Category Archives: Pojok Lirboyo

PPHM Gelar Bahtsul Masa’il Kubro Jawa-Bali

LirboyoNet, Kediri – (04/12/2011) Sebuah Event besar beberapa hari lagi akan dilaksanakan Pondok Pesantren HM Lirboyo, kegiatan berskala Nasional tersebut adalah Bahtsul Masa’il Kubro yang akan diikuti oleh 48 Pondok Pesantren terkemuka se- Jawa Madura dan Bali.

Salah seorang panitia pelaksana Bahtsul Masa’il Kubro, Ust. Syaifulloh mengatakan “secara garis besar persiapan yang kami lakukan sudah rampung, baik yang berhubungan dengan sarana maupun prasarana” ujar nya, lebih lanjut Ust. Syaifulloh menambahkan seluruh undangan juga telah disebar, bahkan ada beberapa pesantren di bali yang di undang untuk ikut berpartisipasi. Demikian ungkapnya ketika dihubungi crew lirboyo.net via telephone.

Sekretaris umum pelaksana Bahtsul Masa’il kubro Agus H. Muhammad mengatakan “insya Allah persiapan kami 80% sudah ready, tinggal menunggu hari H nya saja, semoga tidak ada kendala” ujar Gus Muhammad yang juga putra pengasuh PPHM KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.

Dari draf yang di sampaikan panpel, agenda Bahtsul Masa-il kubro ini akan dilaksanakan dua hari Selasa s/d Rabu tanggal 14 -15 Desember 2011, bertempat di Aula PPHM dan Mushola HM, dari puluhan peserta Bahtsul Masa’il ini, akan terbagi menjadi 2 komisi (kelompok diskusi) yakni komisi A dan Komisi B. Pelaksanakan acara pada hari Rabu – Kamis, 18 – 19 Muharram  1433  H. / 14 – 15  Desember 2011  M. mulai pukul 16.00 WIB – selesai.

Ditinjau dari materi pembahasan yang akan di bahas dalam Bahtsul Masa’il Kubro ini, panitia pelaksana sengaja mengangkat beberapa tema aktual kemasyarakatan, diantaranya adalah : seputar hukum Nasionalisme, Klenik (hukum Penangkal Hujan), tarik ulur pencalonan nadzir masjid, bermaaf-maafan di hari raya, Penyiksaan binatang, Pengelolaan zakat kontemporer, Fenomena media yang berbau pornografi kesehatan dan lain-lain,

Adapun misi khusus yang akan dijadikan tema event tahunan ini adalah ” Mentransformasikan Buah Pikiran Para Shalafus Sholih, Dalam Ranah sosial Kemasyarakatan”, dengan harapan semoga dapat membuka cakrawala baru para aktifis Bahtsul Masa’il, sehingga mampu dan menjawab tantangan zaman. agar pelaksanaan Bahtsul Masa’il ini lebih bergengsi dan bermutu, panpel mengundang Dua orang Alumni, yakni KH. Azizi Hasbulloh dari Blitar dan Kyai Syahrowardi dari Trenggalek, yang kebetulan keduannya adalah anggota LBM PWNU JATIM.

Secara khusus pengasuh PPHM KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus berpesan kepada panitia pelaksana Bahtsul Masa’il agar fasilitas dan kenyamanan peserta Bahtsul Masa’il benar-benar dioptimalkan, ” Karena pesertanya berasal dari luar Lirboyo, tolong penghormatannya di maksimalkan,” ujar beliau santun. riff

Madin Tarbiyatul Athfal Berkembang Pesat

LirboyoNet, Kediri – (3/12/2011) Setelah hampir 2 bulan berdiri, salah satu Madrasah Diniyyah yang di hidupkan dan dikelola oleh Pondok Pesantren Lirboyo, yakni Madrasah Diniyyah Tarbiyatul Athfal,semakin diminati oleh Masyarakat sekitar, hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya anak-anak tingkat dasar yang mengikuti pendidikan di Madin Tarbiyatul Atfhal ini.

