Category Archives: Khutbah

Khutbah ini meliputi Khutbah Jumat,

Khutbah Jumat: Berkahnya Ilmu dengan Menghormati Sang Guru

اَلحَمدُ لِلهِ الَّذِي فَضَّلَ بَنِي آدَمَ  بِالعِلمِ وَالعَمَل.
أَشهَدُ أَن لَا إِلهَ إلَّا اللهُ العَليمُ الجَمَال.
وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الهَادِي إلَى دَرَجَاتِ العيال.
أللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصحَابِهِ وَمَن تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَومِ القِيَامَة.
أَمَّا بَعدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوصِيكُم وَإِيَّايَ بِتَقوَى اللهِ. فَقَد فَازَ المُتَّقُونَ.  وَقَالَ تَعَالى وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ.

Hadirin jama’ah jumat rohimakumulloh,

Pendidikan merupakan hal sangat penting dalam membangun peradaban yang tinggi di dunia ini. Dengan adanya pendidikan, ilmu-ilmu yang sudah terdahulu disampaikan bisa disalurkan bahkan dikembangkan. Pendidikan yang berhasil akan melahirkan generasi-generasi yang berpengetahuan luas dan bertaqwa. Nabi Saw. bersabda:

إذا أتَى عَلَيَّ يَومٌ لَا أَزدَادُ فِيهِ عِلمًا يُقَرِّبُنِي إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَلَا بُورِكَ لِي فِي طُلُوعِ شَمسِ ذلِكَ اليَومِ

Artinya: “Jika suatu hari mendatangiku sedangkan di hari itu ilmuku tidak membuatku dekat kepada Allah, maka aku tidak diberkahi sepanjang hari itu.”

Nabi memberi tahu kepada kita bahwa tujuan akhir dari proses pendidikan adalah untuk mencapai derajat ketaqwaan.

Salah satu hal yang menjadi faktor keberhasilan pendidikan adalah menghormatinya murid kepada sang Guru. Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Az-Zarnuji dalam kitab ta’limal muta’allim

اِعْلَمْ بِأَنَّ طَالِبَ العِلْمِ لَا يَنَالُ العِلْمَ وَلَا يَنتَفِعُ بِهِ إِلَّا بِتَعظِيمِ العِلمِ وَأَهلِهِ وَتَعْظِيمِ الأُسْتَاذِ.

Ketahuilah bahwasannya seorang pencari ilmu tidak akan bisa memperoleh ilmu dan tidak akan mendapatkan manfaatnya kecuali dengan menghormati ilmu, ahli ilmu, maupun guru.”

Begitu berjasanya seorang guru, sampai-sampai shohabat ‘Ali kwh. Mengungkapkan:

أَنَا عَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِي حَرْفًا وَاحِدًا إِنْ شَاءَ بَاعَ وَإنْ شَاء استَرَقَ.

Artinya: “Aku adalah hamba seseorang yang mengajariku satu huruf. Jika dia mau dia menjualku, dan jika dia mau dia menjadikanku budak.”

Dengan kita mempunyai ilmu, maka kehidupan kita menjadi semakin terasa hidup. Karena ada pepatah mengatakan:

“Orang-orang berilmu akan tetap hidup dan abadi setelah wafatnya, meski tubuhnya telah berkalang debu menjadi serpihan tak berarti. Sementara orang yang tak berilmu tak ubahnya bangkai yang berjalan di atas tanah, ia dianggap hidup padahal ia telah mati”.

Jama’ah Jumat rohimakumulloh,

Oleh karena begitu berharganya ilmu, maka sudah selayaknya kita menghormati guru-guru kita. Semoga dengan begitu kita bisa mendapatkan ilmu yang berkah bagi diri kita dan bermanfaat bagi orang lain. Aamiin, aamiin, yaa Robbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ  بِمَا فيهِ مِن آيَةٍ وَذِكرِ الحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا  وَمِنكُم تِلَاوَتَهُ وَإنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ. وَأَقُولُ قَولِي هذَا فَاستَغفِرُوا اللهَ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر

Baca juga: Khutbah Jumat: Alam Permulaan Perjalanan Akhirat
Tonton juga: HAUL KE-8 KH. IMAM YAHYA MAHRUS | KH. MARZUQI MUSTAMAR

