HomeAngkringKerendahan Hati Salman al-Farisi

Kerendahan Hati Salman al-Farisi

0 2 likes 80 views share

Pada suatu hari, Salman al-Farisi yang pada saat itu menjabat sebagai pengeran sedang berada dalam sebuah perjalanan. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang lelaki yang baru datang dari wilayah Syam. Tampak lelaki itu kelelahan untuk memanggul karung buah tin dan kurma yang ada di pundaknya.

Lelaki itu melihat ke sekeliling jalan. Berharap menemukan rakyat jelata yang mau diupahi untuk memanggul bawaannya. Lelaki itu akhirnya melambaikan tangannya kepada Salman al-Farisi. Ketika sang pangeran itu datang menghadapnya, lelaki itu berkata “Bawakan barang bawaanku ini”.

Pangeran pun memanggulnya dan berjalan bersama lelaki asal tanah Syam tersebut. Saat mereka berdua berpapasan dengan sekelompok orang, mereka mengucapkan salam, “Semoga keselamatan menyertai pangeran kami”.

Keselamatan menyertai pangeran kami? Pangeran siapa yang mereka maksud?” lelaki Syam itu bertanya-tanya penuh penasaran.

Ia tampak semakin bingung lagi ketika sejumlah orang buru-buru mau mengambil barang bawaan pesuruhnya. Mereka juga berkata, “Tak usah engkau yang membawanya, wahai pangeran kami”.

Akhirnya lelaki itu sadar bahwa seseorang yang akan diupah untuk memanggul barang bawaannya itu tak lain sang pangeran, Salman al-Farisi. Ia menyesal dan bingung untuk mengatakan ucapan maaf dan penyesalan dari bibirnya. Ia menghampiri pangeran dan berusaha merebut kembali barang bawaannya. Akan tetapi pangeran Salman al-Farisi mengelak dan berkata, “Tidak. Aku akan memanggulnya sampai tujuanmu.

 

________________________

Disarikan dari kitab Rijal Haul ar-Rasul karya Khalid Muhammad Khalid, halaman 37, cetakan Ummul Qura’.