HomeDawuh MasyayikhCium Kaki Ibumu

Cium Kaki Ibumu

0 7 likes 840 views share

Fa ‘alaikum bil ijtihâd. Bersungguh-sungguhlah kalian. Manisnya surga tidak mudah diraih. Kalian harus bersabar dan bersungguh-sungguh. Membangun rumah itu mudah. Tapi tidak dengan membangun pondok pesantren. Karena itu saya berterima kasih kepada para ulama yang telah menjaga kemurnian ilmu Rasulullah saw. Mereka telah bersungguh-sungguh untuk menjaga kemurnian itu. Kalian juga harus bersungguh-sungguh seperti beliau-beliau. Karena kalian adalah para pewaris mereka. Para pengganti ulama.

Kalian harus bekerja keras. Tulis masalah-masalah dan faedah-faedah. Kalian butuh kesabaran tingkat tinggi. Dengan itu, kalian bisa meraih sukses. Ikuti jalan yang telah dicontohkan oleh nabi, as-sulûk an-nabawiy as-syarîf. Terutama, kalian harus berakhlak baik.

Barang siapa yang menunda-nunda shalat, tidak memprioritaskannya, maka shalat akan menyia-nyiakannya. Jikalau ada rumah yang penghuninya meninggalkan shalat, sungguh rumah itu akan berdoa kepada Allah, “jangan kembalikan dia dalam keadaan selamat.” Kalau sudah seperti itu, kalian akan jauh dari keterbukaan pikiran dan hati. Jauh dari futûh. Wal ‘iyâdzu billâh.

Jangan biasakan melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama, oleh pondok. “pengurus tidak tahu, kiai tidak tahu,” jangan begitu. Jangan anggap tidak ada yang melihatmu. Ingat! Allah selalu memandang kita.

Kiai kalian adalah orangtua kalian. Berbuat baiklah kepada beliau. Berbuat baiklah kepada orangtua.

و قضى ربك أن لا تعبد الا اياه و بالوالدين احسانا

Perintah Allah untuk hanya menyembah kepada-Nya, dibarengi dengan perintah untuk berbaik dengan orangtua. Lihat! Allah menyebut perintah ini bersamaan, bukan sendiri-sendiri. Ini artinya, tidak dianggap orang yang menyembah kepada Allah, kalau ia tidak berbuat baik kepada kedua orangtuanya.

Cium kaki ibumu. Saat pulang, cium kaki ibumu. Sayangi mereka. Saat di pondok, sering-seringlah tanyakan padanya, “Apa kabar? Sehatkah?” itu adalah bentuk sayangmu kepadanya. Sambung terus dirimu dengan orangtua. Jangan ketika sudah disibukkan dengan yang lain, lupa orangtua. Sudah menikah, tidak ingat mereka. Berbuat baiklah, karena perbuatan yang sama akan dilakukan anak-anak kalian. Kita akan merasakan apa yang kita lakukan kepada orangtua.][

 

Disarikan dari mauidzah yang disampaikan Habib Abdul Qodir Jailani as-Syathiri saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo pada Senin, 03 Rabiul Akhir  1438 H./02 Januari 2017 M. di serambi Masjid Lawang Songo.