Khutbah Jumat: Alam Permulaan Perjalanan Akhirat

اَلحَمدُ لِلهِ عَلَا وَقَهَرَ.وَعَزَّ وَاقْتَدَرَ. فَسُبحَانَهُ مِن إلهٍ عَظِيمٍ لَا يُمَاثَلُ وَلَا يُضَاهَا وَلَا يُدرِكُهُ بَصَرَ. أَحمَدُهُ سُبحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ مَا اختَفَى مِنهَا وَمَا ظَهَرَ. وَأَشكُرُهُ  وَلَم يَزَل سُبحَانَهُ يُولِي إِحسَانَهُ مَن شَكَر. وَأشهَدُ أن لَا إِلَاه إِلَّا اللهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ عَلَى رَغمِ أَنفِ مَن جَحَدَ بِهِ وَكَفَر. شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَومٍ لَا مَلجَأَ فِيهِ وَلَا وَزَر.  وَأَشهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبدُهُ  وَرَسُولُهُ سَيِّدُ البَشَر. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى عَبدِكَ وَرَسُولِكَ محمدٍ الَّذِي قَرَّرَ قَوَاعِدَ الإِسلَامِ حَتَّى استَقَرّ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ السَّادَةِ الغُرَر. الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ فَمَا وَهِيَ عَزمُ أحَدِهِم وَلَا فَتَر. (أَمَّا بَعدُ) فَيَا أَيُّهَا النَّاس اتَّقُوا اللهَ تَعَالى كَمَا أَمَر. وَاترُكُوا الفَوَاحِشَ مَا بَطَنَ مِنهَا وَمَاظَهَر.

            Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah…

            Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Swt. dengan senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Perlu kita sadari bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang abadi.

            Bukankah kita sering menyaksikan bagaimana kematian telah memaksa banyak orang meninggalkan orang-orang yang dikasihinya, jabatannya, harta yang dihimpunnya dengan jerih payah, lalu melemparkannya pada ruang sempit yang kita sebut sebagai liang lahat. Kita juga melihat bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang angkuh dan melampaui batas, orang-orang yang tidak mau beriman dan justru mengajak pada kekufuran, lalu dengan tiba-tiba maut datang menghampiri mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lalai, sehingga mati dalam su’ul khatimah dan membawa segala dosa yang telah diperbuat. Dan terhadap kenyataan itu, kita tentu sadar bahwa cepat atau lambat pasti akan menyusul mereka.

            Hadirin yang berbahagia…

            Perlu kita ketahui bahwa perjalanan hidup di dunia tidaklah sama dengan kehidupan akhirat. Awal dari persinggahan akhirat adalah alam kubur yang sangat mendebarkan. Jika kita selamat dari siksanya, maka perjalanan setelahnya akan lebih mudah bagi kita. Sebaliknya, jika kita tidak selamat darinya, maka perjalanan setelahnya akan semakin sulit. Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّ القَبرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِن نَجَا مِنهُ فَمَا بَعدَهُ  أيسَرُ  مِنهُ وَإِن لَم يَنجُ مِنهُ فَمَا بَعدَهُ أَشَدُّ مِنهُ

Artinya: “Sesungguhnya kubur adalah awal perjalanan akhirat. Maka jika seseorang selamat darinya maka perjalanan setelahnya akan lebih mudah. Dan jika seseorang tidak selamat darinya, maka perjalanan setelahnya akan lebih sulit.” (H.R. Turmudz)

            Hadirin rahimakumullah…

            Kemudian setelah itu adalah hari yang lebih pahit, yaitu hari ketika para Malaikat mengajak para makhluk pada sesuatu yang sangat sulit, yaitu hari kebangkitan dari alam kubur. Pandangan para makhluk akan tunduk, mereka akan keluar dari liang lahatnya bagaikan belalang yang berterbangan.

            Pada hari itu, orang-orang kafir akan berkata, “Ini adalah hari yang sulit.” Sedangkan tempat bagi orang-orang yang berbuat dosa adalah Neraka Saqar. Allah Swt. berfirman:

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ . يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), ‘Rasakanlah sentuhan api neraka!’” (Qs. Al-Qamar: 47-48)

          Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah…

          Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan waktu yang tersisa dari jatah usia kita dengan berupaya keras meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Swt. Melakukan amal saleh sebanyak mungkin sebagai bekal untuk menghadapi perjalanan panjang menuju akhirat. Sebelum semuanya menjadi terlambat dan penyesalan kemudian menjadi tidak berguna. Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah Swt. Agar selalu di jalan-Nya. Aamiin…

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ. وَلَو تَرَى إِذ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيتَنَا نُرَدُّ وَلَانُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ المُؤمِنِينَ. بَل بَدَا لَهُم مَّا  كَانُوا يُخفُونَ مِن قَبلُ وَلَو رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنهُ وَإنَّهُم لَكَاذِبُون. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِي القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُم بِالآيَاتِ وَالذِّكرِ الحَكِيمِ إنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر

