HomeKonsultasiHukum dan Keutamaan Mengumandangkan Adzan di Liang Kubur

Hukum dan Keutamaan Mengumandangkan Adzan di Liang Kubur

Konsultasi 0 1 likes 3.3K views share

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salah satu amaliah umat Islam yang menjadi perbincangan adalah mengumandangkan adzan ketika memasukkan jenazah ke dalam liang kubur. Sebenarnya bagaimanakah hukumnya? Dan apakah ada keutamaan atau fadhilah khusus dari hal tersebut? Terimakasih, mohon penjelasannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Ahmad ZA, Lombok – NTB)

_____________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Di antara para ulama, permasalahan adzan ketika memasukkan jenazah ke dalam liang kubur masih diperselisihkan (khilafiyyah). Di antara mereka ada yang menganjurkan namun ada pula yang tidak menganjurkan. Sayyid ‘Alawi al-Maliki mencoba menjadi penengah dari dua poros pendapat tersebut. Beliau mengatakan dalam kitabnya yang berjudul Majmu’ Fatawa wa Rasail:

اَلنَّوْعُ الثَّالِثُ فِعْلُهُ فِي الْقَبْرِى بَعْدَ وَضْعِ الْمَيِّتِ فِيْهِ. وَهَذا لَمْ يَثْبُتْ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخُصُوْصِهِ لَكِنْ قَالَ الاَصْبَحِيْ لَا اَعْلَمُ فِيْ ذَلِكَ خَبَرًا وَلَا اَثَرًا اِلَّا شَيْئَا يُحْكَى عَنْ بَعْضِ الْمُتَأَخِّرِيْنَ قَالَ لَعَلَّهُ قِيْسَ عَلَى اسْتِحْبَابِ الْاَذَانِ وَالْاِقَامَةِ فِي اُذُنِ الْمَوْلُوْدِ وَكَاَنَّهُ يَقُوْلُ الْوِلَادَةُ اَوَّلُ الْخُرُوْجِ اِلَى الدُّنْيَا وَهَذَا اَخِرُ الْخُرُوْجِ مِنْهَا. وَفِيْهِ ضُعْفٌ فَاِنَّ هَذَا لَايَثْبُتُ اِلَّا بِتَوْقِيْفٍ اَعْنِى تَخْصِيْصَ الْاَذَانِ وَالْاِقَامَةِ وَاِلَّا فَذِكْرُ اللهِ تَعَالىَ مَحْبُوْبٌ عَلَى كُلِّ حَالٍ اِلَّا فِي وَقْتِ قَضَاءِ الْحَاجَةِ

Macam yang ketiga adalah adzan yang dilakukan setelah meletakkan mayit di dalam kuburan. Perbuatan ini tidak ada dalil khusus dari Rasulullah Saw. Tapi al-Ashbahi berkata: Dalam hal itu saya tidak menjumpai khabar atau atsar kecuali dalil yang diceritakan oleh sebagian ulama mutaakhirin, (mereka mengatakan) mungkin perbuatan itu disamakan dengan kesunahan adzan dan iqamah di telinga anak yang baru lahir. Seakan-akan ia ingin mengatakan, bahwa kelahiran merupakan awal masuk ke dalam dunia sedangkan kematian merupakan akhir keluar dari dunia. Pendapat seperti ini termasuk lemah karena mengkhususkan adzan dan iqamah tersebut merupakan perbuatan yang langsung diatur oleh Allah Swt. Namun—yang perlu diperhatikan—bahwa zikir kepada Allah Swt. merupakan perbuatan yang sangat disenangi, kapanpun dan dimanapun, kecuali saat buang hajat.”[1]

Mengenai keutamaannya, dalam kitab I’anah at-Thalibin, Sayyid Abi Bakar Muhammad Syato ad-Dimyathi mengutip pendapat ibn Hajar:

إِذَا وَافَقَ إِنْزَالُهُ القَبْرَ أَذَانٌ خَفَّفَ عَنْهُ فِى السُّؤَالِ

Ketika jenazah diturunkan ke dalam kubur bersamaan dengan adzan maka jenazah tersebut diringankan dari pertanyaan kubur.”[2] []WaAllahu a’lam


[1] Majmu’ Fatawi wa Rasa’il, hlm. 113.

[2] I’anah at-Thalibin, II/230.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.