Category Archives: Khutbah

Khutbah ini meliputi Khutbah Jumat,

Khutbah Jumat November 2020: Sabar, berserah diri, dan Ridho

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي تَفَرَّدَ بِالْعِزِّ والْجَلَالْ.  وتَوَحَّدَ بِالْكِبْرِياء ِوالْكَمالْ.أَحْمَدُه عَلى كُلِّ حالٍ حَمْدًا يُقابِلُ نِعَمَه , ويُدافِعُ نِقَمَه, ويُساوِي مَزِيْدَه فِي الْحالِ والْمَآل. أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهْ ذُو الْمَنِّ والْإفْضَالْ. وأَشْهَدُ  أَنَّ سَيِّدَنا  مُحمدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهْ الْمُنْقِذُ مِنَ الضَّلَالْ الدَّاعِي  إِلَى أشْرَفِ الْحِصَالْ, ومُبِيْنُ الْحَرامِ مِنَ الْحَلَالْ. صلَّى اللهُ عليهِ وسَلَّمَ وعلى أَصْحابِهِ وآلِه خَيْرِ آلْ.

أمَّا بعدُ. فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصابِرُوا وَرابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hadirin Kaum Muslim yang berbahagia …

Dalam kesempatan yang penuh barokah ini, khatib berwasiat kepada kita sebagai umat Islam dan terutama khatib pribadi untuk  senantiasa selalu memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larang-Nya. Dan semoga kita semuanya mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah Swt. Amiin.

Hadirin Jama’ah sholat Jum’at yang Dirahmati Allah Swt. …

Manusia selalu mengalami pasang surut dalam hidupnya. Suka, duka, senang, dan susah datang silih berganti. Menghadapi kenyataan yang semacam ini, Islam mengajarkan kepada kita sifat sabar dan syukur. Dalam masa-masa sulit tertutama kondisi pandemi yang sampai sekarang belum ada kejelasan sampai kapan akan berakhir, kita sebagai manusia dianjurkan untuk bersabar. Di sini kesabaran diperlukan agar kita mempunyai kesiapan mental dalam mengahadapi kesulitan ini. Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’anul Karim :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصابِرُوا وَرابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung”. ( Q.S Ali Imron : 200 )

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

            Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa sabar itu ada tingkatannya. Pertama, sabar dalam arti siap mental menghadapi berbagai kesulitan. Kedua, sabar dalam arti ulet dan tahan banting dalam usaha mencari jalan keluar. Ketiga, sabar dalam arti tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan. Antara sabar dan syukur ada keterkaitan sebagaimana keterkaitan antara nikmat dan cobaan. Setiap kita sebagai manusia dalam menjalani kehidupan dan tidak pernah lepas dari nikmat dan cobaan. Semua itu meliputi ketaatan, kemaksiatan, dan cobaan merupakan gambaran kehidupan. Oleh karenanya, sabar adalah separuh keimanan.

Keluh kesah yang kita rasakan di kala mendapat cobaan dan ujian merupakan sebuah perbuatan yang tercela, yang akan membawa kehancuran. Dalam kehidupan ini tidak ada pilihan dari kita sebagai seorang muslim untuk menjalani kehidupan kecuali dengan sikap sabar. Oleh sebab itu, sifat sabar tidak bisa dipisahkan dengan berserah diri dan ridho kepada takdir yang telah ditentukan oleh Allah Swt.

Hadirin Kaum Muslimin yaang dirahmati Allah …

Di dunia ini kita sebagai penduduk bumi tak pernah sepi dari ujian. Kita tidak bisa menghindarinya, sebab jika menghindari ujian dan cobaan, berarti kita gagal dalam menempuh kehidupan yang lebih baik. Sesungguhnya Allah ingin mendewasakan kita dengan cara diberi pelajaran berupa ujian hidup. Barang siapa yang sabar dan tangguh serta tidak putus asa dalam menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan ia akan akan lulus ujian. Hal ini selaras dengan firman Allah Swt.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ.

 Arinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un”. ( Q.S al-Baqarah : 55-156 )

            Ujian dan cobaan memang tidak menyenangkan, kecuali bagi orang-orang yang sabar dan mampu menghadapinya dengan tenang. Tidak ada kebahagiaan yang datang secara tiba-tiba tanpa ada perjuangan yang harus dilalui. Ini merupakan hukum Allah yang berlaku bagi siapa saja. Allah Swt. menjanjikan kebahagiaan jika kita bersabar dalam mengahadapi ujian hidup.

Hadirin jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Allah menganugrahi sifat orang-orang yang sabar dengan berbagai sifat keutamaan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. Hal ini bisa kita temui dalam firman Allah Swt.