Kepala Madrasah Madin Tarbiyatul Athfal, agus Zulfa Lada’i Robi menjelaskan, “Alhamdulillah animo dan partisipasi masyarakat sekitar Madin sangat luar biasa, sehingga berbagai dukungan mengalir, mulai dari Moril hingga spirituil,” ujarnya bersemangat. Lebih lanjut ust. Zulfa menambahkan bahwa jumlah santri yang ikut belajar di Madin Tarbiyatul Athfal sekarang berjumlah 65 santri dan kesemuanya berasal dari daerah sekitar Madin.

Saat ini sistem Pendidikan yang diterapkan masih dalam tahap pengembangan dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat sekitar, “sementara waktu belajar yang di terapkan selama ini adalah mulai pukul 15.00 Wib hingga pukul 17.00 wib, sehingga diharapkan waktu belajar di Madrasah diniyah ini tidak mengganggu kegiatan formal lainnya.

Seperti di beritakan sebelumnya, Pondok Pesantren Lirboyo, memfasilitasi berdirinya kembali Madrasah Diniyah Tarbiyatul Atfhal, di kompleks Masjid Darussalam, kelurahan Mojoroto Kota Kediri. Saat ini staf pengajar yang dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar berjumlah 8 orang yang diambilkan dari santri senior Pondok Pesantren Lirboyo dan selanjutnya kegiatan belajar menempati 6 lokal kelas dan 1 unit kantor. riff

Ki Slamet Gundono Mampir di Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Dalang wayang fenomenal dengan media suket sebagai perantaranya, Ki Slamet Gundono, ahad pagi (3/12) mampir di Pondok Pesantren Lirboyo. Dalang Kontemporer asal Tegal Jateng ini didampingi beberapa teman karibnya dari komunitas Wayang Suket dan seorang pengamat kesenian dari Negara Jepang.

Dalam kunjungan silaturohim singkat tersebut. Ki Slamet Gundono di terima para Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo di Kantor Muktamar , diantaranya adalah Ketua Umum Agus Abdul Qodir Ridlwan, Ketua Satu Ust. H. Mukhlas Noer, Ketua Empat Ust. Murtadlo Yasin, Anggota Staf Penerangan Agus Syamsul Muien dan beberapa perwakilan pengurus Pondok Pesantren Lirboyo.

Dari penuturan yang disampaikan Ki Slamet kepada Pengurus Pondok, salah satu tujuan utama dia mampir di Lirboyo adalah mengunjungi salah satu sahabat di jejaring sosial, yang kebetulan adalah Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, “saya dan Ustad Mukhlas ini teman akrab di Facebook, jadi salah satu tujuan utama saya mampir kesini, adalah membuktikan keaslian ustad Mukhlas ini, jangan-jangan dia palsu,” ujar ki slamet di sambut tawa meriah para hadirin.

Dalam forum silaturohim yang dikemas dengan obrolan ringan seputar dunia Pesantren ini, Ki Slamet menjelaskan bahwa, sejatinya dia adalah orang Pesantren yang berdakwah ditengah masyarakat dengan media kesenian sebagai perantaranya, “sebenarnya diantara seni kebudayaan dan pesantren, tidak terdapat sekat sama sekali, namun justru berjalan beriringan,” ujarnya serius, lebih lanjut ki slamet berharap agar budaya dalam dunia Pesantren tetap dilestarikan, bukan malah di kucilkan, agar kedepan bisa berbaur dengan Masyarakat yang heterogen.

Di akhir kunjungan singkat itu, Ki Slamet memberikan hadiah indah kepada pengurus Pondok Lirboyo, dengan menyanyikan sebuah tembang akustik, yang ia ciptakan secara spontan pada saat masuk ke Pondok Pesantren Lirboyo. Suara Ki Slamet yang merdu dan petikan kecapi yang mendayu, menjadikan suasana menjadi hening sarat makna, ditambah dengan syair-syair yang di nyanyikan penuh dengan kritikan sosial.

