Jumadil Awal : Keutaman hingga Peristiwa Pentingnya

Jumadil Ula : Keutamaan hingga Peristiwa Pentingnya

Dalam kalender Hijriah (Kalender Islam) terdapat sebuah bulan yang cukup istimewa. Banyak peristiwa besar Islam terjadi di dalamnya. Sebuah bulan yang telah menjadi saksi Sejarah selama beberapa abad. Bulan yang namanya cukup familiar di telinga kita saat ini. Yakni “Jumadal Ula”.

Bulan ini terletak pada urutan nomor lima setelah bulan Rabi’ul Akhir. Ada yang menyebut bulan ini dengan Jumadal Ula, Jumadal Awwal, dan Jumadil Ula. Entah karena apa, nama-nama yang berbeda tersebut telah mengemuka di Tengah-tengah Masyarakat, khususnya Masyarakat Indonesia sendiri.

Sebagai seorang Muslim/Muslimah sejati sudah selayaknya mengetahui peristiwa besar Islam apa saja yang terjadi pada bulan Jumadal Ula. Agar Sejarah peradaban Islam yang ada tidak musnah. Disamping itu, manakah sebenarnya penyebutan yang benar dari nama-nama bulan yang berbeda tersebut. Apakah Jumadal Ula, Jumadil Awwal, atau Jumadil Ula?.

Jumadil Ula, Jumadal Awwal, atau Jumadal Ula

Jumadil Awal, Jumadal Ula, atau jumadil ulakemenag.go.id

Menurut kaidah Bahasa Arab (linguistik arab), penyebutan Jumadil Ula dipandang lemah. Pasalnya, pola fu‘ali harus berakhiran dengan ha’ lazimah (sehingga menjadi jumadiyah), seperti kata qurasiyah dan shurahiyah. Disamping itu, yang benar adalah dengan mengharokati fathah huruf dal sehinggan menjadi Jumadal Ula (Shalahuddin Khalil, Tashhih al-Tashif, halaman 215).

Ada pula yang menyebutnya dengan Jumadal Awwal. Namun menurut gramatika Arab (nahwu), kata awwal yang berarti ‘pertama’ tidak bisa menjadi sifat dari kata jumada yang masuk kategori muannats (feminim). Hal ini diperkuat oleh Imam al-Farra’ yang menyatakan, semua nama bulan Arab terkategori mudzakkar (maskulin) kecuali Jumadal Ula dan Jumadal Akhirah.

Dengan demikian, nama yang tepat untuk bulan kelima Hijriah adalah Jumadal Ula karena kata sifat yang tepat untuk menyifati kata jumada bukan al-awwal, melainkan al-ula yang berbentuk muannats. (Muhammad ibn al-Mustanir ibn Ahmad, al-Azminah wa Talbiyatul Jahiliyyah, hal. 45).

Asal Mula Penamaan Jumadal Ula

Asal Usul Penamaan Jumadal Ulapngtree.com

Menurut Abu Sa‘id, penamaan bulan Jumadal Ula seperti nama beberapa bulan Arab yang lain, juga dilatarbelakangi oleh musim yang terjadi pada bulan tersebut, yaitu musim dingin (syita’). Jumada sendiri berasal dari kata jamada, yang berarti ‘beku’ sesuai dengan keadaan air yang beku di musim dingin (Ibnu Manzhur, Lisanul ‘Arab, jilid 3, hal. 130; dan al-Harawi, Tahdzib al-Lughah, jilid 10, hal. 358).

Umumnya musim itu terjadi selama dua bulan. Sehingga nama ini pun disematkan pada dua bulan terjadinya musim tersebut, yakni Jumadal Ula dan Jumadal Akhirah. Sebagaimana diketahui masyarakat Arab memiliki enam musim, yaitu ar-rabi al-awwal (musim semi pertama), shaif (musim panas), qaizh (puncak musim panas), al-rabi‘ al-tsani (musim semi kedua), kharif (musim gugur), dan syitha (musim dingin) (Ibnu Manzhur, Lisanul ‘Arab, jilid 8, hal. 102).

Peristiwa Besar di Bulan Jumadal Ula

Sebagaimana bulan-bulan arab yang lain, banyak peristiwa besar yang terjadi di bulan Jumadal Ula. Terutama yang berkaitan erat dengan agama Islam. dengan mengetahui ragam peristiwa ini ada harapan akan membuat kualitas keimanan seorang muslim menjadi semakin kuat. Serta tambah yakin dengan kekuasaan Allah Swt. Berikut peristiwa yang ada pada bulan Jumadal Ula.

  1. Lahirnya Cucu Rasulullah SAW Sekaligus Wafatnya Sayyidah Fatimah Az-Zahra

Lahirnya Sayyidah Zainab putri Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra terjadi pada tanggal 5 Jumadal Ula tahun ke-5 Hijriyah. Namun, kabar sedih kemudian menghampiri, karena pada tanggal 13 Jumadal Ula tahun ke-11 Hijriyah, cucu Rasulullah SAW tersebut wafat bersamaan dengan putrinya, Sayyidah Fatimah Az-Zahra.

  1. Pertempuran Mu’tah

Pertempuran Mu’tah terjadi di bulan Jumadal Ula. Nabi Muhammad SAW tidak berpartisipasi dalam pertempuran ini. Namun, Khalid bin Walid kemudian ditunjuk oleh Nabi Muhammad sebagai jenderal keempat dari pertempuran Mu’tah. Khalid bin Walid juga mendapat julukan sebagai “Salah satu pedang Allah”. Mu’tah adalah nama sebuah kota di Suriah yang menjadi tempat pertempuran ini.

  1. Nabi Muhammad Saw Menikahi Siti Khadijah

Di bulan Jumadal Ula juga, Nabi Muhammad SAW menikahi istri pertamanya, yakni Siti Khadijah binti Khuwailid. Khadijah menjadi wanita yang paling dicintai Nabi Muhammad. Khadijah adalah satu-satunya orang yang mendapat salam dari Allah SWT melalui jibril ketika jibril menemui sang nabi.

  1. Wafatnya Sahabat Rasulullah SAW

Di bulan Jumadal Ula pula, terdapat beberapa peristiwa wafatnya sahabat nabi yaitu Zaid bin Haritsah (sahabat Rasulullah dan pemeluk Islam paling awal dari kalangan bekas budak nabi Muhammad). Selain itu, Ja’far bin Abi Thalib, putra dari Abu Thalib, sepupu nabi Muhammad dan kakak dari Khalifah ke-4. Dan yang terakhir ialah Abdullah Ibn Rawaahah, yang juga termasuk sahabat nabi.

  1. Lahirnya Ulama Besar

Jumadal Ula juga merupakan bulan kelahiran beberapa ulama dan awliya’ besar, seperti Imam al Ghazali dan Imam Ali Zainal Abidin.

Penutup

Peristiwa besardetik.com

Berdasarkan ulasan singkat ini, maka kita telah mengetahui bahwa bulan Jumadal Ula merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan. Mulai dari sisi istilah hingga peristiwa-peristiwa yang terjadi telah membuktikan akan hal itu. Sehingga tidak heran penamaan bulan ini telah ada sejak 1400 tahun yang lalu. Dan sampai sekarang masih menjadi pedoman kalender umat Islam

Anda bisa membaca artikel kami yang lain di website lirboyo.net

Baca Juga : Mandi Besar; Penyebab, Fardhu dan Tata Caranya

2 thoughts on “Jumadil Awal : Keutaman hingga Peristiwa Pentingnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.