660 views

Fadhillah Sholat Berjamaah | KH. M. Anwar Manshur

Tulisan di bawah ini adalah dawuh KH. M. Anwar Manshur tentang ‘Fadhillah Sholat Berjamaah.’

Jama’ah itu pahalanya 27 kali lipat dibandingkan sholat sendirian. Ini baru pahalanya belum termasuk fadhilahnya. Anda sholat sama-sama lima menit, ketika sholat bersama Imam (dengan berjamaah), ini sama dengan sholat 27 kali.

Tapi jika Anda tidak jama’ah, lalu Anda sholat 27 kali, itu tidak jadi, tidak sah. Bisa dicapai ya hanya dengan jama’ah itu. Jadi kalau kita jama’ah itu kita sholatnya dilipat gandakan sampai 27. Di samping itu sholat itu kan harus ingat pada Allah Swt. (Khusyu’). Hatinya mengingat Allah.

Lho ini kalau tidak mengingat Allah, padahal sholat itu diperintahkan untuk mengingat Allah, ya tidak tercapai fungsinya. Tapi kalau berjama’ah, satu masjid oleh Malaikat semuanya dianggap khusyuk. Sudah tidak ada masalah.

Satu Masjid yang khusyu’ sebagian, yang sebagian tidak khusyu’. Karena mau untuk berjama’ah, maka semuanya dicatat sebagai orang yang khusyu’. Itulah Fadhilahnya berjama’ah. Sampai-sampai satu masjid itu yang khusyu’ hanya imamnya saja, karena mau berjama’ah, maka semuanya dianggap sebagai orang yang khusyu’. Sampai imamnya pun tidak khusyu’. Karena berjama’ah, (dianggap sebagai orang yang khusu’). Ini lho, Fadhilahnya berjama’ah seperti ini.

Bedanya dilipatgandakan 27 kali, seperti ini. Jadi sebegitu banyaknya orang yang berjama’ah hingga imamnya pun tidak khusyu’, tetap dikategorikan sebagai orang yang khusyuk sebab berjama’ah.

Di samping itu masya Allah, jama’ah itu menerangi hati. Nyaman di hati. Sholat itu sulit sekali (untuk bisa khusyu’). Sholat 2 raka’at kok tidak lalai sama sekali (hatinya), sudah itu orang pilihan.

Dua Raka’at saja, jangan sampai lalai sama sekali, itu sudah orang pilihan. Karena syaitan dalam menggoda itu, masya Allah. Sama saja, Anda dan saya sama saja, sama-sama manusianya. Sebelum takbir tidak ingat apa-apa, setelah (takbir) Allahu akbar, tadi Anda mencari uang tidak ketemu, (tiba-tiba ingat) o, tadi saya menaruhnya di bawah tikar. Itu muncul di dalam hati. Ini gangguan syaitan.

Maka dari itu sebelum sholat dianjurkan untuk membaca surat An-Nas. Memohon untuk dijaga dari gangguan syaitan, gangguan iblis.

Mulai sebelum takbir, direnungkan kita akan menghadap Allah Swt. Harus ingat kepada Allah Swt, sewaktu membaca إياك نعبد وإياك نستعين harus ingat.

Sesuatu yang tadinya tidak diingat, oleh syaitan dimunculkan semua (ke dalam fikiran). Hal-hal yang terlupakan jadi terfikirkan semua.

Itu gangguan. Sulitnya sholat hingga seperti itu. Apa lagi kalau sholatnya hanya jungkar-jungkir, seperti (pohon) pisang ambruk, itu malah tidak ada apa-apanya.

Mari kita perhatikan shalat berjamaahnya.

Dawuh beliau ini digubah dan diterjemahkan dengan perubahan seperlunya.

tonton juga videonya di Fadhillah Sholat Berjamaah | KH. M. Anwar Manshur
baca juga: Tentang Shalat Jamaah

5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.