Hukum Berkurban Hasil Patungan Bersama

Hukum Berkurban Hasil Patungan Bersama

Mendekati momentum hari raya Idul Adha, tak sedikit masyarakat yang patungan atau iuran uang untuk membeli hewan kurban. Upaya tersebut ditujukan tak lain dalam rangka meringankan beban orang lain untuk berkurban.

Dalam sudut pandang syariat, patungan hewan kurban adalah hal yang diperbolehkan dengan syarat jumlah orang yang patungan tidak melebihi batas ketentuan hewan kurbannya. Imam an-Nawawi mengatakan:

يَجُوزُ أَنْ يَشْتَرِكَ سَبْعَةٌ فِي بَدَنَةٍ أَوْ بَقَرَةٍ لِلتَّضْحِيَةِ سَوَاءٌ كَانُوا كُلُّهُمْ أَهْلَ بَيْتٍ وَاحِدٍ أَوْ مُتَفَرِّقِينَ

“Dibolehkan iuran tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhannya bagian dari keluarga  maupun orang lain.” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, VIII/398)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.