Sesaat sebelum ki Slamet Gundono meninggalkan Lirboyo dan bertolak menuju Surabaya, Ki Slamet Gundono menyempatkan diri sowan ke ndalem KH. Idris Marzuqi dan meminta Do’a Restu dari pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. riff

Ribuan Santri Ikuti Doa Awal Tahun Hijriyah

LirboyoNet, Kediri – “Mensikapi fenomena bencana yang kerap kali terjadi akhir-akhir ini, harusnya kita dapat berbenah dengan instropeksi terhadap diri kita sendiri, mengapa musibah yang sedemikian besar dan beruntun ini datang silih berganti, sehingga kita mau bertobat dan mawas diri, “. Demikianlah sekilas penggalan ceramah yang di sampaikan oleh KH. Anwar Iskandar (pengasuh pondok pesantren Assidiqiyyah jamsaren Kota Kediri), dalam acara Do’a bersama akhir dan awal tahun Hijriyyah, yang di helat di Masjid Agung Kota Kediri sabtu petang (26/11).

Dalam kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini, berbagai elemen masyarakat tampak mengikuti dengan seksama seluruh kegiatan, mulai dari golongan santri hingga masyarakat umum, sehingga kapasitas Masjid Agung Kota Kediri tidak mampu menampung jamaah yang berjumlah belasan ribu jamaah, akhirnya meluber hingga terpaksa jalan raya di depan Masjid Agung ditutup sementara untuk menampung jamaah.

Khusus santri lirboyo Sejak sore hari, mereka telah berduyun-duyun menuju Masjid Agung Kediri dengan berjalan kaki, meskipun jarak yang ditempuh lumayan jauh, yakni sekitar 3 KM. Iring-iringan santri yang berjalan menuju masjid Agung membuat jalanan yang dilewati santri menjadi penuh, hingga membuat arus lalu lintas merambat pelan.

Dalam seremonial acara do’a bersama akhir dan awal tahun hijriyaah ini, diawali dengan istighotsah yang dipipin oleh KH. Abdul hamid Abdul Qodir (Pengasuh PP. Maunah sari Kediri), usai istigotsah dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Anwar Iskandar, diteruskan pembacaan do’a akhir tahun oleh KH. M. Anwar Manshur.

Usai sholat magrib, rangkaian kegiatan Do’a bersama diteruskan dengan pembacaan ayat kursi dan do’a awal tahun, dipungkasi dengan pembacaan Do’a yang di pimpin KH. A. Idris Marzuqi.

Menteri Agama Singgahi Lirboyo

LirboyoNet, Kediri – Menteri agama RI Drs. Suryadharma Ali, beserta beberapa staf Kementerian Agama RI dan beberapa staf Kantor Kemenag Wilayah Jawa timur didampingi KH. Nur Iskandar SQ (Pengasuh pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta), sabtu petang (03/12), berkesempatan sowan ke Kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. A. Idris Marzuqi.

Dalam kunjungan singkat tersebut, Menag di sambut langsung oleh KH. A. Idris Marzuqi didampingi KH. M. Anwar Manshur dan beberapa perwakilan Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo, di Ndalem Timur KH. A. Idris Marzuqi.

Keakraban diantara para Kyai dan Menteri Agama terlihat hangat, apalagi Menteri agama beserta KH. A. Idris Marzuqi dan KH. M. Anwar Manshur bersama-sama menunaikan Ibadah Haji dalam kapasitas sebagai Amirul Hajj RI, obrolan terasa ringan manakala kembali membicarakan kembali memori indah kala bertugas bersama memantau kegiatan seluruh Jamaah Haji Indonesia di tanah suci.

Mengutip pernyataan yang di sampaikan Menteri Agama di hadapan Mbah Kyai Idris, Menteri Agama ingin bersilaturohim kepada Masyayikh Lirboyo, sambil mengantarkan Air Zam-zam milik KH. A. Idris Marzuqi, pada saat menunaikan Ibadah haji.

Dari Informasi yang dihimpun oleh crew lirboyo.net, kehadiran Menteri Agama ke Lirboyo adalah, singgah sejenak setelah menghadiri acara Haul Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kabupaten Kediri, usai dari Lirboyo rombongan bertolak menuju Jakarta via Bandara Juanda Surabaya.riff