Halaqah Fikih Peradaban: Ijtihad Ulama NU dalam Bidang Sosial Politik

Halaqoh Fikih Peradaban

Lirboyo.net (Kamis, 28/12/2023) – Halaqah Fikih Peradaban kembali diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo. Bertempat di aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, dengan tema ‘Ijtihad Ulama Nahdlotul Ulama dalam Bidang Sosial Politik’.

Hadir dalam acara ini beberapa Pengurus Nahdlatul Ulama, di antaranya; KH. Anwar Manshur (Mustasyar), KH. Miftachul Akhyar (Rais ‘Aam), KH. Anwar Iskandar (Wakil Rois ‘Aam), KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus (Rais), KH. Ahmad Said Asrori (Katib ‘Aam), KH. Athoillah Sholahuddin Anwar (Katib), KH. Reza Ahmad Zahid (Katib), KH. Yahya Cholil Tsaquf (Ketum) dan Drs. H. Saifullah Yusuf (Sekjen).

Miftachul Akhyar beranggapan bahwa diadakannya halaqah fikih peradaban tidak lain untuk melahirkan fiqh ijtihadi, walaupun bukan dianggap sebagai ijtihad, hanya sebatas i’adzatun nadzar atau ilhaq binadzariha, sebagai upaya untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang datang silih berganti di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Halaqoh Fikih Peradaban di Pondok Pesantren Lirboyo
Halaqoh Fikih Peradaban di Pondok Pesantren Lirboyo

Dalam perhelatan halaqah ini, KH. Yahya Cholil Tsaquf juga menegaskan bahwa kedaulatan pendirian Nahdlatul Ulama memiliki visi untuk membangun peradaban baru dengan kepemimpinan dari para ulama, di mana visi tersebut sudah tidak muncul lagi dalam dunia Islam.

“Nahdlatul Ulama didirikan untuk membangun peradaban baru. Saya menolak tesis tentang pendirian NU sebagai tanggapan atas menangnya wahabi di Hijaz, saya tolak itu. Mungkin ada kaitannya dengan itu, namun tidak hanya itu. NU didirikan dengan visi yang lebih besar, yaitu untuk membangun peradaban dengan kepemimpinan dari para ulama.

Ini adalah visi yang sudah ratusan tahun yang tidak muncul lagi dalam dunia Islam, dan baru dimulai di Indonesia ini dengan lahirnya NU.” Ungkap KH. Yahya Cholil Tsaquf secara mantap yang diikuti oleh tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Pedoman Politik Menurut KH. Mahrus Ali

Halaqoh Fikih Peradaban di Pondok Pesantren Lirboyo yang kedua.
Halaqoh Fikih Peradaban di Pondok Pesantren Lirboyo yang kedua.

Pada kesempatan yang sama, KH. Anwar Iskandar juga memberikan penjelasan tentang metode politik yang diajarkan oleh KH. Mahrus Ali pada masa ketika KH. Anwar Iskandar masih nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo.

Beliau mengungkapkan pada era Gestapo (65), tepatnya 1967, Mbah Yai Mahrus Ali, setiap malam Jum’at, di gedung Al-Ihwan, mengajarkan kepada para santri yang sudah tamat, pelajaran politik! Tidak cuma beliau saja yang mengajar, tetapi ada beberapa kyai juga yang ikut menggembleng; yakni almaghfurlahum KH. Syafii Sulaiman, KH. Manshur Adnan. KH. Syafii Marzuqi.

Di antara isi materi yang disampaikan oleh KH. Mahrus Ali pada saat itu;

  1. “Politik iku nek di tulis gawe tulisan arab wacane fawallaytuka (Politik itu kalau ditulis pakai bahasa arab bacanya fawallaytuka, yang bermakna aku menguasaimu). Jadi politik itu untuk menguasai kekuasaan yang kemudian dibuat kemaslahatan!”.
  2. “Politik iku kudu ono mubaalah (Politik itu harus adalah mubaalah, yang berarti kepedulian)” Lalu Mbah Yai Mahrus menyitir hadis, “Laysa minna man-lam yubaali biamril muslimin (Bukan golongan kami, yang tidak peduli urusan Muslim).
  3. “Politik ojo ta’assub, kerono politik dudu agomo (Dalam berpolitik jangan fanatik, karena politik bukan agama). Politik hanya alat untuk tujuan. Politik hanya wasaa-il (perantara/alat), walaupun kadang al-wasaa-il hukmul maqaasid (alat sebagaimana tujuan). Sebab dalam politik yang abadi hanya kepentingan!”.Lalu Mbah Yai Mahrus menyitir hadis Kanjeng Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang orang yang suka dan membenci harusnya yang sedang-sedang saja. “Politik ojo jeru-jeru. Nek jeru-jeru mentase angel (Berpolitik jangan terlalu dalam, nanti sulit keluarnya)”.
  4. “Politik ora oleh (tidak boleh) menghancurkan persatuan”. Lalu Mbah Yai Mahrus mencontohkan orang-orang yang salah memahami politik hingga Sayyidina Ali, Sayyidina Utsman, Sayyidina Umar radhiyallahu anhum dibunuh!

Anda juga bisa membaca Halaqoh Fikih Peradaban di Pondok Pesantren Lirboyo yang pertama. Tonton juga video lengkapnya di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.