Khutbah Jumat yang lain:
Prasangka Baik Kunci Keharmonisan

Khutbah Jumat: Prasangka Baik Kunci Keharmonisan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلحَمدُ لِلهِ الحَكِيمِ السَّتَّارِ, المُتَفَضِّلِ بِالْعَطَاءِ المِدرَارِ, النَّافِذِ قَضَائُهُ بِمَا تَجرِي فِيهِ الأَقْدَارُ, المُرْسِلِ السَّمَاءَ مَعَ النَّفعِ العَآمِّ بالطَّاعَةِ وَالإستِغْفَارِ. أَشهَدُ أن لَا إله إِلا اللهُ وَحدَهُ لا شَريكَ له مُكَوِّرُ اللَّيلِ عَلَى النَّهَارِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبدُهُ وَرَسولُهُ المُصطَفَى المُختَارُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَولَانَا محمد الشَّنِيعِ المُنجِيِّ مِنَ النَّارِ, وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ مَا طَلَعَ فَجْرٌ وَاسْتَنَار.
أمَّا بَعد. فَيَا عِبادَ الله, اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُسلِمُونَ.

Jama’ah jumat rohimakumulloh…

            Marilah kita mempertahankan kepatuhan, memperkuat keimanan, serta meningkatkan ketaqwaan sebagai bukti rasa syukur kita kepada Alloh karena kita telah diciptakan sebagai makhluk yang bisa membangun relasi di muka bumi ini.

            Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak bisa terlepas dari berhubungan dengan orang lain. Keharmonisan berinteraksi dengan orang lain merupakan hal yang diinginkan oleh setiap insan yang bijaksana. Hal ini tentu tidak akan terwujud jika di dalam hati manusia masih terdapat prasangka buruk.
Allah Swt. berfirman dalam Qs. Al-Hujurat ayat 12:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Allah Swt. mengingatkan kita untuk menjaga hal yang mendasar dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan, yaitu menjaga perasaan kita agar senantiasa berprasangka baik kepada sesama Muslim. Kita tahu, adanya kerusuhan yang terjadi di dunia nyata, keributan yang terjadi di dunia maya, itu semua tidak terlepas dari awal mula prasangka yang buruk terhadap sesama.

Diriwayatkan dari Sahabat Umar bin Khottob bahwa Rosululloh Saw. bersabda :

وَلَا تَظُنَّنَّ بِكَلِمةٍ خَرَجَتْ مِنْ أَخِيكَ المُسْلِم إِلَّا خَيْرًا

“Sungguh, janganlah kamu menyangka terhadap kalimat yang keluar dari saudaramu sesama Muslim kecuali dengan prasangka yang baik.”

Imam Al-Ghazzali menuturkan dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin bahwa kita tidak berhak untuk berprasangka buruk kepada orang lain kecuali ketika telah jelas bagi kita keburukan tersebut dan tidak memungkinkan untuk menta’wil keburukan tersebut dengan kebaikan.

Oleh karena itu, Jama’ah jumat rohimakumulloh,

Marilah kita tetap menjaga hati kita dengan prasangka yang baik, agar tercipta kerukunan dan keharmonisan baik di dunia nyata maupun dunia maya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ  بِمَا فيهِ مِن آيَةٍ وَذِكرِ الحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا  وَمِنكُم تِلَاوَتَهُ وَإنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ. وَأَقُولُ قَولِي هذَا فَاستَغفِرُوا اللهَ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَر

Baca juga:
Khutbah Jumat: Meraup Keuntungan Dunia dan Akhirat dengan Ilmu

Khutbah Jumat: Meraup Keuntungan Dunia dan Akhirat dengan Ilmu

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله علَّمَ الإِنسَانَ. عَلَّمَ الإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ. مِنْ لَدُنْ أَبِيهِ أَدَمَ إِلَى هذِهِ الأَيَّامِ. بِعِلمِهِ القَدِيمِ الَّذِي لَم يَزَل مَوصُوفاً بِهِ فِي أَزَلِ الأَزَالِ. كُلُّ شَيءٍ مَوجُودٌ بِقَضَائِهِ وَقَدَرِهِ وَمَشِيئَتِهِ. وَكَوَّرَ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ فَجَعَلَ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّهَارَ مَعَاشًا. لِيَنتَشِرَ خَلقُهُ فِي ابْتِغَاءِ فَضلِهِ وَيَنتَعِشُونَ بِهِ عَن ضَرَاعَة الحَا جَات انتعَاشًا.

