Category Archives: Pojok Lirboyo

Haul Masayikh Lirboyo dan Pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailany

Haul Masayikh Lirboyo dan Pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailany

Kamis, 10 Juni 2021 | Pondok Pesantren Almahrusiyyah III Ngampel, menggelar Haul Masayikh Lirboyo dan Pembacaan Manaqib Sayyidina Syekh Abdul Qodir al-Jailany secara Virtual.

Acara ini dihadiri oleh para Habaib di antaranya Habib Mustofa bin Abdullah al-Haddar, Habib Mustofa bin Muhammad al-Jufri, Habib Ahmad Mustofa al-Haddar dan Pengasuh Pondok Pesantren al-Mahrusiyyah Lirboyo, KH. Reza Ahmad Zahid, dan KH. Melvin Zainul Asyikin.

Perhelatan majlis merupakan agenda tahunan dalam rangka berkirim do’a untuk segenap kaum Muslimin dan Muslimat, juga kepada kedua orang tua, para guru, khusunya para masayikh Lirboyo.

Susunan acara pada malam Jum’at tersebut diawali dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailany, dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’, dan disambung dengan pembukaan acara. Disusul juga sambutan dari Sohibul Bait Agus Haji Nabil Ali Ustman.

Beliau berharap dengan barakah pembacaan manaqib ini, wabah yang sedang melanda dapat segera selesai, juga bagi para santri diberikan dikelancaran dan kemudahkan dalam mencari ilmu.

Setelah sambutan selesai, acara ini kemudian dilanjutkan dengan mauidoh hasanah yang di bawakan oleh Habib Mustofa bin Muhammad al-Jufri.

Mauidhoh

Dalam mauidhohnya, beliau menukil perkataan dari salah seorang ulama;

ثَلَاثَةٌ لَابُدَّ أَنْ تَسْتَقِرَّ فِي ذِهنِكُمْ

“Tiga perkara yang hendaknya senantiasa ada dalam fikiran kalian.”

1. لَا نَجَاةَ مِنَ المَوْتِ

“Tidak ada yang selamat dari kematian.”

Beliau (Habib Mustofa) memaparkan dengan sangat jelas keterangannya bahwa setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian, dan jika hari ini kita (red. kita sebagai orang yang masih hidup) mendoakan orang-orang yang telah meninggal, maka kita juga akan dido’akan oleh orang-orang setelah kita.

2. لَا رَاحَةَ فِي الدُّنْيَا

“Dunia bukanlah tempat untuk bermalas-malasan.”

               Hal ini ditekankan oleh beliau khususnya bagi para pelajar untuk tidak diperbolehkan bermalas-malasan dalam mencari ilmu. Orang akan sukses ketika ia bersungguh-sungguh dalam pencariannya. Pesan beliau ini memunculkan semangat baru dalam diri para pelajar.

3. لَا سَلَامَةَ مِنَ النَّاسِ

“Tidak manusia yang selamat dari godaan manusia.”

               Maqolah ini sangat tepat untuk dijadikan tameng menjaga semangat santri dalam mecari ilmu. Bahwa seseorang pasti, dan tidak akan pernah luput dari godaan manusia. Di antara godaan manusia yaitu adanya pro-kontra. Ada yang mendukung dan ada yang bertolak belakang, walaupun bagi orang-orang yang sedang menuntut ilmu.

               Ketika ada hal-hal yang tidak disukai kita—akan pendapat orang lain, hal ini bisa dikatakan wajar. Maka langkah yang baik adalah ketika seseorang beramal harusah diniati karena Allah Swt. bukan yang lain.

               Acara ini ditutup dengan bacaan do’a, kemudian disambung penampilan dari hadroh Al-Mahrusiyyah.[]


Simak acara lebih lengkap di Haul Masayikh Lirboyo & Pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir | Lirboyo AL-Mahrusiyah
Baca juga: Pondok Pesantren Lirboyo Al-Mahrusiyah

Pondok Lirboyo IV Cabang Santren Blitar

Peresmian Madrasah Hidayatul Mubtadiin Cabang Santren, Kota Blitar diresmikan pada Rabu, 02 Juni 2021.

Acara dibuka oleh Bpk. Ma’rifatussholihin selaku Master of Ceremony.

Dilanjutkan lantunan ayat-ayat suci Al-qur’an oleh Muhammad Azrul.

