Agus HM Dahlan Ridlwan, Mencintai Rasulullah

Mencintai Rasulullah Harus Melebihi Cinta kepada Diri Sendiri

Kediri – Pondok Pesantren Lirboyo kembali menggelar Majelis Sholawat Kubro yang menjadi agenda rutin setiap malam Jumat yang bertepatan dengan Kamis Legi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis Legi, 3 Dzulhijjah 1446 H/29 Mei 2025 M tersebut berlangsung di Aula Al-Muktamar mulai pukul 19.30 WIB. Dalam kesempatan itu, Agus HM. Dahlan Ridlwan menyampaikan dawuh mengenai hakikat…

Lanjutkan
Syaikhona Kholil Bangkalan

Kisah Syaikhona Kholil Nyantri ke Mbah Hasyim Asy’ari

Dalam Majelis Sholawat Kubro di Aula Al Muktamar pada 8 Agustus 2025, Agus Abdurrohman Ahmad Hafidz mengisahkan sebuah teladan tawaduk dari Syaikhona Kholil Bangkalan saat berguru kepada muridnya sendiri, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Setelah para santri Syaikhona Kholil telah kembali ke daerah masing-masing dan mendirikan pesantren, beliau sesekali berkeliling mengunjungi mereka. Tujuannya bukan sekadar bersilaturahmi,…

Lanjutkan
mbah karim

Kisah Mbah Karim Sebrangi Selat Madura demi Menimba Ilmu

Semangat dalam menuntut ilmu tidak pernah lahir dari kemudahan, melainkan dari kesungguhan dan pengorbanan. Nilai inilah yang tergambar dalam kisah perjalanan Mbah Karim (biasa kita sebut KH. Abdul Karim) saat berangkat menimba ilmu kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, sebagaimana diceritakan oleh Agus Abdurrohman Ahmad Hafidz dalam acara Majelis Sholawat Kubro di Aula Al Muktamar pada 8…

Lanjutkan
ilmu untuk husnul khatimah

Niat Menuntut Ilmu: Semata-mata demi Husnul Khatimah

Dalam Pembukaan Majelis Sholawat Kubro 1446 H – 1447 H, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menyampaikan nasihat mendalam tentang tujuan manusia yakni husnul khatimah. Beliau mengutip ungkapan dalam Kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din karya Imam al-Ghazali: فَالنَّاسُ كُلُّهُمْ هَلْكَى إِلَّا الْعَالِمُونَ، وَالْعَالِمُونَ كُلُّهُمْ هَلْكَى إِلَّا الْعَامِلُونَ، وَالْعَامِلُونَ كُلُّهُمْ هَلْكَى إِلَّا الْمُخْلِصُونَ، وَالْمُخْلِصُونَ عَلَى خَطَرٍ عَظِيمٍ Beliau mengartikan:…

Lanjutkan
kisah mbah karim dan mbah dlomroh

Kisah Mbah Karim dan Mbah Nyai Dlomroh

Dalam sebuah kesempatan, Agus Abdurrohman Ahmad Hafiz menuturkan kisah Mbah Karim dan Mbah Nyai Dlomroh. Dari kisah inilah dapat dipahami salah satu rahasia keberkahan dan perkembangan Pondok Lirboyo hingga menjadi pesantren besar seperti sekarang. Kisah Mbah Karim dan Mbah Dlomroh Dikisah Mbah Karim didatangi beberapa tamu dari tanah kelahiran beliau (Magelang), tamu tersebut menghendaki agar…

Lanjutkan
Ibadah Manusia dan malaikat

Ibadah Manusia Lebih Utama daripada Ibadah Malaikat

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus Di antara makhluk Allah Swt., malaikat merupakan hamba yang kita kenal dengan ketaatan dan kesuciannya. Mereka tidak pernah berbuat maksiat, tidak memiliki dosa, serta senantiasa melaksanakan ibadah dan perintah Allah tanpa sedikit pun membangkang. Karena itu, doa para malaikat memiliki kedudukan yang agung dan mustajab di sisi Allah Swt. “Doa…

Lanjutkan
cara menjaga Iman yang lemah

Iman Lemah Harus Dijaga dengan Lingkungan yang Baik

Tidak semua manusia berada pada tingkat keimanan yang sama. Ada yang kuat imannya, ada pula yang masih lemah dan mudah terpengaruh keadaan sekitar. Dalam salah satu dawuhnya, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menjelaskan bahwa manusia secara umum dapat dibagi menjadi dua: dho‘iful iman (orang yang lemah imannya) dan qowiyyul iman (orang yang kuat imannya). Beliau memberikan…

Lanjutkan
tradisi bani kh abdul karim kepada para santri

Tradisi Keluarga Bani KH. Abdul Karim Menyikapi Para Santri

Di tengah kehidupan pesantren yang penuh kesederhanaan, terdapat nilai luhur yang sering kali tidak tertulis dalam kitab, namun hidup dalam perilaku para masyayikh. Salah satunya adalah bagaimana memuliakan santri. Nilai inilah yang pernah disampaikan oleh Agus Abdurrohman Ahmad Hafidz, ketika mengenang didikan keluarga besar Mbah KH. Abdul Karim Lirboyo. Beliau menceritakan bahwa ayahnya, Kyai Ahmad…

Lanjutkan
Pelepasan Guru Bantu dan Kebaikan Istiqomah

Makna Kebaikan yang Tidak Istiqomah Menurut Imam Ghazali

Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak orang mudah bersemangat dalam kebaikan, tetapi tidak sedikit pula yang berhenti di tengah jalan. Ada yang rajin mengaji hanya ketika suasana mendukung, ada yang giat beribadah hanya saat hati sedang tersentuh. Padahal dalam pandangan ulama, nilai sebuah amal atau kebaikan bukan hanya terletak pada besarnya, melainkan pada istiqomah….

Lanjutkan