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Artinya : “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar”. ( Q. S as-Sajdah : 24 )

Kesabaran juga mendatangkan pertolongan dari Allah Swt. dalam firman Allah Swt. :

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

Artinya :” Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.”( Q.S. al-A’raf : 137 )

Hadirin yang berbahagia …

            Dalam setiap ibadah, Allah telah menentukan kadar pahalanya, kecuali pahala sabar. Oleh karenanya, puasa merupakan ibadah yang pahalanya merupakan rahasia Allh dan menunjukan pahala yang di perolah sangatlah besar. Hal itu dikarenakan puasa adalah separuh dari kesabaran.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah Swt. …

Sekian khutbah singkat pada kesempatan ini, mudah-mudahan kita semuanya dijadikan orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi ujian dan cobaan agar kita bisa meraih ridho Allah Swt. Amiin.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْتَوْنَ اَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوْا وَيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ.

اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: JANGAN PERNAH MEREMEHKAN KEBAIKAN

Subscribe juga:
Bukti Cinta Pada Nabi | KH. M. Anwar Manshur

Khutbah Jumat: Jangan Pernah Meremehkan Kebaikan

KHUTBAH I

الْحَمْدُ للهِ بِجَمِيعِ مَحامِدِهِ كُلِّها, ونَحْمَدُهُ حَمدًا يُوافِي نِعَمَه و يُكَافِي مَزِيدَهُ ويُدافِعُ النِّقَمَ  ونَشْكُرُهُ عَلى ما فَقَّهَ مَنْ أَرادَ لَهُ خَيْرًا كامِلًا فِي الدِّيْن الأَقْوامِ. اللهمَّ صَلِّ و سَلِّمْ  عَلى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ الرَّسُولِ الْأَعْظَمِ وعلى آلِه فَلَكِ الْأُمَمِ وأصْحابِهِ مَصابِيحِ الظُّلَمِ  والتابِعِينَ لَهُم  إِلى يَوْمِ يُكْشَفُ فِيْهِ كُلُّ وَصَمٍ بعَدَدِ كُلِّ حَرْفٍ جَرى بِهِ الْقَلَمُ.

أمّا بَعْدُ,  فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa meningkatkan kwalitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan cara menajalankan segala kewajiban yang di perintahkan Allah Swt. kepada hamba-Nya dan menjauhi segala apa yang telah di haramkan-Nya.

Kaum Muslimin yang berbahagia …

Menyikapi keaadan Dunia yang semakain tua ini, sebuah kebaikan yang di dasari dengan tulus dan ikhlas sudah mulai langka, bahkan kemungkaran dan kerusakan malah semakin membabi buta. Kebaikan–kebaikan yang muncul di Dunia yang sekarang ini mayoritas para pelakunya di dasari sebuah kepentingan pribadi dan tidak demi kepentingan umum yang sehingga jika kebaikan itu tidak berpihak kepada dirinya maka sangatlah sukar untuk dilakukan. Padahal jika kita mampu menjadi penyebar kebaikan, Allah akan menggerakkan tangan-tangan orang mulia yang akan menyiramkan kebaikan pada taman kehidupan dunia.

عَن جابِرِ بْنِ عبدِاللهِ رضي الله عنه قال : قال رَسُولُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم : مَنِ اسْتَطاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخاهُ فَلْيَفْعَلْ ( رواهُ مُسلم ).

Artinya : “Dari Jabir bin Abdillah ia berkata : Bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “ Barang siapa yang bisa memberi kemanfaatan kepada saudaranya, maka hendaklah ia melakunnya”. ( H.R. Muslim ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Dari hadist di atas, telah memberikan gambaran bahwa janganlah pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun. Jika kita merindukan cinta dan simpati dari orang lain, jangan pernah meremehkan amal yang dapat kita sumbangkan buat orang lain. Tidak sedikit amal atau kata-kata yang dianggap kecil oleh pelakunya namun besar bagi yang menerimanya. Jangan kita lupakan ketika seseorang mengalami ketidakberdayaan dan menunggu uluran tangan dan dukungan, bisa jadi satu kata ucapan kita menjadi obat baginya. Sikap lemah lembut, murah senyum, dan santun bertutur kata dapat meredahkan sebuah amarah, memupus dahaga, dan mengikis dengki. Rasullah Saw. bersabda :

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا  وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ( رواهُ مُسلم ).

Artinya : “ Jangan pernah meremehkan kebajikan sedikitpun walaupun denagn berupa senyuman yang berseri tatkala bertemu saudaramu “. ( H. R. Muslim ).

Nasihat Rasulullah Saw. mendorong kita untuk mengerahkan segala kebajikan dengan warna-warni dan ragam tingkatan. Sekaligus berpesan agar selalu berkesinambungan. Dalam arti dalam 24 jam setiap harinya, kita dituntut untuk menyebar kebaikan apapun, baik berupa  bentuk dan derajatnya. Hal ini berarti kita telah membuka ribuan pintu-pintu kebaikan bagi orang lain.

