33 views

Berkenalan dengan Ilmu Mantiq

Ilmu Mantiq (logika) disebut juga Mi’yar al-‘Ulum (standar beberapa ilmu) dan ilmu Mizan (ilmu pengukur). Cabang ilmu ini dinamakan mantiq, karena secara bahasa, ‘mantiq‘ memiliki keterkaitan dengan tiga
pemaknaan :

  1. Beberapa pemahaman yang bersifat menyeluruh (al-idzrakat al-kulliyat);
  2. Kemampuan berpikir (al-quwwah al-‘aqilah), sebagai sumber lahirya beberapa pemahaman yang bersifat menyeluruh.
  3. Penyampaian (pengucapan) atas beberapa pemahaman tersebut. [Lihat: Al-Malawi, Syarh as-Sullam, hlm. 31]

Sedangkan pengertian ilmu mantiq secara istilah diartikan sebagai berikut:

أَلَةٌ قَانُوْنِيَّةٌ تَعْصِمُ مُرَاعَتُهُ الذَّهْنَ عَنِ الْخَطَاءِ فِى فِكْرِهِ

“Suatu alat yang berisi aturan-aturan di mana dengan menjaganya kita dapat melindungi hati dari kesalahan berpikir.” [Lihat: Al-Ahdlari, Syarh al-‘Allamah al-Ahdlari ‘ala as-Sullam, hlm. 24]

Manfaat mempelajari ilmu Mantiq di antaranya :
a. Melindungi hati (pikiran) agar tidak terjerumus pada kesalahan pola berpikir;
b. Sebagian Ulama mengatakan, apabila ilmu ini kita kuasai dan kita terapkan maka ilmu ini bisa membantu membedakan antara karangan shahih (benar) dan fasid (rusak).

llmu ini pertama kali muncul di negara Yunani dan sebagai pencetusnya adalah Aristoteles. Tema pembahasan dalam ilmu ini mengenai pengetahuan-pengetahuan yang bersifat tashawwur (memahami makna tanpa penyandaran hukum) dan tashdiq (memahami penyandaran hukum).

Sumber dari ilmu ini berasal dari akal manusia. Sedangkan pembahasan di dalamnya berkisar mengenai keputusan-keputusan yang bersifat penalaran, yang mengulas tentang sifat al-mu’arrifat (beberapa definisi), al-aqyisat (beberapa qiyas), dan hal-hal lain yang terkait dengan keduanya.

Ilmu ini lebih utama dari pada cabang ilmu lain karena memiliki aspek kegunaan yang bersifat umum. Setiap cabang ilmu berisi tashawwur (konsepsi) atau tashdiq (legalitas), sedangkan ilmu Mantiq menggabungkan keduanya. Meskipun ketika kita pandang dari aspek lain, sebagian cabang ilmu juga lebih unggul dari pada ilmu Mantiq.

Dengan demikian, memandang dari tema pembahasannya, cabang ilmu ini bersifat menyeluruh (kulli) dibandingkan dengan cabang ilmu lain. []waAllahu a’lam

Baca juga:
33 TAHUN MONDOK ‘HANYA’ DAPAT 8 ILMU?

STUDI ILMU BALAGHOH

Simak juga:
Kisah Kafur Seorang Budak yang Diangkat Menjadi Raja

# BERKENALAN DENGAN ILMU MANTIQ
# BERKENALAN DENGAN ILMU MANTIQ

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.