Category Archives: Pojok Lirboyo

Sekilas Madrasah Diniyah Ponpes Haji Ya’qub

Madrasah diniyah Haji Ya’qub (MDHY) merupakan salah satu dari sekian banyak madrasah diniyah yang berada didalam pondok pesantren Lirboyo. Madrash ini berfungsi untuk mewadahi anak-anak yang merangkap dengan sekolah formal, mulai ditingkat  SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA sampai perguruan tinggi dan masih berkeinginan untuk memperdalam ilmu agama.

Lembaga yang berada dibawah naungan pondok pesantren Haji Ya’qub ini siswanya berjumlah sekitar 400 yang berasal dari seluruh nusantara dengan jenjang pendidikan mulai dari tingkat Ibtidaiyyah Tsanawiyyah hingga Aliyah. MDHY ini Selain diminati oleh santri PPHY sendiri, juga diminati oleh anak-anak disekitar pondok pesantren Lirboyo.

Madrasah yang telah berdiri sejak tahun 1996 ini mengenai Kurikulum dan Sistem pendidikannya mengiblat pada metode yang ada di MHM (Madrasah Hidayatul Mubtadiin) Pondok Induk, namun terdapat perbedaan yang sifatnya menyesuaikan dengan keadaan siswa. Untuk lebih jelasnya mengenai prosedur penerimaan siswa baru, rincian iuran pembayaran dan lain-lain, Pengunjung bisa download  klik halaman depan brosur dan klik halaman belakang brosur

Kunjungan MUI Kalsel

LirboyoNet, Kediri – Sabtu (23/02/13) Pondok Pesantren Lirboyo kedatangan tamu dari Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Rombongan yang diagendakan datang pada pukul 19.30 terlambat karena kemacetan sehingga datang di Pondok Lirboyo pukul 21.00.

Silaturrohim ini merupakan kunjungan kerja atau studi banding yang diprogramkan oleh MUI Kalimantan Selatan dengan jumlah anggota 18 orang dan sebagian dari LDII. Sambutan dari Pengurus Pondok diwakili oleh Bapak HM. Mukhlas Noer , beliau menyampaikan selamat datang dan terimakasih sudah bersilaturrohim kepondok Lirboyo dan ucapan maaf dalam penyambutan maupun yang lainnya kurang berkenan dihati rombongan terutama tempat yang berada dilantai tiga Kantor Muktamar karena  mayoritas berumur tua.

Studi banding ini diisi dengan berbagai pemaparan dan pertanyaan  mulai dari berdirinya pondok pesantren lirboyo sampai perkembangannya saat ini yang usianya sudah satu abad. Acara yang berlangsung sekitar dua jam ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Husein Nafarin, LC. Selaku pimpinan rombongan dan Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Selatan, sebelumnya beiau menyampaikan terimakasih sudah diterima dan mendoakan semoga Pondok Lirbyo tetap eksis  sampai hari akhir.akhlis

Kunjungan Sang Raja Dangdut

(Lirboyo.net) Sabtu, 12 Januari 2013, Pon-pes Lirboyo kedatangan Raja dangdut, yang juga telah mencalonkan dirinya sebagai raja atau presiden Republik Indonesia, Bang Haji Raden Roma Irama.

Jauh sebelum kedatangannya, tidak ada tanda-tanda penyanyi dangdut itu akan datang berkunjung. Acara penyambutan yang diselenggarakan di ndalem barat  KH. A. Idris Marzuqi baru diumumkan pukul 11.30 Wis saat musyawarah tingkat Tsanawiyyah dan Aliyyah sedang berlangsung.

Tampak dari kejauhan para bodyguard yang berpakaian serba hitam di halaman ndalem kyai Idris. Mobil-mobil mewah berjajar rapi di sepanjang jalan aspal menuju masjid Al Hasan. Barulah pukul 13.00 Wis para santri berduyun-duyun memadati area pertemuan ini, beserta pula santriwati dari Ponpes Tahfidhil Qur’an yang ditempatkan di depan teras ndalem serta masyarakat.

