All posts by Ichwan eM

Ahli Bahstu Ideal

Pada awal mula pesantren Lirboyo terkenal dengan nahwu shorofnya, sebelum era 80-an, menonjol sekali. Alfiyyahnya, jurumiyyahnya, qowa’idul i’robnya. ini yang menjadi ciri khas Lirboyo.
Tapi setelah era 80-an, setelah LBM aktif, ada FMPP, mulai lirboyo menonjol dalam bidang fikihnya. Manfaat dan barokah kita duduk disini, membahas masalah-masalah, ternyata sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebelum terjun bahtsul masail, pelajari kitab-kitab kecil dulu. Fathul Qoribnya dipelajari, sampai lungset, sampai diluar kepala. Jangan sampai kita belum menguasai inti permasalahan, sudah buru-buru muthala’ah kitab yang besar.
Ini thoriqohnya Bani Mahrus.

Setiap fan apapun, sebelum menuju kitab yang besar, fan kitab yang inti yang harus dipahami dulu diluar kepala.
Aktifis LBM harus lebih dulu paham luar kepala permasalahan-permasalahan yang ada di fathul qorib, sehingga untuk mengembangkan masalah, tinggal mencari kitab yang besar.
Supaya jangan nanti ngga nyambung, muthala’ah kitab yang inti, tapi pokok-pokok intinya tidak tahu.

Mbah Kiai Mahrus dulu aktif dalam mengikuti bahtsul masail. Betul-betul menyempatkan diri untuk ikut. Dulu ada cerita bahkan Mbah Kiai Mahrus waktu berdebat dengan mbah Kiai Wahab Hasbullah sampai tiga hari tiga malam pada satu masalah.
Ulama dahulu, biasa diskusi sampai terjadi perdebatan keras. Tapi tetep, ‘Alaqoh bathiniyyah( hubungan batin), hubungannya tetap baik.

Kalau kita akui, manfaat dan barokah dari pondok pesantren yang bisa mencetak kiai, itu sesungguhnya adalah pondok pesantren yang murni salaf. Seperti lirboyo, Ploso, Sarang, Sidogiri, dan lain sebagainya. Diakui atau tidak.

Saya pas mondok di Banten, oleh Abuya dipeseni, jangan sampai kita yang semakin alim, makin pinter, tambah pinter golek hela’ (berkelit dari hukum)
Mbah Kiai Mahrus dulu bahtsul masail, selalu memakai qoul-qoul mu’tamad. Kalau ada solusi, itu soal lain.

Kadang kalau menguasai ilmu fikih, lupa. Melihat kiai yang tidak begitu menguasai fikih, takabbur. Langsung diparani, didebat.
Ini harus bisa menempatkan diri, kalau melihat kiai dulu. Kalau memang forumnya bahtsul masail, monggo silahkan debat dengan mereka yang sudah lebih dulu makan garam. Kalau forum pribadi, kita harus bisa memiliki tatakrama, taadduban.

Bagaimana kita bisa menggabungkan keilmuan yang ada, tapi mu’asyarohnya pinter. Menjaga hubungan baik. Niki penting. Kunci, dawuhe mbah Kiai Mahrus, siji nduweni ilmu, loro pinter mu’asyaroh.
Kadang enek wong sing mendalami ilmu, merasa pinter dewe, kabeh didebati, kabeh salah, dikritik kabeh.
Tapi kalau jiwa kritis, itu baik.

Modal kita hidup ditengah masyarakat, di tengah organisasi, syarate men dikenal wong, vokal, reaktif, dan kritis. Tapi tetap masalah tata krama, dan taadduban dijaga, agar bias diterima ditengah masyarakat.

dawuh K.H. An’im Falahuddin Mahrus pada acara pembukaan kegiatan LBM P2L, (16/7/18)

Pembukaan Kegiatan LBM PP. Lirboyo

LirboyoNet, Kediri- (16/7/18) Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo (LBM P2L) secara resmi memulai kembali aktifitasnya. Gedung LBM yang menjadi venue acara tersebutpun dipadati oleh para santri yang begitu antusias mengikuti acara. Sebagaimana diketahui, bahwa bahstul masail adalah salah satu tradisi pesantren-pesantren salaf yang sudah ada sejak dulu. Bahkan dalam acara itu beliau K.H. An’im Falahuddin Mahrus menuturkan bahwa dalam suatu forum bahtsul masail pernah Mbah Kiai Mahrus (KH. Mahrus Ali) berdebat dengan Mbah Kiai Wahab Hasbulloh selama tiga hari tiga malam tidak selesai, ini menandakan bahwa pesantren dengan bahstul masail adalah hal yang tidak bisa dipisahkan.

