HomeKonsultasiHukum Seorang Muslim Memasuki Gereja, Benarkah Murtad?

Hukum Seorang Muslim Memasuki Gereja, Benarkah Murtad?

Konsultasi 0 12 likes 10.1K views share

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saat ini, di jagad dunia maya sedang diperbincangkan sebuah trailer film yang memperlihatkan adegan seorang muslim memasuki gereja? Bagaimanakah hukumnya, apakah dihukumi mutad atau tidak? Mohon penjelasannya. Terimakasih admin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Alwi B., Blitar-Jawa Timur)

_____________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Persoalan seorang muslim memasuki gereja sebenarnya sudah menjadi masalah klasik yang kembali mengemuka di masyarakat. Sejak dulu, para ulama salaf telah memperbincangkan persoalan ini. Dalam beberapa litaratur fikih klasik pun sudah banyak dijelaskan hukum seorang muslim memasuki gereja bahkan hukum salat di dalamnya.

Dalam hal ini, para ulama masih berselisih pendapat (khilaf). Namun secara umum mayoritas ulama memperbolehkan seorang muslim memasuki gereja, apalagi untuk kepentingan dakwah, membawa misi kerukunan antar umat beragama dan semacamnya. Sebagaimana penjelasan imam al-Maqshidi dari madzhab Hanafi:

وَلَهُ دُخُوْلُ بِيْعَةٍ وَكَنِيْسَةٍ وَنَحْوِهِمَا وَالصَّلَاةُ فِي ذَلِكَ وَعَنْهُ يُكْرَهُ اِنْ كَانَ ثَمَّةً صُوْرَةٌ

Diperbolehkan bagi orang Islam untuk memasuki Biah (tempat ibadah agama Yahudi) dan gereja (tempat ibadah agama Nasrani) atau sesamanya. Bahkan boleh salat di dalamnya, namun makruh apabila di tempat tersebut terdapat gambar yang diharamkan.”[1]

Begitu pula menurut mayoritas ulama madzhab Syafi’i pun memperbolehkan. Namun sebagian ulama mengajukan beberapa syarat, sebagaimana penjelasan Muhammad bin Sulaiman al-Madani dalam kitab Mawahib al-Madaniyyah:

وَشَرْطُ الْحِلِّ أَيْضًا أَنْ لَا تَحْصُلَ مَفْسَدَةٌ مِنْ تَكْثِيْرِ سَوَادِهِمْ وَاِظْهَارِ شِعَارِهِمْ وَاِيْهَامِ صِحَّةِ عِبَادَتِهِمْ وَتَعْظِيْمِ مُتَّعَبَّدَاتِهِمْ

Syarat kebolehan (masuk tempat ibadah agama lain) adalah tidak menimbulkan kerusakan (mafsadah) seperti menimbulkan persepsi untuk memperbanyak golongan non muslim, menyiarkan agama non muslim, menimbulkan dugaan keabsahan ibadah dan mengagungkan tempat ibadah mereka.”[2]

Dengan demikian, apabila tidak ditemukan mafsadah di atas, maka ulama Syafi’iyah memperbolehkan seorang muslim untuk memasuki tempat ibadah agama lain. Jadi sampai saat ini belum ditemukan pendapat ulama yang secara tegas memvonis murtad terhadap seorang muslim yang memasuki gereja.[]WaAllahu a’lam


[1] Al-Maqshidi, Al-Adab as-Syar’iyyah, vol. III hlm. 431.

[2] Muhammad bin Sulaiman al-Madani, Mawahib al-Madaniyah, vol. II hlm.399.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.