  Sebelumnya, kedatangan penyanyi yang terkenal dengan nada dan dakwah ini digadang-gadang akan datang pukul 13.00 wis. Namun, perkiraan panitia penyambutan meleset. Penyanyi dangdut itu datang lebih dari pukul 14. 30 Wis bersama rombongannya yang sempat juga berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri. Datang pula Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Ir. Hilmi Fahmi Zaini yang mengaku pernah berkunjung ke daerah Tulung Agung.

Ditemani sebagian masyayikh dan dzurriyah Ponpes Lirboyo, Bang Haji Rhoma beserta rombongan diperkenankan untuk memasuki ruangan jamuan makan di ndalem Kiai Idris. Hadir pula sebagian pejabat negara serta para kiai lokal dalam kunjungan Rhoma Irama yang pertama kalinya di Lirboyo ini.

Acara diawali dengan pembacaan surat al-fatihah oleh HM. Mukhlas Noer selaku pembawa acara. Setelah itu Ir. Hilmi Fahmi Faizal memberikan sedikit sambutannya mengenai kedatangan Bang Haji Rhoma Irama ke Lirboyo, yang juga merupakan salah satu kader Nahdliyyin.

Dalam sambutan yang kedua Bang Haji Rhoma Irama memberikan kejelasan mengenai isu pencalonannya menjadi Presiden RI pada Pemilu 2014 mendatang.

Dia bercerita mengenai kronologi di mana dirinya sampai terketuk hatinya untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Menurut pengakuannya, ada salah satu pihak yang menganggapnya pantas untuk menjadi orang nomor satu di Negara Pancasila ini, dengan pertimbangan telah memiliki popularitas dan memenuhi syaratnya. Ada juga pihak yang beranggapan bahwa Bang Rhoma memiliki akseptabilitas dan kapabillitas yang sudah tak diragukan lagi.

Bang Rhoma juga dikatakan sebagai Negarawan, memandang dari beberapa lagunya yang salah satunya mengangkat tema tentang hak asasi manusia. Sebelum korupsi semakin marak di negara, lagu Bang Rhoma juga telah mengangkat terlebih dahulu mengenai korupsi dan lain sebagainya. Namun, dia tidak langsung menerimanya, dan bahkan mengaku menolak tawaran itu

Pada Tahun 2009, sebenarnya dia juga ditawari kembali untuk menjadi presiden, tapi lagi-lagi dia menolak. Ujungnya di tahun 2012 karena beliau tetap didesak apalagi melihat kondisi bangsa Indonesia kian jauh dari cita-cita Pancasila serta nilai ketuhanan, kemanusiaan dan kesusilaan. Apalagi dalam media cetak maupun elektronik terus saja diberitakan konflik antaretnis dan agama. Hatinya akhirnya terketuk untuk menerima desakan dari para kiai dan habaib yang mendorongnya.

Dia juga sempat bercerita pernah mendirikan komunitas bernama Fahmi Tamaami. Komunitas itu dibentuk setelah sebelumnya dia pernah dikatakan bid’ah saat tahlilan di sebuah masjid.

Harapannya, semoga pemimpin di masa mendatang adalah pemimpin yang bisa membawa Negara Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Sebagai kenang-kenangan Bang Haji menutup perjumpaan dengan melantunkan tembang lagu Keramat diiringi dengan organ tunggal oleh salah satu kru-nya. Awalnya dia akan membawakan lagi yang terinspirasi dari ayat;”waminallaili fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asa ayyab’atsaka robbuka maqoman mahmuuda.” Tapi karena arrangernya tidak bisa, akhirnya yang dia nyanyikan lagu keramat. Dan para penonton sangat terhibur dengan penampilannya saat itu.

Acara kemudian ditutup dengan doa dengan dipimpin oleh KH. A. Idris Marzuqi dan diamini oleh seluruh hadirin yang hadir siang itu.][Akhlis

Pentas Barongsai di Haul KH. Imam Yahya Mahrus

Salah satu tanda orang besar adalah pengakuan orang banyak atas kebesaran jasa kehidupannya.