            Kita bisa belajar kepada orang yang hidupnya teratur. Mereka yang memiliki agenda harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Sebuah agenda tersebut menjadi panduan yang  berisi aktivitas yang dilakukan untuk diri, keluarga, dan berkontribusi kepada kaum muslimin. Hal itu untuk membangun kebaikan dalam dari kita sehingga peduli akan butuhnya orang lain terhadap bantuan kita. Sehingga hidup kita kan lebih menafaat. Rasulullah Saw. bersabda :

عَنْ جابِرٍ رضي الله عنه قال : قال رَسُولُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم : خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ. ( رواه الطَبْرانِي)

Artinya : “ Dari Jabir Ra. ia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. ( H.R At-thabrani ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Penting kita sadari, bahwa kita ini selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Seorang Sufi yang bernama yahya bin Mu’adz Ar-Razi berkata :

“ Berikanlah bagian dari tiga hal yang menjadi hak mukmin lainnya darimu : 1) jika tidak mampu memberikan manfaat, jangan pernah membahayakannya, 2) jika tidak mampu membahagiakannya, jangan sampai menyusahkannya, 3) jika tidak mampu memujinya, jangnlah mencelanya. “

Allah sangatlah murka kepada orang yang menyakiti orang lain. Allah menetapkan perbuatan tersebut sebagai dosa dan perbuatan dusta angkara murka. Hal ini bisa kita kemukakan dalam al-Qur’anul karim :

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Artinya :” Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata “ ( Q.S Al- Ahzab : 58 ).

Cinta dan simpati Manusia tidak dapat di raih dengan sikap yang meyakitkan. Sebab sekuat, sepintar dan sehebat apapun pasti dalam hidup kita tidak lepas dari bantuan dan saluran orang lain, maka jika kita telah menyakiti orang lain,  berarti kita telah memutus sebuah kebaikan dan menanam satu kenistaan dalam hidup kita. Berkaitan denagn Hal ini, Rasulullah Saw. bersabda :

عَن عَبدِ اللهِ بْنِ بِسْرٍ رضي الله عنه  أَنَّ أَعْرَبِيٍّا قالَ : يا رَسُولَ اللهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ ؟ قال : مَنْ طالَ عُمْرُهُ وحَسُنَ عَمَلُهُ.( رواه التِرْمِدِي ).

Artinya : “ Dari Abdullah bin Bisr Bahwa ada seoarang Badui bertanya, “ wahai Rasullah Siapakah manusia yang paling baik ? Rasullah menjawab “ yaitu orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya”. ( H.R. Tirmidzi ).

Hadirin kaum Muslimin yang berbahagia …

            Marilah kita banyak belajar hidup dari para ulama yang hidupnya selalu teratur. Mereka sangatlah disiplin dan cerdas dalam membagi waktu. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang  secara percuma kecuali bernilai amal soleh. Mereka memberikan kontibusi penuh adalam mengurusi umatnya , terutama para janda, kaum du’afa, fakir miskin, dan orang-orang yang membutuhkan. Sejalan dengan Firman allah dalm al-Qur’anul karim.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya :” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.( Q. S. Al-Qashsash :77).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

 Mungkin sekian dulu khutbah singkat pada kesempatan kali ini , semoga kita semuanya di berikan kemudahan untuk menjadi penyebar kebaikan kepada sesama dan selalu menadpat pertolongan dalam menjalannya

.بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Khutbah Jumat: CERDAS MENGGALI HIKMAH DALAM SETIAP PERISTIWA

الْحمدُ لله رَبِّ الْعالَمينَ قَيُّوْمِ السَّمواتِ والأَرَضِيْنَ , مُدَبِّرِ الْخَلَائِقِ الْأَجْمَعِيْن, باعِثِ الرُّسُلِ صلَواتُ اللهِ وسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ إِلَى الْمُكَلَّفِيْن, لِهِدايَتِهِمْ وبيانِ شَرائِعِ الدِّيْنِ,  في الدَّلائِلِ الْقَطْعِيَّةِ, وَاضِحاتِ الْبَراهِيْن,  أحْمَدُهُ على جَميعِ نِعَمِهِ ,  وأَسْأَلُهُ الْمَزِيْدَ مِنْ فَضْلِهِ وكَرَمِهِ.

