup dengan pembagian aplikasi tersebut secara gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun.][