LirboyoNet, Kediri – Pergantian tahun Masehi beberapa hari yang lalu menjadi momen tak terlupakan bagi santri Lirboyo, khususnya unit Al Mahrusiyyah. Pasalnya selama sepekan sejak 30 Desember 2012 hingga 5 Januari 2013 ada agenda Haul I KH. Imam Yahya Mahrus dan Reuni Akbar I Ponpes HM Al Mahrusiyyah. Acara yang tak hanya melibatkan santri namun juga masyarakat setempat ini tak dilaksanakan di area Ponpes Lirboyo seperti biasanya. Akan tetapi di desa Ngampel, Mojoroto, tepatnya di area pesantren peninggalan almarhum, Al Mahrusiyyah III.

Sejumlah rangkaian acara yang telah diagendakan oleh pihak penyelenggara. Mulai dari bazaar, parade band, festival musik Islami, Reuni Akbar I, seminar nasional, tahlil akbar dan istighotsah kubro. Dalam hal ini HIDAYAH menyempatkan diri untuk mengikuti beberapa di antaranya.Terhitung ada 3 agenda yang berhasil kami liput. Apa saja? Let’s check it out!

Pembukaan Bazaar

Tenda besar terpampang di tengah lapangan yang menjadi pusat acara. Di dalamnya terdapat sejumlah stand yang kebanyakan dikelola oleh santri dan mahasiswa Tribakti. Namun petang itu, 30 Desember 2012 suasana area bazaar belum begitu ramai. Karena memang belum resmi dibuka.

Hingga pukul 20.00 WIB pengunjung yang kebanyakan adalah masyarakat setempat berduyun-duyun memenuhi area panggung. Rangkaian acarapun dimulai dengan penampilan salah satu band lokal. Beberapa saat kemudian seremonial resmi dilaksanakan begitu rombongan tamu kehormatan tiba.

Agenda yang dilaksanakan adalah pembukaan bazaar secara simbolis oleh Walikota Kediri, dr. Samsul Ashar dengan menabuh genderang yang Kemudian disusul dengan penampilan barongsai dan liang-liong. selanjutnya adalah launching buku Biografi KH. Imam Yahya Mahrus oleh KH. Reza Ahmad Zahid. Setelah itu rombongan meninggalkan area panggung untuk meninjau lokasi bazaar.

“Sebenarnya sudah sejak lama saya menanti terbitnya buku yang menguak tentang Kiai Imam yang amat kharismatik ini. Dan alhamdulillah kini sudah terealisasi,” ujar walikota dalam  sambutannya. “Insya Allah buku ini amat bermanfaat dan akan menjadi pustaka yang harus dimiliki oleh kita masyakarat Kediri.”

[ads script=”1″ align=”center”]

Tahlil Akbar

Sudah menjadi tradisi NU tiap malam Jum’at mengadakan tahlilan. Tak terkecuali malam itu, 3 Januari 2013 di lokasi acara. Beratus-ratus orang menyempatkan diri untuk mengikuti serangkaian dzikir dan doa untuk umumnya umat muslim, khusunya almarhum Kiai Imam Yahya. Tahlil kali ini dipimpin oleh sejumlah ulama besar. Antara lain Habib Abdulloh Al Haddar, KH. Abdul Hamid Abdul Qodir dan KH. Sholeh Saifuddin. Dilanjutkan dengan pembacaan maulid Diba’.

Agenda malam itu kian semarak dengan ceramah ilmiah yang disampaikan oleh ketua umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj. Dalam sambutannya Kiai Said banyak menyampaikan pentingnya andil warga NU dalam pembangunan bangsa di tengah zaman global sekarang ini. Dan yang terpenting adalah dengan tetap memegang teguh visi misi NU sebagai golongan ahlussunah wal jamaah.

“Al Qur’an tidak menjelaskan secara gamblang nama-nama sholat, rukun dan sebagainya. Lha kalau kenyataannya demikian, berarti orang-orang yang berkoar-koar cukup Al Qur’an dan Hadits saja adalah orang bodoh!” tegasnya.