أمّا بَعْدُ,  فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : يَا أيُّه الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُو اللهَ ولْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَاقَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Hadirin Jama’ah sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita senantiasa tak henti-hentinya untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan selalu berusaha mejalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab Iman Seseorang itu sebagaimana ombak, kadang pasang dan kadang surut. Oleh karenanya  dengan iman dan ketakwaan yang semakin bertambah, maka kita akan semakin dekat dengan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang  dalam  meraih ridha-Nya. Amin.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Setiap peristiwa yang kita alami senantiasa selalu mengandung hikmah yang diselipkan oleh Allah Swt. Tujuan Allah meletakkan hikmah itu, tidak lain agar menjadi pelajaran bagi kita sebagai manusia dan mengambil manfaat darinya untuk kemudian dijadikan dasar dalam menapaki kehidupan.

Dalam cerita-cerita yang disampaikan Allah Swt. melalui al-Qur’an, Allah senantiasa menekankan betapa pentingnya kecerdasan sebagai wasilah untuk memahami hikmah di balik peristiwa–peristiwa yang terjadi. Allah Swt. berfirman :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأولِي الألْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya : Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.( Q.S. Yusuf : 111 )

Dalam ayat lain Allah Swt. menegaskan :

وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya : Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman “.( Q.S Huud : 120 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Ayat ini diturunkan oleh Allah Swt. untuk menguatkan hati Nabi Muhammad Saw. Agar jangan sampai terpengaruh oleh cacian orang-orang yang memusuhinya. Dalam ayat ini, Allah juga menjelaskan bahwa para rasul terdahulu juga mengalami peristiwa sama yang di alami oleh Nabi Muhammad Saw. Sehingga diharapkan Nabi Muhammad Saw. Benar-benar memperhatikan kisah-kisah para Nabi terdahulu yang telah diwahyukan kepada Beliau. Beliau menghayati segala peristiwa yang menimpa para pendahulunya, dan menjadi tahu bahwa medan perjuangan yang dialami penyampai ajaran Allah sangatlah berat. Berbagai bentuk ujian dan rintangan harus mereka hadapi dengan penuh kesabaran dan ketawakalan. Semunya telah diatur oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

            Kecerdikan Nabi dalam menghayati setiap peristiwa yang telah terjadi pada para pendahulunya ternyata berpengaruh besar dalam menentukan sikap ketika menangani setiap persoalan yang sedang menimpa. Buah penghayatan Nabi dari setiap kisah para Nabi terdahulu antara lain adalah menjadi lebih sabar dalam menghadapi umatnya, bijak dalam bertindak, cerdas dalam mengambil langkah-langkah strategis, dan tak kalah penting adalah kesadaran akan sebuah peran serta Allah dalam setiap peristiwa yang di alaminya.

Kesadaran akan peran serta Allah dalam setiap peristiwa, hendaknya diiringi dengan prasangka baik kepada Allah Swt. Sebab, manusia yang hidupnya selalu diliputi prasagka buruk, jangankan memperoleh hikmah dari peristia-peristiwa yang dialaminya, mendapatkan hidayah saja boleh dikatakan hal yang sulit bahkan mustahil. Sehingga hidupnya selalu dirundung kegalauan berkala. Karenanya, untuk mengetahui hikmah setiap peristiwa yang sedang menimpa, hendaknya kita yang merupakan manusia selalu mengedepankan sikap prasangka baik kepada Allah Sang Maha Penguasa. Terlebih berprasangka baik kepada Allah merupakan bentuk ibadah yang lain. Nabi Muhammad Saw. Bersabda :

إِنَّ حُسْنَ الظَّنِّ بِاللهِ مِنْ حُسنِ عِبادَةِ اللهِ.

Artinya : Sesungguhnya berbaik sangka kepada Allah sebagian baiknya beribadah kepada Allah “.(H.R. Ahmad ).

            Selain itu jika kita telah berbuat baik sangka kepada Allah, maka berarti kita telah percaya terhadap semua kepastian Allah. Dan tentunya kita juga harus yakin bahwa di balik tindakan Allah pasti terkandung hikmah, kebaikan, dan manfa’at bagi diri kita. Karena tidak ada tindakan Allah tergolong sia-sia. Allah Swt. berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ

Arinya :Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main ”. ( Q.S al-Anbiya’ : 16 ).

 Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman :

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلا

Artinya :Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. ( Q.S. Sdod : 27 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Di antara kelompok yang dikenal sebagai ahli dalam mencari hikmah adalah Ulama Sufi. Para ulama memiliki teknis khusus dalam menggali hikmah. Yakni dengan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari. Karena Nabi Muhammad mengatakan :

مَنْ عَملَ بِمالَمْ يَعْلَمْ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ مالَمْ يَعْلَمْ

Artinya : Barang iapa yang mengamalkan ilmu yang telah ia dapat, maka Allah akan memberikan pengetahuan yang belum ia ketahui.( H.R. Imam Ahmad )

            Imam al-Ghozali mengatakan bahwa, hikmah terbesar terjadi dimana-mana dan tak terhitung jumlahnya, karena terlalu banyak dan begitu luasnya. Hikmah hanya akan dibuka dengan mujahadah, muraqabah, dan mengerjakan amalan-amalan baik lahir maupun bathin. Duduk bersama Allah dalam kesendirian dan penuh kesadaran, itulah pintu ilham dan sumber keterbukaan ( Hikmah). Banyak sekali pelajar-pelajar yang belama-lama dalam menuntut ilmu, namun tidak mampu untuk mengamalkan ilmu yang telah ia peroleh, meski hanya satu kalimat. Sementara tidak sedikit orang-orang yang membatasi dirinya dengan hal-hal yang penting, namun maksimal dalam beramal mengawasi hati. Allah telah membukakan pintu hatinya sebuah rahasia, hikmah, dan pengetahuan yang halus, yang membuat bingung orang-orang yang berotak cemerlang.

            Di balik sebuah peristiwa pasti ada hikmahya. Ulama Ushul Fiqh mengartikan hikmah sebagai manfaat yang diperoleh dan marabahaya yang dapat dijauhi. Jika kita terapkan dalam setiap peristiwa yang kita alami, berarti ada pengamalan-pengamalan yang dapat kita ambil manfaatnya, dan dapat kita gunakan dalam menangkal hal-hal yang membahayakan serta membuat usaha kita gagal. Dengan demikian, kita telah berusaha menjadi orang yang cerdas  dalam memanfaatkan hikmah Ilahiyyah, yaitu pengajaran Allah untuk kita sebagai makhluk yang lemah. Sunguh beruntung orang-orang yang dianugrahi hikmah. Allah Swt. brfirman :

يُؤۡتِي ٱلۡحِكۡمَةَ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرًا كَثِيرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Artinya: “Allah memberikan hikmah (kepahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” ( Q.S al-Baqoroh : 269 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah Swt. …

            Syehk Ibrahim an-Nakha’i mengatakan bahwa, arti al-hikmah dalam ayat di atas adalah pemahaman. Jadi oarang yang dianugerahi pemahaman terutama hal-hal yang menjadikan lebih dekat kepada Allah telah mendapatkan anugerah dan karunia yang banyak, baik karunia keduniawian amuapu karunia keukhrowian.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Mungkin itu saja khutbah pada kesempatan hari ini semaoga kita semua bisa menjadi orang yang mampu megambil hikmah dari setiap peristiwa.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga :

KHUTBAH JUMAT: SEJARAH SEEBAGAI PEMBANGKIT JIWA

Dawuh Masyayikh:
Puncaknya Ilmu | K.H. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Khutbah Jum’at: Mengendalikan Diri dengan Rasa Malu

الحَمْدُ لِلَّهِ الّذي جَعَلَ لِكُلِ أُمَّةٍ شِرْعَةً ومِنْهاجًا وخَصَّ هَذِهِ الْأُمَةَ بِأَوْضَحِهِما أَحْكَامًا وحُجَجًا والصَّلاةُ والسَّلامُ على سَيِّدِنا وحَبِيْبِنا مُحمَّدٍ مِفْتاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صلاةً وسَلامًا دائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ. وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. يآأَيُّهاالَّذِيْنَ آمنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُوْلُوا قَوْلًا شَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ويَغْفِرْ لَكُمْ دُنُوْبَكُمْ ومَنْ يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmatiAllah Swt. …

            Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan senantiasa menajalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, keimanan dan ketakwaan menjadi modal utama tatkala mengahadap kepada Allah besok di Akhirat kelak.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmatiAllah Swt. …

            Seriing dengan dunia yang kian semakin tua, umat Muslim saat ini telah banyak kehilangan yang berharga. Berbagai perilaku sunnah dan ajaran yang sejak lama dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw. Kini lambat laun semaikin terkikis. Pergeseran masa dan perputaran waktu telah membuat ajaran baginda Nabi seolah-olah hal asing di telinga. Bahkan menganggap hal demikian merupakan sesuatu yang tabu. Umat Muslim saat ini semakin jauh dari perilaku akhlak yang mulia yang merupakan misi utama Rasulullah sebagai utusan Allah Swt. Salah satu hal  yang  paling berharga, di mana kini semakin hilang dari umat Muslim saat ini adalah rasa malu.   

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Jika kita amati, banyak sekali kita lihat fenomena dari perstiwa keseharian yang membuktikan semakin hilangnya rasa malu. Contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari adalah banyaknya umat Muslim yang kurang memperhatikan persoalan menutup aurat, pergaulan muda-mudi yang semakin tak terbatas, dan berbagai tindak penyimpangan yang kini tidak lagi disadari sebagai perbuatan dosa. Bahkan, tidak sedikit hal demikian menjadi kebanggaan karena telah melakukannya.