أَشْهَدُ أنْ لَا إِله إِلَّا الله وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ فِي مُلكِهِ وَمَلَكُوتِهِ. وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ المَبعُوثُ إِلَى كَافَةِ الأَنَامِ
بِحَمْلِ شَرِيعَتِهِ وَكَلَامِهِ الحَكِيمِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصحَابِهِ أَحْيَوا دِينَ خَلِيلِكَ أَمَّا بَعدُ.

Hadirin jamaah jumat,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita sejenak mengingat salah satu perintah Allah kepada para hamba-Nya. Yakni perintah untuk senantiasa bertakwa dan meningkatkan ketakwaan. Kemudian mari kita niatkan dan kita nadzarkan dalam sanubari, untuk melaksanakan perintah takwa itu. Hal ini tidak lain  adalah agar kita dapat menggapai maqom muttaqin dalam pandangan Allah. Yakni orang yang bertakwa dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Allah Swt. berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
(QS. Ali ‘Imran; 102)

Hadirin jamaah jumat,

Zaman di mana kita hidup sekarang ini adalah zaman yang penuh persaingan. Kita sudah merasakan betapa mencari sumber penghidupan di masa ini sangat berat dan penuh tantangan. Ketika seseorang tidak memiliki bekal dalam mengarungi hidupnya, niscaya ia akan tersisih dan terpinggirkan. Pertarungan untuk mendapatkan sumber penghidupan tiada habisnya. Karena hal itu sudah menjadi titah Allah pada umat manusia. Sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumiز” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Qs. Al-Baqoroh; 30)

Sekelompok sahabat nabi mengatakan bahwa Allah berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka (malaikat) berkata, “Bagaimana sifat-sifat khalifah Anda itu?” Allah menjawab, “Ia memiliki keturunan yang akan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka saling mendengki dan menumpahkan darah.”

Kedengkian merupakan sifat yang muncul karena ada sebab yang memicu. Dan pemicu mayoritas adalah karena adanya persaingan-persaingan. Persaingan adalah bagian dari sunatullah yang berjalan di bumi. Walaupun demikian, tidak seharusnya ia menyebabkan kita saling bermusuhan akibat sifat saling mendengki tersebut. Nabi yang menjadi junjungan kita, jauh-jauh hari sudah memperingatkan kita agar kita menjauhi sifat dengki. Nabi bersabda,

إيَّاكُم وَالكِبْرَ فَإِنَّ إِبْلِيسَ حَمَلَهُ الكِبرُ عَلَى أَن لَا يَسجُدَ لِآدَمَ وَإِيَّاكُم وَالحِرصَ فَإِنَّ آدَمَ حَمَلَهُ الحِرصُ عَلَى أَن أَكَلَ مِنَ الشَّجَرَةِ وَإِيَّاكُم وَالحَسَدَ فَإِنَّ بَنِي آدَمَ قَتَلَ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ حَسَدٌا فَهُنَّ أصلُ كُلِّ خَطِيئَةٍ

Takutlah pada kesombongan, karena sesungguhnya sifat sombong telah mendorong Iblis untuk tidak mau bersujud pada Adam. Takutlah pada kerakusan, karena ia telah mendorong Adam memakan pohon (khuldi). Takutlah kalian pada kedengkian. Karena sesungguhnya keturunan Adam menumpahkan darah saudaranya karena rasa dengki. Ketiganya adalah sumber segala kejelekan.
(Ibnu Asakir dari Ibnu Mas’ud)

Dalam ayat lain, Allah menjelaskan, manusia hendaknya salinga berlomba-lomba dalam kebaikan. Tentunya dengan persaingan yang sportif dan jujur. Karena Allah hanya menganjurkan perlombaan dalam kebaikan.

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,”  (Qs. Al-Maidah; 48)

Perlombaan yang diridlai Allah hanyalah perlombaan dalam konteks kebaikan, bukan dalam kejahatan dan kemaksiatan. Maka untuk menjalankan perintah berlomba-lomba dalam kebaikan, hendaknya kita dapat membedakan mana perkara yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Untuk mengetahui hal itu, hanya ada satu cara yakni dengan ilmu. Hanya dengan ilmu, maka perkara yang dilarang dan yang dihalalkan Allah akan dapat diketahui.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Dari sinilah para Ulama merumuskan bahwa bagi seorang Muslim wajib mengetahui hukum pekerjaan dan tindakan yang akan ia kerjakan sebelum memasukinya. Hal ini tentunya adalah untuk mencegah agar kita tidak mudah terjatuh ke dalam lubang kemaksiatan ketika bekerja.

