All posts by Maul lana

Kunjungan Syekh Muhammad Bin Ismail Zain al-Yamani di Lirboyo

Lirboyonet, Kediri – Pondok Pesantren Lirboyo Senin malam (24/07/17) mendapat kunjungan ulama yang berasal dari kota mulia, Mekah. Beliau adalah Syekh Muhammad bin ismail Zain al-Yamani. Beliau adalah ulama yang masih cukup muda, namun sudah banyak berkiprah dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Bertempat di serambi Masjid Lawang Songo, Syekh Muhammad bin Ismail memberikan kalam hikmahnya kepada santri-santri untuk menyegarkan santri yang haus akan ilmu.

“Allah menginginkan dengan keberadaan pesantren, madrasah islamiah, agar mempunyai peran penting di dalam memperluaskan ajaran agama. Sejarah mencatat, ulama berperan besar dalam melindungi dan menjaga keselamatan sosial masyarakat, sehingga dengan ajaran dari ulama ini, negara menjadi kuat,” buka beliau. Di hadapan ratusan santri, beliau mengungkapkan bahwa jasa para pendiri dan pengasuh pesantren tidak bisa diremehkan. “Para masyayikh di pondok pesantren, terutama pondok ini adalah orang-orang yang utama juga luar biasa. Mereka mengokohkan seluruh umur dan waktunya untuk kepentingan khidmah dan menyebarluaskan akhlakul karimah.”

 

Beliau dilahirkan pada bulan Rabi`ul Awal tahun 1352 Hijriyah di kota Dhahi. Kota ini terletak di wilayah Wadi Sardud, kota yang banyak mengeluarkan ulama dan orang yang shaleh-shaleh. Semasa kecil, kira–kira usia lima tahun, beliau selalu dijaga betul oleh ayahnya, sehingga hampir tiada waktu tanpa belajar dan mengaji. Jika madrasah libur, beliau disuruh untuk berguru ke Syekh Ahmad Barizi Muhammad Fatahillah. Suatu hari, ketika sedang menunaikan ibadah haji,  ayahanda Syekh Ahmad Barizi bermimpi mendengar anak kecil membaca Al-Quran dengan suara yang lantang dan syahdu. Kemudian beliau mencari sumber suara itu. Ketika sampai, beliau melihat seorang anak kecil yang tak lain adalah Syekh Muhammad bin Ismail, yang pada waktu itu masih berusia 10 tahun. Itulah sebagian tanda bahwa beliau akan menjadi orang besar.

Semoga kita bisa meniru jejak langkahnya dalam rihlah ta’allum, perjalanan mencari ilmu, sehingga mampu menjadi manusia yang berilmu dan berakhlakul karimah. Amin.][

Pemberangkatan Guru Bantu

Lirboyonet, Kediri- Pemberangkatan delegasi guru bantu Pondok Pesantren Lirboyo terlaksana Jumat, (14/07) kemarin. Ratusan purna siswa Kadrasah Hidayatul Mubtadi-ien tahun 2017 itu berkumpul terlebih dahulu di gedung Lajnah Bahtsul Masail (LBM) sejak sehabis shalat jumat. Mereka berkumpul untuk menunggu para perwakilan yayasan pendidikan yang telah mengajukan permohonan guru bantu kepada Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) ponpes Lirboyo. Total, ada 97 yayasan yang permohonannya diterima oleh LIM, sehingga kemudian berhak mendapatkan guru bantu. Akan tetapi pembagian guru bantu tidak begitu saja disamaratakan. Sebagian yayasan mendapat dua-tiga guru bantu. Ada beberapa yang hanya mendapat satu guru bantu, tergantung seberapa kebutuhan yaysan akan tenaga pendidik. Program guru bantu ini baru masuk tahun kedua sejak diresmikan. “karenanya, kami memohon maaf jika ada kekurangan kami dalam melayani permohonan, baik itu dari administrrasi, dan lain sebagainya. Kami terus berbenah demi kemajuan program ini,” pinta Agus Zulfa Ladai Robbi, salah satu pengurus LIM pusat.

Perlu diketahui terlrbih dahulu, program guru bantu ini adalah salah satu rangkaian dari program wajib khidmah yang dicanangkan Pondok Pesantren Lirboyo. Target wajib khidmah adalah para santri yang baru menamatkan sekolah madrasah di MHM. Untuk tahun ini, dari tital 448 siswa, ada 150 santri yang diberangkatkan khusus ke luar pesantren untuk menjalani program guru bantu ini.

Berikut jumlah lengkap pembagian santri di tiap daerah :

Kediri – 17 Santri

Jawa Timu – 51

Madura – 30

Jawa Tengah – 16

Jawa Barat – 18

Luar Jawa – 18

Semoga mereka dapat menunaikan amanat ini dengan baik. Amin.][