Sebagai penutup acara rombongan tamu berziarah ke makam almarhum dan memanjatkan doa dengan diamini oleh para jamaah.

 Istighotsah Kubro

Hujan belum juga reda malam itu, 5 Januari 2013. Namun hal ini tidak menyurutkan para jamaah untuk mengikuti acara pamungkas rangkaian Haul I KH. Imam Yahya kali ini, yakni Istighotsah Kubro. Hadir malam itu KHA. Idris Marzuqi, KHA. Mustofa Bisri, KH. Anwar Iskandar, Gubernur Jatim, DR. Sukarwo beserta wakilnya, Walikota Kediri, dr. Samsul Ashar beserta wakilnya dan sejumlah tokoh lainnya. Habib Lutfi yang awalnya diagendakan hadir ternyata tidak bisa hadir.

Di tengah hujan hadirin diajak melantunkan dzikir dan sholawat bersama para masyayikh. Dilanjutkan pula lantunan sholawat dan maulid nabi. Hadirin tetap belum mau beranjak ketika sejumlah tokoh menyampaikan prakatanya.

Pakde Karwo dan Gus Ipul, sapaan gubernur jatim dan wakilnya banyak menyampaikan BOS Pesantren dan Madin yang kini sedang dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat. Tak lain karena ternyata metode pengajaran ala pesantren adalah yang terbukti optimal di antara yang selama ini diterapkan pemerintah.

Setelah itu mau’idhoh hasanah disampaikan oleh KH A. Mustofa Bisri. Dengan tetap dalam bingkai Haul KH Imam Yahya, Gus Mus banyak bercerita nostalgia ketika masih mondok di lirboyo dulu. “Bagaimanapun juga Gus Imam adalah kawan dekat saya ketika di sini (lirboyo) dulu. Semoga beliau diterima di sisiNya,” lanjut beliau.Selain itu kiai yang juga budayawan ini juga melengkapi alasan gubernur terkait BOS Madin kenapa harus pesantren yang mendapat kucurannya. “Faktor utama semua itu sebenarnya adalah barokah kiai,” tandasnya. Seluruh rangkaian acara haul ini kemudian ditutup dengan ngeblek bareng bersama jamaah, santri dan alumni Al Mahrusiyyah. {}akhlis

Kunjungan MWC LP. Ma’arif Mayong Jepara

LirboyoNet, Kediri – Pondok Pesantren Lirboyo untuk kesekian kalinya  Kedatangan tamu dari Pengurus MWC LP. Ma’arif kecamatan Mayong Jepara yang terdiri dari Kepala Madrasah dan Pengurus MWC.

Ahad pagi (16/12) Rombongan yang berjumlah 60 orang tiba di Pondok langsung disambut Pimpinan Pondok. Sambutan selamat datang diwakili oleh Bapak Ahid Yasin sebagai Ketua Empat Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus memperkenalkan Pengurus Pondok yang hadir pada acara tersebut. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan dari Pengurus MWC LP.Ma’arif kecamatan Mayong. Acarapun dilanjutkan dengan sambutan dari rombongan diwakili Ketua Tanfidzyah MWC, beliau menjelaskan kedatangan rombongan ingin mengetahui (studi banding) sistem  pendidikan dan managemen yang ada di Pondok  Lirboyo.

Pemaparan umum sistem pendidikan dijelaskan oleh Pengurus Madrasah disusul dengan sesi tanya jawab yang  dipandu oleh Bapak Imam Mustaghfirin. Acara ditutup doa yang dipimpin oleh KH. Masruhin HM.  Sebelum acara ditutup, penyerahan cindera mata dari Pondok Pesantren Lirboyo diserahkan oleh bapak Imam Mustaghfirin selaku Ketua Tiga Pondok Pesantren  Lirboyo kepada Pengurus MWC yang diwakili KH. Masruhin HM  Selaku Rois Syuriah MWC kecamatan Mayong kabupaten Jepara. (akhlis)