Karena selain memerintahkan hambanya untuk bekerja, Allah juga memerintahkannya untuk menjaga dari melakukan larangan-larangan-Nya.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan saling merelakan di antara kamu.”
(Qs. An-Nisa; 29)

Sufyan At-Tsauri seorang mujtahid dan sufi besar di zamannya mengatakan,

مَن أَرَادَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ فَعَلَيهِ بِطَلَبِ العِلمِ

Barang siapa yang menginginkan (kemakmuran) dunia dan (kemakmuran) akhirat, maka hendaknya ia mencari ilmu.”

Keuntungan dunia tidak ada artinya jika diperoleh dengan cara yang tidak benar. Begitu pula kebahagiaan akhirat, tidak akan dapat dicapai kecuali dengan amal yang dilandasi dengan ilmu. Maka menambah pengetahuan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat sangat penting, dan tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِفَهْمِهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Khutbah Jumat: SABAR SEPANJANG HAYAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلحَمدُ لِلهِ أَنعَمَ بِنِعمَةِ الإِسلَامِ والإيمَانِ. وَجَعَلَ الصَّبرَ نِصفَ الإِيمَانِ.  وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيدِنَا مُحَمدٍ خَيرِ الأَنَامِ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ كَالنُّجُومِ فِي العَالَمِ. أَمَّا بَعدُ. فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ. أُوصِيكُم وَنَفسِي أَنِ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُسلِمُونَ.

Hadirin, jama’ah jumat rohimakumulloh,

               Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita dengan terus menjaga semangat untuk melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan nilai-nilai agama.

Jama’ah jumat yang dimuliakan Allah…

               Dalam perjalanan kehidupan kita, kita pasti pernah merasakan senang maupun susah, sedih maupun gembira. Setiap hal yang terjadi pada diri kita maupun lingkungan kita pasti tidak terlepas dari dua kriteria. Pertama hal itu sesuai dengan keinginan kita atau yang ke dua, hal itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Masing-masing dari perkara yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan, kita butuh kesabaran dalam menghadapinya.

Kesehatan, keselamatan, harta yang melimpah, anak yang banyak, jabatan yang tinggi, semua itu adalah contoh hal-hal yang sesuai dengan keinginan kita sebagai manusia.

Kita perlu kesabaran dalam menghadapi semua itu. Bagaimana wujud kesabarannya?

Kita yang selamat mau untuk peduli terhadap yang sedang terkena musibah.

Kita yang mempunyai jabatan, harus selalu berorientasi untuk membuat kebijakan-kebijakan yang membawa maslahat pada umat.

Kita yang mempunyai harta melimpah, harus mau untuk menyedekahkannya pada yang membutuhkan.

Kita yang mempunyai anak, harus mau untuk mendidiknya menjadi anak yang sholeh sholehah.

Alloh Swt. berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Artinya: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Ayat tersebut memberi peringatan kepada kita bahwa kenikmatan-kenikmatan yang telah kita terima, kita harus bersabar jangan sampai hal tersebut membuat kita lalai dari perintah-perintah Alloh.

Jama’ah jumat yang berbahagia.

Terkadang kita juga mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan maupun tabiat kita. Keinginan manusia yang hidupnya selalu ingin bebas, harus bisa bersabar untuk selalu menaati perintah-perintah Alloh.

Dalam menghadapi maksiat, kita harus bisa bersabar untuk menolaknya karena Alloh.

Ketaatan maupun kemaksiatan adalah dua hal yang kita masih bisa berikhtiar mengendalikan diri kita dalam menghadapinya. Terlebih dalam menghadapi perkara yang kita tidak punya ikhtiar dalam menghadapinya.

Seperti terjadinya musibah-musibah. Kebakaran hutan, tanah longsor, tsunami, kita haru bisa bersabar dengan cara menyadari bahwa itu semua adalah taqdir Alloh & kita harus mengintrospeksi diri.

Dari semua jenis kesabaran yang telah kita uraikan tadi, Syaikh Muhammad Jalaluddin dalam kitab Mau’idzotul Mu’mininnya mengungkapkan, pada hakekatnya sabar adalah kekonsistenan menjaga hal-hal yang membangkitkan nilai-nilai agama sebagai lawan dari hal-hal yang membangkitkan hawa nafsu.

Semoga dengan kita selalu bersabar, pertolongan Alloh akan selalu menyertai kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِفَهْمِهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