Daurah Ilmiah Ushul Fiqh Bersama Syekh Muhammad Amin As-Syinqithy

Pada hari Rabu, 17 Agustus 2022, Ma’had Aly Lirboyo kembali mengadakan Kuliah Umum dengan tema Daurah Ilmiah Ushul Fiqh yang ditutori oleh Syekh Muhammad Amin dari Syinqith, Mauritania, Afrika Utara.

“Diadakannya dauroh ilmiah kami berharap Ma’had Aly Lirboyo dapat memperkaya khazanah keilmuannya. Sehingga ke depannya, Ma’had Aly Lirboyo dapat memberikan penyejuk di tengah kedahagaan bangsa akan ilmu agama.” Ungkap Mudir ‘Am Madrasah Hidayatul Mubtadiin KH. ‘Athoillah S. Anwar pada saat memberikan sambutan.

Pengenalan Profil Syekh Muhammad Amin As-Syinqithy
  • Metode Pembelajaran yang Berada di Kota Syinqith

Sedikit ulasan tentang biografi Syekh Muhammad Amin, beliau datang dari kota Syinqith, Mauritania, Afrika Utara. Pembelajaran yang ada di sana terkenal dengan metode belajar yang sangat ketat. Bahkan jika ingin menyantri di sana, minimal dari setiap bidang ilmu, para santri harus menghafalkan beribu-ribu bait.

Misalnya dalam bidang ilmu nahwu, tidak hanya Alfiyah Ibn Malik saja yang harus dihafal, akan tetapi minimal 4000 bait. Qoidah fikih minimal 500 – 1000 bait, balaghah minimal 2000 bait, Mustholah hadis minimal Alfiyah as-Suyuthi dan Alfiyah al-‘Iroqi. Selain itu, jika santri tersebut bermadzhab Maliki, maka minimal yang harus dihafalkan adalah kitab Mukhtashor Kholil. Sedangkan ketika santri tersebut bermadzhab Syafi’i, maka kitab yang dihafalkan minimal Minhaj at-Tholibin. Kalau semua yang disebutkan sudah dihafal, maka santri tersebut baru bisa nyantri (belajar). Ungkap Ustadz Faishol, selaku rombongan yang menemani Syekh Muhammad Amin.

  • Mengajar di Universitas Ternama

Dalam segi nasab, Syekh Muhammad Amin bersambung sampai kepada Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Hasan. Keistimewaan beliau yang lain yaitu ketika beliau masih muda, sudah diminta oleh Habib Hasan Abdullah as-Syathiri untuk mengajar di kota Tarim, khususnya dalam bidang ilmu alat pada tahun 1997 M.

Tidak lepas dari itu, pada tahun 2004, Syekh Muhammad Amin dipercaya oleh Habib Baharun untuk mengajar di Universitas Jami’atul Ahqof dalam kurun waktu yang lama. Dikarenakan faktor kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk lebih lama bermukim di Yaman, beliau kemudian pindah ke Uni Emirat Arab atas permintaan Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufri untuk mengajar di sana, sekaligus Habib Ali turut ikut serta untuk belajar kepada beliau dalam kurun waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.