Alasan Kenapa Kita Harus Berjihad Melawan Kebodohan

awal mula haul haflah

Jihad Melawan Kebodohan – Pada masa sekarang, jihad—khususnya di negara yang sudah merdeka termasuk Indonesia—sudah bukan bermakna peperangan menggunakan senjata, bom, rudal dan lain sebagainya. Karena di negeri ini sudah dirasa aman, sehingga tak perlu lagi adanya pertumpahan darah.

Beda halnya dengan negara yang sampai saat ini belum memperoleh status aman, bahkan dalam situasi yang berbahaya. Di mana kemerdekaan masih teramat jauh dipandang, maka jihad mengangkat senjata masih perlu untuk dilakukan.

“Kebodohan adalah perkara yang merusak harus dihilangkan.”

Menerapkan Jihad pada Negara yang Sudah Merdeka

Jihad melawan kebodohan

Konsep jihad pada negara yang sudah merdeka dan aman dari berbagai serangan, menjadi tantangan tersendiri. Karena dalam negara yang sudah aman, konsep jihad sendiri bermanuver untuk melawan musuh yang bernama kebodohan.

Melawan kebodohan tidak bisa dianggap sepele. Karena syari’at mewajibkan kita untuk selalu mencari ilmu sekalipun harus menempuh perjalanan jauh agar terhindar dari kebodohan[1].

Tips Agar Berhasilan dalam Menerapkan Jihad Melawan Kebodohan

Jihad melawan kebodohan

Untuk mencapai keberhasilan dalam jihad melawan kebodohan, setidaknya ada dua hal yang harus dikerjakan:

  • Menghiasi diri dengan ilmu pengetahuan

Kita semua tahu bahwa menuntut ilmu adalah entitas yang wajib dimiliki bagi seluruh umat manusia, apalagi seorang Muslim. Hal ini sebagaimana dawuh Rasulullah:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah dari Anas ra.)

Di samping itu, para ulama juga sering memperingatkan bahwa kebodohan adalah perkara yang merusak dan memiliki banyak madharat.

  • Menyebarkan ilmu yang dimiliki

Mengaji Di Pesantren

Setelah kita memperhatikan diri kita, kita juga harus ingat terhadap saudara kita, dengan cara seorang pemilik ilmu memiliki tanggung jawab menyebarkan ilmunya kepada orang lain.

Bahkan, dalam al-Qur’an Allah melaknat orang-orang yang dengan sengaja menyembunyikan ilmunya.

Maka termasuk sebuah kewajiban bagi orang yang sudah memiliki ilmu, untuk mengajari orang-orang awam (belum mengetahui) tentang sesuatu yang menjadi kewajiban mereka, seperti; sholat, puasa, zakat, dan haji[2].

Untuk menambah pengetahuan, Anda bisa membaca tentang Tata Cara Menata Niat dalam Belajar

Ketika dua hal di atas kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, sangat mungkin kebodohan dapat kita hilangkan di muka bumi ini. Dan umat Islam secara keseluruhan akan menjadi pemimpin peradaban di tengah kemajuan zaman yang begitu cepat.

Referensi:

[1] Said bin Muhammad Ba’aly Ba’isyan, Busyr al-Karim, (Dar al-Minhaj, cetakan I 2004 M), I/199
(ويجب تعلمه) لنفسه ونحو طفله (ولو بالسفر) وإن طال إن قدر ووجد مؤن السفر المعتبرة في الحج ووقت وجوب التعلم من الإسلام فيمن طرأ إسلامه وفي غيره من التمييز عند حج ومن البلوغ عند م ر وكذا غير التكبير من الواجبات

[2] Abdurrohman bin Muhammad bin Husen bin Umar Ba’lawy, (Bugyah al-Mustarsyidin, cetakan I ) I/10
ويجب على العلماء والحكام تعليم الجهال ما لا بد منه مما يصح به الإسلام من العقائد، وتصح به الصلاة والصوم من الأحكام الظاهرة، وكذا الزكاة والحج حيث وجب.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.