Dawuh Habib Syech dalam Acara Lirboyo Bersholawat

Pada malam hari, ini kita termasuk orang yang tergolong manusia-manusia yang cinta kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam. Tidak mungkin kita berkumpul di sini kecuali kita cinta kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam.

Walaupun kita belum pantas untuk dikatakan sebagai pecinta, tetapi rasa cinta ini yang akan mendekatkan kita dengan Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam.

Insya Allah rasa cinta ini yang akan membawa semua yang hadir ini, menuju ke pintu Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam dan nantinya kita dikumpulkan bersama beliau di surganya Allah.

Kita tidak lupa kepada seluruh muassis dari pada Pondok Lirboyo. (Tidak lupa) kepada Kiai Mahrus, Kiai Marzuqi, Kiai Abdul Karim dan seluruh putra-putri beliau, yang mana mereka-mereka adalah orang-orang yang hebat yang telah mencetak manusia-manusia yang hebat di muka bumi Indonesia ini, dan di seluruh penjuru dunia.

Perjalanan Habib Syech Ke Luar Negeri Bertemu dengan Alumni Lirboyo

Saya pergi ke beberapa tempat di luar negeri, saya berjumpa dengan orang-orang Lirboyo. Mereka alumni-alumni lirboyo, masya Allah. Ini suatu keberhasilan dan suatu kebanggaan bagi saya waktu bertemu dengan mereka.

Waktu saya di Mesir (bertemu dengan seseorang) katanya; “saya alumni lirboyo bib.” Saya waktu pergi ke yaman, ketemu dengan alumni lirboyo lagi. Jadi jika disebut nama lirboyo, hati saya langsung bergetar (tertegun).

Perumpamaan Kecintaan Habib Syech Kepada Pondok Lirboyo

Alhamdulillah, kita di sini merasakan kegembiraan yang luar biasa. Kalian para santri-santri ini, termasuk orang yang beruntung.

Alhamdulillah, di sini masih ada beliau KH. Anwar Manshur, ada KH. Abdulloh Kafabihi, ada KH. AHS. Zamzami dan ada KH. An’im Falahuddin.

Muda-mudahan, semua dzuriyah lirboyo dapat selamat sampai yaumil qiyamah. Saya dan dzuriyyah saya, insya allah akan berkhidmah kepada lirboyo sampai yaumil qiyamah. Diundang atau tidak, yang terpenting saya datang.

Jika Malaikat Izrail ingin mencabut nyawa saya, (saya bilang) “nanti dulu, saya mau ke lirboyo, mau menyelesaikan (silaturahmi dan menjaga hubungan baik) dengan lirboyo.” Terus bismillah. Semua itu sebab kecintaan saya kepada semua yang ada di lirboyo.

Batu yang ada di Lirboyo ini beda dengan batu yang ada di Solo. Batu yang ada di Lirboyo, walaupun tidak terlalu bagus, namun saya lebih mencintainya daripada batu yang ada di Solo.

Semua itu karena batu tersebut berada di tempat orang-orang yang sangat saya cintai. Jadi semua yang berada di tempat orang-orang yang kita cintai itu, semuanya menjadi baik (bagus).

Hubungan Pondok Lirboyo dengan Habib Syech Tidak Akan Putus

Alhamdulillah, hubungan ini antara Lirboyo dengan Solo tidak akan terputus. Dari utusan Pondok Lirboyo, sering datang ke Solo membawa rombongan santri-santri untuk bersholawat setiap hari Rabu.

Semoga putra-putri keturunan Mbah Abdul Karim semoga mendapatkan keberkahan dzohiron wa bathinan. Dan semua santri-santri yang sedang menuntut ilmu, alumni lirboyo dan yang akan masuk di lirboyo, semuanya insya Allah tergolong manusia-manusia yang cinta kepada Allah dan rasulnya. Cinta kepada sahabat Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam.

Insya Allah walaupun amal kita belum seperti mereka (orang-orang yang lebih sholeh), tetapi orang-orang yang cinta itu, berada di romongan mereka.

Orang yang cinta (kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam) itu sepeti ini (sambil menunjuk para jamaah).

Orang-orang yang hadir ini tidak semuanya baik. Pasti ada satu dua orang yang kurang baik. Namun berhubung berkumpul dengan orang-orang yang baik, jadi terlihat semuanya terlihat baik. Nanti insya Allah akhirnya pasti akan menjadi baik. Sebab berkumpul dengan orang-orang yang baik. Nanti di akhir hayat, orang yang kurang baik itu wafatnya juga akan baik.

Maka dari itu, jika kita cinta, cintailah dengan hal-hal yang baik-baik. Jangan cinta yang tidak ada artinya. (Seperti berkumpul di majelis pengajian, dzikiran dan manaqiban di Pondok Lirboyo).

Keinginan Habib Syech untuk Mondok di Lirboyo

Cintailah para kiai kita, cintailah para ulama kita, (dengan begitu) kita akan mudah dalam menuntut ilmu. Ilmu akan mudah didapatkan kalau dilandasi dengan cinta.

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Engkau akan bersama orang yang kau cintai.”

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu.”

Orang yang ingin dikatakan cinta kepada Allah, artinya harus ikut. Namanya ikut itu ngawulo (menghamba atau ikut tinggal serta belajar kepada orang yang memliliki kelebihan ilmu).

Sebenarnya, saya ingin menjadi santri lirboyo, namun sudah terlanjur tua. Ingin jadi santrinya Mbah Kiai Anwar, tapi tidak bisa. Ingin sekali melayani Romo-romo Kiai. Karena mereka adalah orang-orang hebat yang telah mencetak sekian banyak manusia yang hebat.

Saya ini (diberi amanah) dititipkan santri pada bulan Ramadhan cuma 30 orang. Mengurus satu bulan saja saya sudah pusing. Gayanya saja, badannya besar, tinggi, namun mengurusi santri 30 orang saja pusing.

Lah ini, para romo kiai-kiai kita. Masya Allah, bisa mengurusi orang sebanyak ini (sambil menunjuk para jama’ah yang hadir dalam acara lirboyo bersholawat) bagaimana caranya kalau bukan karena pemberian dan keistimewaan dari Allah.

Tidak mungkin jika bukan didirikan oleh orang-orang yang hebat, tidak mungkin jadi seperti ini. Apalagi Pondok Lirboyo (sudah berdiri) lebih dari 100 tahun. Masya Allah, manfaatnya luar biasa.

Santri laki-laki dan santri putri, semangat terus dalam emnuntut ilmu. Kalian semua menjadi harapan-harapan agama, orang tua dan harapan bangsa.

Kesan Habib Syech Solawatan di Pondok Lirboyo

Sholawatan di Lirboyo itu selalu terkenang. Belum selesai mengenang (keistimewaan Pondok Lirboyo), sholawatan lagi. (Habib Syech mengucapkan kalimat ini sambil tersenyum).

Anda bisa melihat siaran ulang acara Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di sini.
Anda juga bisa membaca artikel berita tentang Awal Mula Lirboyo Bersholawat di Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.