HomeKonsultasiHukum Memakai Kaos Bergambar Salib

Hukum Memakai Kaos Bergambar Salib

Konsultasi 0 2 likes 26.6K views share

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kami ingin bertanya, bagaimanakah hukum seorang muslim memakai kaos atau atribut lain yang bergambar salib? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Maulana R., Serang-Banten)

__________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Saat ini banyak ditemukan atribut atau aksesoris semisal kaos, topi, tas, gelang dan sesamanya yang bergambar salib. Dan tak jarang ditemukan beberapa pemuda muslim yang memakai berbagai varian atribut atau aksesoris tersebut.

Dalam Islam, umat Islam dilarang menyerupai golongan non muslim dalam berbagai hal, salah satunya yang berkaitan dengan cara berpakaian dan berbusana. Namun dalam hal pakian dan busana, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan. Dalam salah satu keterangan dalam kitab Majmu al-Fatawa wa ar-Rasail karya Sayyid Alwi al-Maliki al-Hasani disebutkan:

وَأَمَّا مَا كَانَ خَاصًا بِالْكُفَّارِ وَزَيَا مِنْ أَزْيَائِهِمُ الَّتِى جَعَلُوْهَا عَلَامَةً لَهُمْ كَلُبْسِ بُرْنَيْطَةٍ وَشَدِّ زِنَارٍ وَطُرْطُوْرِ يَهُوْدِيٍّ وَغَيْرِ ذَلِكَ فَمَنْ لَبِسَهُ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ رِضًا بِهِمْ وَتَهَاوُنًا بِالدِّيْنِ وَمَيْلًا لِلْكَافِرِيْنَ فَهُوَ كُفْرٌ وَرِدَّةٌ وَالْعِيَاذُ بِاللهِ وَمَنْ لَبِسَهُ اِسْتِخْفَافًا بِهِمْ وَاسْتِحْسَانًا لِلزَّيِّ دُوْنَ دِيْنِ الْكُفْرِ فَهُوَ اَثِمٌ قَرِيْبٌ مِنَ الْمُحَرَّمِ وَاَمَّا مَنْ لَبِسَهُ ضَرُوْرَةً كَأَسِيْرٍ عِنْدَ الْكُفَّارِ وَمُضْطَرٌّ لِلُبْسِ ذَلِكَ فَلَا بَأْسَ بِهِ وَكَمَنْ لَبِسَهُ وَهُوَ لَا يَعْلَمُ اَنَّهُ زِيٌّ خَاصٌ بِالْكُفَّارِ وَعَلَامَةٌ عَلَيْهِمْ أَصْلًا لَكِنْ اِذَا عَلِمَ ذَلِكَ وَجَبَ خَلْعُهُ وَتَرْكُهُ وَأَمَّا مَا كَانَ مِنَ الْأَلْبِسَةِ الَّتِى لَا تَخْتَصُّ بِالْكُفَّارِ وَلَيْسَ عَلَامَةًُ عَلَيْهِمْ اَصْلًا بَلْ هُوَ مِنَ الْأَلْبِسَةِ الْعَامَّةِ الْمُشْتَرَكَةِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ فَلَا شَيْءَ فِى لُبْسِهِ بَلْ هُوَ حَلَالٌ جَائِزٌ اهـ

Adapun atribut yang dikhususkan bagi kalangan non muslam dan pakaian yang menjadi identitas khusus mereka, seperti memakai topi keagamaan, ikat pinggang  khusus, serta aksesoris kaum Yahudi lainnya. Sehingga barang siapa dari umat muslim yang memakainya atas dasar rela dengan agama mereka, serta memiliki ketergantungan hati kepada non muslim maka ia menjadi kufur dan murtad. Dan barang siapa yang memakainya dengan tujuan meremehkan mereka serta untuk memperindah pakaian, bukan dilihat dari sisi agama non muslim, maka ia telah berbuat kesalahan yang mendekati perilaku haram. Dan barang siapa memakainya dalam keadaan darurat seperti ketika ia menjadi tawanan orang non muslim dan dipaksa untuk memakainya, maka hal itu tidak masalah. Begitu juga (tidak masalah) ketika ia memakai atribut itu dalam keadaan ia tidak mengetahui bahwa aksesoris itu menjadi ciri khas kelompok non muslim. Namun ketika pada suatu saat ia mengetahuinya, maka wajib untuk segera melepas dan meninggalkan aksesorisnya. Adapun pakaian-pakaian yang tidak menjadi ciri khas non muslim serta tidak menjadi identitas khusus mereka, akan tetapi sudah menjadi pakaian masyarakat secara umum antara umat muslim maupun non muslim, maka hukum memakainya diperbolehkan.”[1]

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa gambar salib sudah menjadi identitas dan ciri-ciri khusus umat kristiani. Sehingga hukum memakainya adalah haram bahkan bisa murtad apabila ada kerelaan serta mengagungkan agama mereka. Karena sudah merambah ke dalam ranah ciri khas dan identitas khusus peribadatan yang melekat, alasan toleransi tidak dapat dibenarkan dalam persoalan ini.

[] WaAllahu a’lam


[1] Sayyid Alwi al-Maliki al-Hasani, Majmu’ al-Fatawa wa ar-Rasail, hlm. 183.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.