            Perasaan bangga karena telah melakukan perbuatan dosa merupakan salah satu penyebab terkikis atau hilangnya sifat malu dalam hati seseorang. Karena, tidak seorang pun berani melakukan perbuatan maksiat jika di dalam hatinya masih tersimpan rasa malu.

Hadirin Jama’ah jum’at yang berbahagia …

            Peranan sifat malu dalam mengendalikan diri memang sangatlah besar. Oleh karenanya, sifat malu termasuk bagian cabang dari iman. Rasulullah Saw. Bersabda :

ﺍَلْإِيْماﻥُ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ أَوْ سِتُّونَ ﺷُﻌْﺒَﺔً ، فَأَﻓْﻀَﻠُﻬﺎ ﻗَﻮْﻝُ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭأَﺩْﻧﺎﻫَﺎ إِﻣﺎﻃَﺔُ ﺍلْأَﺫَﻯ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻴﺎءُ ﺷُﻌْﺒَﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍﻹْﻳﻤﺎﻥِ .

Artinya : “ Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah ucapan kalimat ( La ilaha Illallah ), dan yang paling redah adalah menyingkirkan duri (gangguan ) dari jalan. Malu adalah salah satu cabang dari iman “. ( H.R. Bukhari  dan Muslim ).

Bahkan, dalam kesempatan yang lain Rasulullah bersabda :

اَلْحَياءُ والإِيْمانُ قُرِنَا جَمِيْعًا , فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُما رُفِعَ الأَخَرُ.

Artinya : “ Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya “. ( H.R. al-hakim dan ath-Thabrani).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia …

            Malu adalah perasaan yang yang muncul dalam nurani seseorag karena menyadari agungnya nikmat dan anugerah dari Allah Swt., serta mengakui kelemahan dan kecerobohan diri dalam menjalakan perintah-Nya. Dengan perasaan ini tidak mungkin seorang Muslim sampai hati melakukan kemaksiatan. Ia menyadari betul bahwa semua perilakunya selalu diperhatikan Allah dan akan dipertanggungjawabkan kelak.

            Malu adalah sebuah perasaan yang sangat terkait dengan hidup dan matinya hati seseorang. Dalam bahasa Arab malu disebut dengan al-haya’ , dimana kata itu berasal dari kata al-hayah yang berarti hidup. Artinya, dengan sifat malu hati menjadi hidup dan peka terhadap keadaan. Ia tidak mudah terjerumus dalam jurang kemaksiatan. Bahkan, untuk sekedar melakukan tindakan yang tidak pantas saja, hati akan merasa berat dan tidak rela.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah Swt. …

            Namun demikian, perlu dipahami lebih dalam, bagaimanakah malu yang terpuji dan dianjurkan dalam Islam, dan bagaimanakah rasa malu yang tercela? Sebab, jika tidak dipahami dengan benar, bukan kebaikan yang didapat, melainkan akan menuai keburukan. Buktinya, sering sekali seseorang merasa malu untuk berbuat kebaikan dan menengakkan kebajikan, tetapi berbangga diri dengan perbuatan yang menyebabkan berdosa. Semua ini adalah karena ia kurang memahami arti malu dengan benar, dan tidak menerapkannya dengan tepat.

            Secara umum, rasa malu yang terpuji adalah rasa malu yang dapat membatasi seseorang dari berbuat kemaksiatan, serta tidak menghalanginya unutk berbuat kebaikan. Seseorang harus pandai dan cerdas, kapan ia harus malu dan kpan ia harus berbuat tegas (tidak malu) . Sayyidah ‘Aisyah pernah berkata tentang sifat para wanita Anshar :

نِعْمَ النِّساءُ نِساءُ الْأَنْصارِ ,  لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الحَياءُ أَنْ يَتفَقَّهْنَ فِي الدِّيْنِ .

Artinya : “ Sebaik-baiknya wanita adalah wanita Anshar, rasa malu tidak mengahalangi mereka untuk belajar agama “. ( H.R. al-Bukhari ).

Hadirin Jama’ah sholat Jum’at yang berbahagia …

            Untuk dapat menumbuhkan rasa malu dalam hati kita, kita harus memulainya dengan hal-hal yang kecil. Kita harus membiasakan dan melatih hati kita menjadi peka terhadap hal yang remeh dan ringan. Melakukan kebaikan sekecil apapun, dan meninggalkan keburukan sekecil apapun. Karena, segala sesuatu yang besar berasal dari yang kecil. Dalam hal ini Nabi Isa As. bersabda :

إِيَّاكُمْ والنَّظْرَةَ فَإِنَّها تَزْرَعُ الشَّهْوَةَ فِي الْقَلْبِ  وكَفَى بِها فِتْنَةً لِصاحِبِها .

