HomeDawuh MasyayikhDawuh KH. AHS Zamzami Mahrus: Jangan pernah putus asa

Dawuh KH. AHS Zamzami Mahrus: Jangan pernah putus asa

Dawuh Masyayikh 0 4 likes 1.1K views share

Dalam acara pembukaan aktifitas Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo, KH. AHS Zamzami Mahrus memberikan wejangan perihal belajar di Pondok Pesantren.

“Di dalam Pondok Pesantren yang kita cari tidak lain adalah ilmu dan barokah. Keduanya bisa kita dapatkan dengan melakukan empat hal.

Pertama,bersunggung-sunggung. Mempeng. Karena mempeng itu penting sekali. Adakala santri memang susah dalam memahami dan menghafal. Jika seperti itu, seharusnya tidak lantas membuat kita putus asa. Semangat dalam mencari ilmu meski dengan susah payah. Mbah Abdul Karim dulu ketika mondok rekoso (kesulitan; red) luar biasa, itu sebabnya ilmu beliau barokah.

Kedua menghormati guru, sebagai murid kita dituntut untuk menghormati guru. Salah satunya adalah dengan selalu husnudzon kepada guru. Ketika guru melakukan kesalahan, tetap harus husnudzon. Karena kesalahan adalah manusiawi.

Ketiga, memuliakan orang tua, berbicaralah kepadanya dengan baik dan santun. Bantu mereka ketika kita di rumah. Ke empat, tidak lupa mendoakan tiga hal diatas. Karena setelah kita ikhtiar, kita juga harus berdoa.

Ada empat hal lagi yang bisa menjadikan budak seperti sayid.

Pertama, ilmu. Karena orang yang mempunyai ilmu dan tidak jelas berbeda bobotnya. Kedua, amanah. Ketika kita diberi tanggungjawab kita melaksanakannya semaksimal mungkin. Salah satunya adalah tanggungjawab musyawarah.

Ketiga, jujur. Kejujuran adalah kunci dari derajat seseorang. Seperti dalam sebuah hadits;

 إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى الجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا. وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا 

“Sesungguhnya kejujuran akan menujukan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan menuju syurga. Seseorang yang jujur akan dicatat oleh Allah sebagai orang yang jujur. sesungguhnya kebohongan menujukan kepada kelaliman, dam kelaliman itu akan membawa ke neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan dicatat oleh Allah sebagai seorang pembohong.” (HR. Bukhari – Muslim)

ke empat, adalah Akhlaqul Karimah. karena percuma ketika kita memiliki banyak ilmu namun kita tidak mempunyai etika. empat hal ini harus saling melengkapi jika ingin derajat yang luhur, entah itu di sisi Allah atau manusia.

Jangan lupa pula untuk menjalankan sholat berjamaah. Karena sholat jamaah sebagian dari asbabul futuh seseorang.

*disampaikan dalam acara Pembukaan Aktivitas Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.