Beliau berpesan kepada para mubahisin agar bisa menempatkan diri dan senantiasa menjaga adab, meskipun mungkin dalam forum bahtsul masail seringkali terjadi perdebatan yang alot namun ‘alaqoh batiniah (hubungan emosional) harus tetap terjaga sebagaimana yang dicontohkan oleh para kiai terdahulu.

“Bisa menemptakan diri juga harus, jangan sampai mentang-mentang di pondok ahli bahstu, ilmunya tinggi sampai dirumah mendebat kiai-kiai desa yang sudah sepuh. Inikan adabnya kurang, harus bisa membedakan mana forum bahstu dan mana muasyaroh.” begitu tutur beliau. Beliau juga menuturkan dawuhnya mbah Mbah Mahrus bahwa kunci hidup seorang santri adalah berilmu dan pintar bergaul.
“Modal kita hidup ditengah masyarakat, di tengah organisasi, syarate men dikenal wong (agar dikenal orang), vokal, reaktif, dan kritis. Tapi tetap masalah tata krama, dan taadduban dijaga, agar bisa diterima ditengah masyarakat.” Begitu, pungkas beliau di acara malam hari itu. (IM)

Kisah Hikmah: Obrolan Iblis dan firaun

Suatu kali iblis pernah mendatangi Firaun, ia mengetuk pintu. Mendengar itu, firaun menimpali,
“Siapa itu?”
“Saya,” Jawab Iblis
“Saya siapa?” Lanjut Firaun penasaran
“Loh, katanya mengaku tuhan. Kalau kamu tuhan seharusnya kamu tahu siapa di balik pintu ini,” Jawab iblis sedikit terkekeh
“Sudah! Masuk saja hai, mahluk pendosa!” Jawab Firaun geram
Setelah Iblis masuk Firaun mengawali pembicaraan,
“Blis, sebenarnya ada tidak mahluk yang lebih buruk dari kita? Dari diriku dan dirimu.” Tanya Firaun.
“Saya punya seorang teman yang selalu menuruti apapun yang saya katakan -Iblis mulai bercerita- maka aku berkata padanya, ‘Mintalah apapun dariku, aku akan mengabulkannya’
ia menjawab, ‘Tetanggaku memiliki seekor sapi, aku ingin engkau membunuhnya!’
‘Wah, tidak bisa seperti itu’ Jawabku, lalu aku memberinya penawaran,
‘Bagaimana kalau engkau kuberi sapi saja?’
‘Tidak!’ Jawabnya
‘Sepuluh ekor sapi untukmu!’ Kembali aku menawarkannya
‘Tidak! Aku hanya ingin engkau membunuh sapinya saja!’ Jawabnya.
Tahukah engaku wahai Firaun, dari peristiwa itu aku tahu bahwa ternyata ada mahluk yang lebih buruk dari kita berdua, yaitu seorang pendengki.” Jelas Iblis pada Firaun.

sumber: kitab al-Hussad Bainana karya Agus H. Said Ridlwan

Khutbah Jum’at: Keutamaan Shalat Berjamaah

ألسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أَلْحَمْدُ للهِ فَرَضَ عَلَى عِبَادِهِ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ بِأُجُوْرٍ عَظِيْمَةٍ وَأَمَرَهُمْ بِالْجَمَاعَةِ لِحِكَمٍ وَ أَسْرَارٍ جَلِيْلَةٍ وَجَعَلَ هَذِهِ الصَّلَاةَ مُكَفِّرَاتٍ لِمَا بَيْنَهُنَّ مِنْ صَغَائِرِ الذَّنْبِ وَالْخَطِيْئَةِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ وَالْبَرَرَة

أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ وَعَظِّمْ وَتَرَحَّمْ وَ تَحَنَّنْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا وَ مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. 

أَمَّا بَعْدٌ: فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَادَ التَّقْوَى فَقَالَ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah..

Marilah senantiasa kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. yakni dengan menjalankan apa yang diperintahkannya dan menjauhi segala larangannya. Kita laksanakan taqwa sebagai bentuk nyata penghambaan kita kepada Allah swt. yang merajai alam semesta.