Kemudian acara disambung dengan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Cabang IV yang dibawakan oleh Bpk. Agus M. In’amul Aufa.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Blitar, Bpk. H. Muslih.

Dan sambutan terakhir disampaikan KH. Atto’illah Sholahuddin Anwar selaku Mudir ‘Am MHM. Dalam penuturannya, Madrasah Hidayatul Mubtadiin yang diselenggarakan di Pondok Lirboyo IV Cabang Santren Kota Blitar adalah bagian yang terintegrasi dengan Madrasah Hidayatul Mubtadiin yang berada di Pondok LIrboyo.

Sehingga untuk sitem, kurikulum, pengajar, dan metode, menggunakan ketentuan yang sama dengan yang ada di Pondok Lirboyoo Pusat.

Sedangkan jenjang Pendidikan MHM yang dibuka di Pondok Cabang Blitar adalah kelas 3 dan 4 Ibtidaiyyah dengan peserta didik santri dari daerah Jawa Timur selain Kota, dan Kabupaten Kediri. Untuk jenjang berikutnya, para santri akan melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Lirboyo.

Fasilitas mendasar yang telah disiapkan di Pondok Lirboyo IV Cabang Santren untuk para santri meliputi:

  1. Asrama dengan 7 kamar
  2. Dapur
  3. Kantin
  4. Kos makan
  5. Kamar mandi berjumlah 22

Selain itu sebagai sarana pokok penunjang kegiatan belajar Madrasah Hidayatul Mubtadiin telah disediakan gedung-gedung lengkap dengan ruang guru, kantor administrasi, dan ruang kelas sebanyak 8 buah.

Peresmian Madrasah Hidayatul Mubtadiin Cabang Santren Kota Blitar ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh KH. M. Anwar Mansur dan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.

Mauidhotul hasanah menjadi acara pamungkas dalam peresmian Pondok Pesantren Cabang Santren. Dalam hal ini mauidhotul hasanah pertama dibawakan oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dan mauidhotul hasanah yang kedua sekaligus penutup dan do’a dibawakan oleh KH. Anwar Mansur.

Masayikh Lirboyo berpesan terutama kepada seluruh masyarakat sekitar Pondok Presantren Lirboyo IV untuk selalu membantu dan mendukung keberadaan pesantren ini. .[]

Baca juga:
PESANTREN SIDOMULYO BAKUNG BLITAR

Simak juga:
[TALKSHOW] PONDOK ZONASI

Pondok Lirboyo IV Cabang Santren Blitar
Pondok Lirboyo IV Cabang Santren Blitar

Kunjungan Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya & Kapolda Jawa Timur

Lirboyoet, Kediri-Sabtu 06 Juni 2020, Pondok Pesantren Lirboyo dikunjungi Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah
dan Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana beserta jajarannya dalam rangka silaturahim, memastikan kesiapan Pondok Pesantren Lirboyo dengan konsep Pondok Tangguh dalam menghadapi covid-19 menjelang diaktifkannya kembali proses pembelajaran di Pondok Pesantren Lirboyo.

Acara Kunjungan yang diselenggarakan di Gedung Yayasan tersebut diawali dengan sambutan atas nama Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo oleh Romo KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai konsep Pondok Tangguh oleh Kapolres Kediri Kota. Dalam Pemaparannya, AKBP Miko Indrayana menjelaskan 3 poin penting dalam konsep Pondok Tangguh. Ketiganya itu adalah ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan keamanan.

Setelah presentasi selesai, kemudian diisi dengan sambutan dari Gubernur Jawa Timur, lalu sambutan dari Pangdam V/Brawijaya dan diakhiri dengan mau’idzotul hasanah beserta doa oleh Romo KH. M. Anwar Manshur.

Pada akhir acara, Pondok Pesantren Lirboyo memberikan cindera mata untuk Gubernur, Pangdam dan Kapolres. Kemudian Gubernur juga memberikan bantuan peralatan medis untuk Pondok Pesantren Lirboyo.

“Mengenai skenario pemberangkatan santri akan dibagi menjadi beberapa gelombang. Untuk gelombang awal, santri yang datang ke Pesantren dibatasi hanya sepuluh persen saja atau sekitar 2.500 santri dari daerah terdekat. Sejak saat ini santri yang akan datang sudah dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing untuk berangkat ke pesantren pada 2 minggu mendatang atau tepatnya pada tanggal 28 Syawal 1441 H. / 20 Juni 2020 M.
Pembatasan jumlah santri yang berangkat ini ditujukan untuk bisa memungkinkan diterapkannya phisical distancing dan protokol kesehatan lainnya. Skenario ini akan terus dievaluasi selaras dengan perkembangan covid Nasional, untuk pengambilan langkah selanjutnya.”
Demikian penjelasan Agus HM. Abdul Mu’id Shohib saat diwawancarai oleh para wartawan.

