Fenomena Cek Kodam

Akhir-akhir ini banyak sekali beredar fenomena cek kodam. Banyak pemilik akun medsos yang mengaku mampu melihat jin pelayan manusia tersebut, lantas melakukan siaran langsung untuk mengecek dan melihat khodam para viuwers.

Sementara dari pihak viewers ada yang percaya bahwa kemampuan tersebut benar adanya. Sehingga, mereka rela berjam-jam menonton siaran langsung cek kodam demi mengetahui kodam apa yang menyertainya. Ada juga mereka yang menonton hanya sekedar iseng dan hiburan belaka tanpa memercayai penglihatan streamer.

Di kalangan masyarakat masih simpang siur terkait pemahaman khodam ini. Ada yang mengatakan bahwa khodam adalah arwah nenek moyang, ada yang mengatakan khodam adalah bangsa jin yang terikat “kontrak” dan pemahaman-pemahaman yang lain. Lantas apakah islam membenarkan pemahaman tersebut?

Percaya Alam Ghaib

Islam memercayai keberadaan makhluk gaib, makhluk lain ciptaan Allah Swt. yang berada pada dimensi atau alam lain yang tak kasat mata. Sebagaimana maklum bahwa selain manusia Allah juga menciptakan malaikat, iblis dan jin.

Mengenai eksistensi malaikat dan iblis, dalam al-Qur’an, Allah menceritakan bagaimana karakter keduanya yang saling bertentangan, Malaikat yang tidak pernah durhaka kepada Allah;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Serta Iblis yang menentang perintah Allah sehingga mendapat laknat hingga hari akhir,

وَاِذ قُلنَا لِلمَلٰٓٮِٕكَةِ اسجُدُوا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوا اِلَّا اِبلِيسَؕ اَبٰى وَاستَكبَرَ  وَكَانَ مِنَ الكٰفِرِينَ‏

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.”

Sementara manusia dan jin, keduanya sama-sama masih berjuang untuk menentukan nasibnya kelak di akhirat. Artinya baik manusia dan jin keduanya mendapat taklif untuk beribadah kepada Allah Swt. Serta memerangi hawa nafsu selama menjalani kehidupan di dunia.

Allah Swt Berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,”

Qorin, Makhluk Gaib Yang Menyertai Manusia

Meski berbeda dimensi alam, bukan berarti mustahil terjadi interaksi antara makhluk ciptaan Allah Swt. Setiap manusia pasti memiliki qorin (pendamping) dari malaikat dan jin. Malaikat akan terus membimbing dan membisikkan kebaikan sementara jin yang buruk (setan) akan terus membisikkan keburukan dan menjerumuskan manusia kedalam kedurhakaan.

Nabi bersabda;

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَإِيَّايَ إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَق

“Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan dikuasai pendamping dari kalangan jin.” Mereka bertanya: Anda juga, wahai Rasulullah? beliau menjawab: “Aku juga, hanya saja Allah membantuku mengalahkannya lalu ia masuk Islam, ia hanya memerintahkan kebaikan padaku.”

Dalam riwayat lain;

وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنْ الْمَلَائِكَةِ

“Melainkan dikuasai pendamping dari kalangan jin dan dari kalangan malaikat.”

Setiap dari manusia pasti akan disertai malaikat, jin atau setan. Malaikat akan membisikkan kebaikan sementara setan akan berusaha untuk membisikkan keburukan.

Perlu diketahui bahwa setan dan iblis adalah satu jenis dengan jin. Jin yang baik adalah golongan jin yang tidak menyekutukan Allah Swt. dan beriman kepada Nabi Muhammad. Sementara jin yang selalu menggoda manusia adalah golongan jin yang menyekutukan Allah kala mereka menolak untuk sujud kepada Nabi Adam.

Redaksi  فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَق memberikan pemahaman bahwa qorin nabi, baik malaikat dan jin semuanya menuntun dan menolong nabi dalam kebaikan, bahkan menurut pendapat yang kuat iblis yang menyertai nabi masuk islam dan membantu nabi dalam kebenaran.[1]

Percaya Dan Meminta Bantuan Pada Khodam (Jin)

Salah satu kelebihan jin adalah mendapat kemampuan dari Allah Swt. untuk mengubah bentuknya sesuai keinginan. Jin juga dapat melihat alam manusia bahkan menggangu dan ikut campur urusan manusia kecuali orang-orang yang mendapat pertolongan Allah Swt. Sementara manusia tidak dapat melihat alam jin apalagi menganggu dan ikut campur urusan mereka kecuali atas kehendak Allah.

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka”. [Araf: 27]

Sebagaimana manusia, jin juga makan, minum dan beranak pinak. Jin dan manusia sama-sama mendapat tuntuan beribadah kepada Allah supaya kelak terhindar dari siksa neraka. Sehingga jin ada yang baik (taak kepada Allah) juga ada yang buruk (durhaka kepada Allah).

Meskipun demikian percaya dengan omongan jin, apalagi meminta bantuannya, merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh syari’at. Sehingga apapun yang terlintas dalam benak kita hendapaknya kita timbang dengan nalar yang sehat dan kita kembalikan pada ajaran syari’at yang benar.[2]

Khodam bukan berasal dari arwah nenek moyang

Khodam bukanlah berasal dari arwah nenek moyang, sebab setelah meninggalkan dunia arwah manusia akan berada pada tempat yang telah tertentu. Dalam Ianah at-tholibin abu bakar syatho menjelaskan; dalam i’anah at-tholibin, abu bakar syatho menjelaskan;

Ruh ada lima macam: Ruh para ambiya, Ruh para syhada (orang-orang syahid), Ruh orang-orang ta’at, Ruh orang-orang bermaksiat dari orang beriman, Ruh segala orang kafir.

Kelima ruh ini setelah dicabut oleh malaikat izra’il bertempat pada tempat tertentu,

Adapun ruh para ambiya menuju surganya Allah memakan makanan lezat dan kenikmatan lainnya. Ruh para syuhada menetap diatas satu burung yang hijau yang membawa ruh-ruh tersebut mengelilingi sungai-sungai di surga Allah SWT, memakan dan minum dengan penuh kenikmatan, diwaktu malam meraka menetap disuatu tempat yang indah bola lampunya bergantungan terbuat dari emas.

Selanjutnya ruh orang-orang ta’at dari kalangan mu’min akan Allah pertempatkan dalam kebun surganya para ruh tersebut tidak makan dan tidak bernikmat-nikmat melainkan hanya melihatnya saja.

Keempat adalah ruh orang yang maksiat, Allah tempatkan diantara langit dan bumi layaknya seperti kapas yang berterbangan.

kelima, ruh orang-orang kafir akan ditempatkan diatas burung yang hitam dan berada dalam satu penjara di bawah bumi yang ketujuh badannya melengket dengan bumi dan mereka akan merasakan kesakitan yang luar biasa, sehingga hal ini bisa dirasakan oleh jasadnya dialam kubur sana.[3]

Baca Juga: Menumpang Adat Menyisipkan Islam

Subscribe: Pondok Lirboyo

[1] Abu Zakariyya, Yahya Ibn Syarf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Sahih Muslim ibn al-Hajaj, h. 157-158 jilid 17, Beirut; Dar al-Ihya’ at-Turats al-‘Arobiy.

[2] Fatawi al-Azhar, Mufi: ‘Athiyah Saqr (1914-2006), Fatwa bulan Mei 1997.

[3] Abu Bakar Syatho, ‘Ianah at-Tholibin, Hal. 123 Jilid. 2.

One thought on “Fenomena Cek Kodam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.