Disamping itu kita juga harus mengikuti perilaku Rasulullah saw. manusia sempurna yang menjadi rahmat bagi seru sekalian alam. Diantara kesunnahan yang ditekankan oleh beliau adalah shalat berjamaah. Hukum pelaksanaan jamaah dalam shalat lima waktu adalah sunnah muakkad, yakni merupakan perilaku Rasulullah yang sangat dianjurkan untuk diikuti oleh umatnya. Bahkan, sebagian ulama menyatakan bahwa hukum melaksanakan shalat berjamaah adalah fardlu kifayah, artinya di setiap kampung atau desa wajib diadakan shalat berjamaah sebagai syiar Islam. jika tidak, maka seluruh penduduk kampung tersebut memperoleh dosa.

Jamaah jum’at yang di rahmati Allah…

Shalat berjamaah memiliki manfaat yang sangat besar, baik dalam kaitannya dengan ibadah shalat yang dilakukan, maupun dalam hal hubungan sosial kemasyarakatan. Salah satu keistimewaan shalat berjamaah yang sangat besar adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw. :

صَلَاةُ  الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendiri dengan selisih 27 derajat.” (HR. Bukhari & Muslim)

Shalat yang dilakukan dengan cara berjamaah juga lebih mudah untuk dapat diterima disisi Allah, sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anatuthalibin, dengan berjamaah kekurangan salah seorang peserta dapat disempurnakan dengan yang lain, sehimgga seluruhnya dinilai menjadi shalat yang sempurna. Ibarat menjual buah jeruk, jika dijual satu persatu, tentu pembeli hanya akan memilih jeruk yang benar-benar bagus dan segar saja. Namun jika buah jeruk itu dijual dengan cara borongan maka jeruk yang kurang baguspun akan turut terbeli, demikian pula shalat kita.

Mengenai hal ini Rasulullah saw. dalam sabda beliau mengibaratkan, bahwa harimau hanya akan memangsa kambing yang jauh dari kawanannya, setan akan mudah merasuki orang yang terpisah dari jamaahnya. Rasulullah saw. bersabda:

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِيْ قَرْيَةٍ أَوْ بَدْوٍ لَاتُقَامُ فِيْهِمُ الْجَمَاعَةُ إِلَّا اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

Artinya: “Tidaklah disuatu desa atau sahara, yang tidak didirikan shalat berjamaah di antara mereka kecuali mereka akan dikuasai dan dikalahkan oleh setan. Maka dirikanlah shalat jamaah, karena sesungguhnya harimau akan memangsa kambing yang jauh dari kawanannya.”

Jamaah jum’at yang dirahmati Allah..

Dari sisi lain, dapat kita lihat bagaiman shalat berjamaah mengajarkan persamaan derajat antar sesama. Yang miskin bisa berdampingan dengan yang kaya, yang besar bisa berdampingan dengan yang kecil, yang tua bisa berdampingan dengan yang muda dalam satu barisan shalat. Ini merupakan suatu gambaran nyata bahwa di mata Allah, semua manusia itu sama, derajat maupun pangkat yang mereka peroleh di diunia ini tidak ada artinya di sisi Allah. Hanya ketaqwaan yang membuat manusia bisa mulia dan dekat di sisi Allah. Allah swt, berfiriman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “sesungguhnya orang yang paling taqwa diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.” (QS. Al-Hujarat: 13)

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Pelepasan Guru Bantu Pondok Pesantren Lirboyo

LirboyoNet, Kediri- Rabu 20 Syawal 1439 H./ 4 Juli 2018 M. Pondok Pesantren Lirboyo mengadakan acara pelepasan guru bantu yang ditugaskan ke berbagai pondok-pondok dan madrasah diberbagai daerah, ada 170 santri yang menjalankan tugas khidmah termasuk diantaranya ada 4 santri yang menjadi guru bantu di malaysia.

Khidmah menjadi guru bantu adalah salah satu program Ma’had Aly PP. Lirboyo yang wajib dilaksanakan oleh Maha santri yang sudah memasuki jenjang semester tujuh.

Diantara pesan-pesan K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus kepada para guru bantu adalah “Agar diniati ikhlas dalam berkhidmah” beliau juga berpesan agar senantiasa melakukan perbuatan yang melegakan pihak setempat.

Beliau juga berpesan kepada pihak peminta guru bantu agar membuat kerasan (betah) para guru bantu.

Acara ditutup dengan do’a oleh beliau lalu mempertemukan pihak pemohon dengan para guru bantu yang sudah ditentukan.