Istighotsah Kubro Online

LirboyoNet, Kediri-Rabu 08 April 2020 pukul 19.30 WIB di Pondok Pesantren Lirboyo, tepatnya di Gedung Yayasan diadakan
Istighotsah Kubro secara online dengan tema “Mengetuk Pintu Langit, NU Hadir Untuk Negeri”. Acara terbatas tersebut dihadiri oleh Romo K.H. Anwar Manshur, Romo K.H. Abdulloh Kafabihi Mahrus,
Romo K.H. Anwar Iskandar, beberapa Kiyai dari Kediri, Segenap Gawagis Lirboyo dan beberapa instansi pemerintah.

Selain diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo, acara ini juga diadakan di Grahadi Surabaya.
Acara yang di siarkan secara langsung dari dua tempat ini dimulai pada pukul 19.30 sebagai acara pembukaan,
kemudian diisi sambutan oleh K.H. Marzuki Mustamar, lalu Sambutan dari Gubernur Jawa Timur,
Hj. Khofifah Indar Parawansa. Setelah itu Istighotsah dibuka dengan tawasul oleh
Romo K.H. M. Anwar Manshur selaku Rois Syuriah PWNU Jatim sekaligus Pengasuh PP Lirboyo.
Acara Istighotsah dipimpin oleh Romo K.H. Miftachul Akhyar, selaku Rois Aam PBNU.

Dengan diselenggarakannya istighotsah kubro yang bertepatan dengan malam nishfu sya’ban ini,
mudah-mudahan wabah yang melanda negeri kita ini lekas hilang, diangkat oleh Allah Swt, terang Cak Zulfa (Ketua 2 PP Lirboyo).

Tonton acaranya di:
ISTIGHOTSAH KUBRO ONLINE

Baca juga:
TRADISI DAN SEJARAH YASINAN PADA MALAM NISHFU SYA’BAN

Daurah Ilmiah Syeikh Awad Karim al-Aqli

LirboyoNet, Kediri – Kamis malam Jumat (12/03) Acara Daurah Ilmiah oleh Syeikh Awad Karim al-Aqli dimulai pukul 21:30 wib di Aula al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.

Masyayikh lirboyo beserta dzuriyah dan para santri turut hadir dalam acara tersebut.

Sebelum menuju Aula al-muktamar, Syeikh Awad Karim al-Aqli bersama masyayikh dan dzuriyah hadir dalam acara Tahlil dan Doa memperingati 100 hari wafatnya KH. Maftuh Basthul Birri.

Beliau berpesan kepada para santri, sesuai dengan pesan guru beliau. Para santri agar melakukan 3 perkara. Pertama, apabila bertemu dengan syeikh yang punya sanad, mintalah untuk mengaji. Kedua, jika tidak bisa, kita meminta kepada beliau sebuah ijazah. Ketiga, jika tidak bisa, kita meminta sekedar doa.

Beliau berpesan kepada seluruh santri bahwa, “Jangan pernah meremehkan ijazah, karena dengan ijazah lah kita bisa bersambung dengan Nabi Muhammad SAW. Alangkah bahagianya orang yang bisa mendapatkan wasilah sampai kepada Nabi Muhammad SAW.”

Ketika kita dihadapkan dengan sesuatu yang kita tidak tahu, maka jawablah tidak tahu. Bukan dengan merasa tahu.

مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا ࣖ – الكهف : ۱۷

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”

Jika ingin dapat hidayah, carilah seorang mursyid. Carilah tempat bertaubat. Bukan hanya menunggu.

 أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رواه البخاري ومسلم.

Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, (maka) baiklah seluruh tubuhnya. Dan apabila segumpal daging tersebut buruk, (maka) buruk lah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”. [HR al Bukhari dan Muslim].

Acara selesai pukul 22.52 Wib, diakhiri dengan doa penutup dan foto bersama.

Baca juga : Meneguhkan Toleransi Menuai Kontroversi

Ikuti Pondok Pesantren Lirboyo