Artinya : “ Takutlah kalian, hindarilah dari pandangan ( yang diharamkan) , karena satu pandangan dapat menanamkan syahwat dalam hati. Dan pandangan itu cukup menjadi fitnah bagi pelakuya “.

            Perbuatan dosa sekecil apapun, bila tidak segera ditaubati, dapat membekas dalam diri seseorang dan akan menjalar pada perbuatan dosa yang lainnya. Saat pertama kali melakukan perbuatan dosa, atau meninggalkan suatu kewajiban, mungkin seseorang merasa malu dan menyesal, namun bila dibiarkan, lama kelamaan hal demikian akan menjadi kebiasaan. Rasa malu dalam hati pun akan terkikis, dan ia akan semakin ringan melakukan perbuatan dosa.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Oleh karenanya, setiap kali melakukan tindakan, kita harus membiasakan diri menimbangnya dengan hukum agama, atau mungkin dengan perasaan hati nurani kita. Malukah kita andai perbuatan kita diketahui oleh orang lain? Malukah kita kepada Allah Dzat yang Maha Melihat? Jika kita merasa malu, maka janganlah perbuatan itu kita lakukan. Rasulullah Saw. bersabda :

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ  مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى إِذا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ .

Artinya : “ Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah ‘ Jika kamu tidak merasa malu , maka berbuatlah sesukamu. ( Karena kelak perbuatanmu akan dipertanggungjawabka”. ( H.R. al-Bukhari).

            Seorang Ulama salaf berkata kepada putranya : “ Ketikannafsu mendorongmu untuk berbuat dosa, maka pandanglah langit dan malu lah kepada Allah, dan pandanglah bumi dan malu lah kepada penduduk bumi. Jika engkau tidak takut kepada Allah dan tidak malu kepada penduduk bumi , maka samakanlah dirimu dengan hewan “.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

            Kiranya itu saja khutbah singkat pada kesempatan kali ini, semoga kita di karuniai hati yang hidup, yang peka untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan perbuatan yang tercela. Amin.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ. اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ.

اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Subscribe juga:
Channel Pondok Pesantren Lirboyo

Khutbah Jumat: Pemuda Pemegang Estafet Agama, Bangsa & Negara

اَلْحَمْدُ للهِ العظِيمِ شَأْنُهُ الدَّائِمْ سُلْطانُهُ الْحَمِيْمْ إِحْسانُهُ الْجَزِيْل اِمْتِنَانُه.
فَسُبْحانَ مَنْ أَطلَعَ شَمْسَ مَعْرِفَتِه فِي قُلُوْبِ أَهْلِ مَحَبَّتِه. وَأَكْمَلَ عَلَيْهِمْ فَضْلَهُ وَإِحْسَانَه.
وَأَرْسَلَ غَيْثَ إِعانَتِهِ إِلَى قُلُوْبِ أَهْلِ وِلَاَيتِه.
أَحَمَدُهُ سُبْحانَهُ على مَا أَوْلَاهُ مِنْ عَمِيْمِ كَرَمِه  وَوَاسِعِ إِحْسانِه.وَأَشْكُرُ شُكْرِيْ مِنْ مَنِّهِ فَكَيْفَ أَبْلُغُ شُكْرَانَه.
وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. فَيآأَيُّها النَّاس اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقاتِه ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنْتُم مُسلِمُون.

Hadirin Jam’ah Jum’at yang berbahagia…

Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan selalu berusaha mejalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan iman dan ketakwaan kita bisa meraih ridha dari Allah Swt. Amin.

            Perlu kita ketahui bersama bahwa Allah Swt. telah menganugerahkan kepada kita semua sebagai manusia yaitu sesuatu yang begitu berharga, bernilai tinggi, yang dapat mengahantarkan manusia mencapai kemuliaan melebihi makhluk yang lainnya. Anugerah tersebut tak lain adalah akal fikiran. Tanpa akal dan fikiran munusia hanyalah sosok makhluk yang tak lebih dari seekor hewan, ia tak berbeda dengan kambing, kerbau, sapi, dan hewan-hewan yang lain. Allah Swt. Berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ( Q.S At-Tiin : 4).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

            Allah Swt. memberi anugerah yang berupa akal kepada manusia untuk mengangkat derajat manusia. Dengan akal  ia bisa menemukan jalan, membedakan antara hitam dan putih, antara baik dan buruk, dan membuatnya selamat atau celaka. Kita diberi akal yang cerdas, kita dianugerahi fikiran agar menjadi pandai. Cerdas dan pandai menurut Rasulullah Saw. adalah sebagaimana yang di jelaskan dalam sabda beliau :

اَلْكَيْسُ مَنْ دانَ نَفْسَهُ وعَمِلَ لِما بَعْدَ الْمَوْتِ. وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وتَمَنَّى علَى اللهِ.

