HomeDawuh MasyayikhDawuh KH. Nurul Huda Ahmad: Mikul Duwur Mendem Jero

Dawuh KH. Nurul Huda Ahmad: Mikul Duwur Mendem Jero

0 1 likes 37 views share

Santri-santri dulu itu kebanyakan paling tinggi belajarnya sampai kitab Amriti (kitab nahwu tingkat dasar-menegah) Namun begitu, mengapa kok bisa Ampuh-ampuh? Karena dibareng dengan ikhtiar-ikhtiar semacam tahajud dan semacamnya.

Apa bila kita mau mengamalkan ilmu yang kita dapat, maka Insyaallah Allah akan memberikan ilmu lain yang belum kita ketahui.
Hendaknya seorang santri itu harus bisa memegang prinsip ‘Mikul duwur mendem jero’ artinya kita bisa menjaga martabat guru serta pesantren dan menyimpan serapat-rapatnya jika terdapat kekurangan.

Al-Maghfurlah Yai Idris (KH. Ahmad Idris Marzuqi) sering mewanti-wanti hendaknya para pengajar itu berusaha bagaimana agar para siswa bisa tenang dalam belajar, semangat, serius dan tidak memikirkan hal-hal yang tidak perlu.

Sering juga dianjurkan yai Idris, hendaknya para pengajar itu menyisihkan waktu tersendiri untuk melaksanakan salat malam. Walaupun hanya dua rakaat. Idealnya tahajud delapan rakaat, witir tiga rakaat.

Saat mengajarkan sesuatu yang pernah kita pelajari, pasti akan mendapatkan ilmu baru yang tidak kita peroleh sewaktu mempelajarinya dulu. Itulah diantara manfaat tikror (mengulang-ulang ilmu) yang disebutkan dalam kitab Ta’lim al-Mutaalim.

Mbah kiai Manshur (Ayahanda KH. M. Anwar Manshur) itu setiap waktu Ashar sampai menjelang Maghrib tidak pernah meninggalkan ngaji kitab Safinatussolah.
Saat ditanya mengapa demikian? Beliau menjawab: “Apakah saya sudah benar-benar bisa membacanya? Kalau pun iya, lalu apakah sudah benar-benar memahaminya? Kalau sudah paham, apakah bisa mengamalkannya dengan benar? Kalau sudah mengamalkan, apakah mampu untuk ikhlas?” Demikian beliau benar-benar memahami manfaat tikror dalam ilmu.

Seorang pengajar itu hendaknya dengan niat yang ikhlas. Ikhlas khidmah kepada ilmu, masayikh dan santri.

Disampaikan pada sidang paripurna kwartal I di gedung LBM P2L, Jumat 15 Sep. 2018 M.(IM)