Transformasi Masyarakat Transisional Menuju Masyarakat Madani

“Al Insanu Madaniyyun bi at Thab’i.” Manusia adalah makhluk berperadaban secara instingtif, demikian Ibnu Khaldun dalam karya fenomenalnya. Jika manusia disebut sebagai makhluk berperadaban, kita tidak dapat memisahkankannya dari definisi lain manusia, yang dikatakan para pakar sebagai “Hewan yang bisa berpikir.” Kemampuan untuk berpikir ini bersumber dari anugerah yang diberikan Allah Swt pada manusia, yaitu…

lanjutkan

Sejenak Mengenang Imam Al-Ghazali

“Kebanyakan orang pasti pernah mengalami masa depresi. Kegalauan yang biasa sampai luar biasa. Ketika ada masalah yang kian banyak dan makin bertumpuk, atau ada sejuta pertanyaan tak terjawab, ‘saklar’ kesadaran itu otomatis ‘padam’.” Imam Al-Ghazali mengalami petualangan ilmiah yang luar biasa hebat. Rihlah tholabul ‘ilminya panjang dan “melelahkan”. Tapi dengan hasil yang tak mengecewakan, Hujjatul Islam ini mampu…

lanjutkan

Iman dan Islam dalam Perspektif Ihya’ Ulumuddin

Banyak ulama berupaya melakukan kajian objektif mengenai maksud kata iman dan islam. Apakah keduanya memiliki makna yang sama? Ataukah justru keduanya berbeda? Salah satu ulama yang mencobanya adalah Syaikh Abu Thȃlib Al-Maky. Namun kajian iman dan islam Syaikh Abu Thȃlib ini menuai kritik dari Hujjatul Islam Imam Abu Hȃmid Al-Ghazali, karena dinilai terlalu berbelit-belit dan…

lanjutkan

Menantikan Sang Pembaharu

Kehadiran seorang mujaddid sudah menjadi sunnatullah. Diriwayatkan dalam hadis nabi Muhammad SAW yang begitu termasyhur, bahwa dalam kurun waktu seratus tahun sekali akan muncul seorang ulama besar dan tokoh islam yang menjadi seorang mujaddid. Dari sahabat Abu Hurairah RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW pernah bersabda; إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ…

lanjutkan

Mengurai Radikalisme Agama

Judul Asli : Mengurai Radikalisme Agama dengan Mengaplikasikan Keaswajaan dalam Kehidupan Sehari-hari Dalam waktu yang singkat dan keterbatasan penulis, tidak mudah untuk mengurai radikalisme agama secara tuntas dan komprehensif. Namun demikian, setidaknya tulisan berikut cukup untuk pengantar mengenali radikalisme agama.  Yang dengan memahaminya kita akan mampu melihat  radikalisme agama, sehingga kita bisa menghindari dan membendungnya….

lanjutkan

Kontruksi Nalar dan Perkembangan Ahlus Sunnah wal Jamaah

Menilik sejarah umat Islam di masa akhir khilafah dan masa-masa setelahnya, Ahlus Sunnah Wal Jamaah merupakan kekuatan riil yang berkembang dan mengakar melalui perjuangan di luar lingkaran pertikaian. Saat konflik mulai merusak berbagai sendi kehidupan umat, sekelompok sahabat dan generasi sesudahnya selalu bersikap tawasuth; mengambil jalan tengah, dan tawazun; seimbang di dalam menyikapi setiap persoalan,…

lanjutkan

Syiar Sebagai Metode Dakwah

Tidak benar anggapan islam disebarkan dengan pedang. Pedang adalah cara terakhir dan ibarat kata, bukanlah merupakan solusi. Bagi islam, pedang adalah sebuah sikap kepada musuh yang tak mau diajak melewat jalan baik-baik. Dakwah islam amat beragam. Dan semuanya dilakukan dengan cara yang baik. Memangnya agama mana yang justru datang untuk mengacaukan tatanan kehidupan? Agama islam…

lanjutkan

Konsep Mashlahat, Penangkal Jitu Radikalisme

Radikalisme semakin menjadi bahaya laten, seolah semakin sulit dijinakkan karena membawa-bawa nama islam itu sendiri. Radikalisme ibarat berbaur ditengah pemahaman yang kompleks bahwa dulupun katanya “islam juga menyebar dengan pedang”.  Dengan argumen yang tidak dipahami secara kontekstual ini, citra islam semakin tepuruk sebagai agama yang identik dengan kekerasan dimata pemeluk agama lain. Mengembalikan citra islam…

lanjutkan

Jangan Pertajam Perbedaan Fiqh

Fiqh adalah kebutuhan. Dinamikanya berubah dan fleksibel. Hukum negara jelas kontras dengan gagasan tentang kearifan hukum fiqh. Dimana norma dalam sebuah negara paten dan mapan. Punya konstruksi yang bertendensikan musyawarah mufakat “para petinggi”. Namun fiqh berfungsi juga untuk “menjawab”. Mengadapi budaya apapun, tentu fiqh tetap siap. Fiqh adalah mahallul ijtihad, objeknya. Dimana dari teori ushul…

lanjutkan

Fatwa Transnasional

Permasalahan fatwa bukanlah duduk perkara yang sederhana, perlu rihlah ilmiah dan “tempaan kedisiplinan” yang panjang sebelum orang bisa bergelar mufti. Perlu pendidikan formal keagamaan yang lama dan berlarut-larut sampai orang bisa dijadikan rujukan. Menguasai disisplin fiqh, ushul fiqh, kaidah fiqh, dan maqashid syar’iyyah adalah bawaan mutlak. Mufti sudah setara jabatan ajaib yang tak bisa disandang…

lanjutkan