Artinya : Orang cerdas adalah orang yang mau memaksa diri beribadah dan beramal untuk ( bekal ) setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang menuruti nafsu pada keinginannya, sementara ia berharap ( Surga ) kepada Allah. ( H.R. Baihaqi).

            Anugerah agung ini harusnya tidak kita sia-siakan. Karunia berharga ini mestinya tidak kita biarkan berlalu tanpa guna. Kita harus mensyukuri dengan menggunakannya sesuai tujuan penciptaannya. Kita harus memafaatkan secara maksimal untuk menimba dan menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Sebab, ilmu agama adalah kunci kebaikan seseorang. Rasulullah Saw.  bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ.

Artinya : Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memintarkannya dalam urusan agama. ( H.R Bukhari dan Muslim )

Hadirin jama’ah Jum’at yang di rahmati Allah…

Usia remaja adalah usia yang sangat produktif untuk menuntuk ilmu. Tubuh yang masih bugar dan akal fikiran yang  masih tajam harus terus diasah selagi kesempatan masih terbuka lebar. Tantangan zaman yang akan dihadapi kelak tentunya lebih berat daripada masa sekarang. Generasi muda sekarang harus bersiap menjadi generasi yang tangguh menatap gelombang badai yang siap menghantam.

Generasi muda muslim zaman sekarang harus menjadi pemimpin masa depan. Karena masa depan agama dan bangsa tergenggam di tangan, terpikul di atas pundak generasi muda. Selagi pintu masih terbuka lebar, tuntutlah ilmu sebanyak mungkin. Tapi, bukan hanya dicari dan di simpan. Setelah di peroleh, ilmu juga harus diamalkan semaksimal mungkin. Allah Swt. akan membuka pengetahuan baru tentang hal-hal yang belum diketahui. Rasulullah Saw. bersabda :

مَنْ عَمِلَ بِما عَلِمَ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ ما لَمْ يَعْلَمْ

Artinya : Barang siapa mengamalkan apa yang telah ia ketahui, niscaya Allah akan menganugerahkan pengetahuan tentang apa yang belum ia ketahui. ( H.R. Abu Nu’aim ).

Kepada para orang tua khusunya, melihat kenyataan zaman yang kian rusak moralnya dan budaya hidup yang kian merosot, kita harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak kita. Pengawasan yang lebih terhadap pergaulan mereka agar tidak terjerembab dalam jurang kenistaan. Sebagai orang tua, kiranya kita perlu belajar kepada Nabi Ya’qub As. . Saat mendekati ajal, beliau bertanya kepada putra-putra beliau perihal nasib agama mereka sepeninggal beliau kelak.  Akankah mereka memegang teguh agama yang mereka selama ini diajarkannya, ataukah mereka akan kembali mengulangi kesesatan? Kisah ini telah diabadikan dalam Al-Qur’an :

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ.

Artinya : “Adakah kalian hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” ( Q.S.Al- Baqarah : 133 ).

Hadirin jama’ah Jum’at yang berbahagia…

            Dari kisah itu, kita tahu bahwa perhatian terpenting orang tua kepada anaknya adalah pada masalah agama dan keselamatan moral putra-putrinya. Bukan hanya nasib kehidupan duniawi saja, melainkan ilmu dan adab sebagai bekal dalam menjalani hidup yang penuh rintangan dan tantangan. Warisan harta benda cenderung membuat anak-anak kita tidak rukun karena memperebutkannya, jika mereka tidak dibekali ilmu dan adab.

Sedangkan warisan ilmu akan menunjukkannya menjadi generasi yang bermoral dan berbudi luhur. Rasulullah Saw. juga tidak meninggalkan harta benda sebagai warisan untuk keluarga dan umatnya. Beliau meninggalkan dua perkara yang akan menjadi penuntun umat sepanjang masa, menunjukkan mereka pada jalan kebahagian Dunia dan Akhirat. Dua perkara itu tak lain adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Rasulullah bersabda :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلّوُا ما تَمَسَّكْتُمْ بِهِما كتابَ اللهِ وسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya : Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu: kitabullah ( Al-Qur’an) dan  Sunnah Rasulullah. ( H.R. Malik ).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

Demikianlah khutbah Jumat pada kesempatan ini, semoga kita selalu dianugerahi hidayah dan inayah oleh Allah Swt. dalam menjalankan segala aktivitas hidup ini. Sehingga, kelak kita akan menjemput keselamatan dan keberuntungan Dunia dan Akhirat. Menjemput ridha Allah Swt di Akhirat Kelak.  Amin

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.