HomeKonsultasiHukum Cebok Menggunakan Tisu Toilet

Hukum Cebok Menggunakan Tisu Toilet

Konsultasi 0 8 likes 2.9K views share

Assaamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana hukumnya bersuci (cebok) menggunakan media tisu toilet? Apakah dapat mensucikan? Mohon penjelasannya, terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Ratih P., Majalengka)

_________________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Dengan karakteristik dan keistimewaan yang tidak dimiliki zat lain, air merupakan media paling utama dalam bersuci. Namun dalam beberapa varian toilet, khususnya toilet modern, terkadang ketersediaan air sangat sedikit atau bahkan tidak disediakan air yang secara khusus dapat digunakan untuk bersuci. Namun meskipun demikian, keberadaan tisu berperan sebagai alat bersuci dan pembersih pengganti air.

Dalam sudut pandang khazanah literatur fikih, keberadaan tisu dapat digunakan dalam istinja’ (cebok) apabila sudah memenuhi kriteria barang yang dapat digunakan untuk cebok, yaitu benda padat, suci, mampu mengangkat kotoran dan bukan tergolong benda yang dimuliakan.[1]

Bahkan lebih mendalam, Sayyid Abdurrahman al-Masyhur secara tegas menuturkan dalam kitab kodifikasinya yang berjudul Bughyah al-Mustarsyidin sebagaimana berikut:

يَجُوْزُ الْإِسْتِنْجَاءُ بِأَوْرَاقِ الْبَيَاضِ الْخَالِى عَنْ ذِكْرِ اللهِ كَمَا فِى الْإِيْعَابِ

Diperbolehkan cebok dengan menggunakan kertas-kertas putih (tisu) yang tidak tertulis Allah di dalamnya, sebagaimana keterangan dalam kitab al-I’ab.”[2]

Meskipun demikian, penggunaan tisu sebagai media istinja’ (cebok) pengganti air harus memenuhi beberapa ketentuan, diantaranya adalah tisu digunakan seketika sebelum najisnya kering, najis yang keluar tidak merempet kemana-mana (hanya berada di sekitar tempat keluarnya), dan tidak ada najis lain yang keluar selain najis yang hendak disucikan. []waAllahu a’lam


[1] Khotib as-Syirbini, Al-Iqna, hlm. 54.

[2] Abdurrahman al-Masyhur, Bughyah al-Mustarsyidin, hlm. 28.