Keutamaan Tawakkal di sisi Allah

Dzun-Nun al-Mishri masih bersama putrinya yang masih kecil ketika berburu ikan di lautan. Ia lemparkan jala ikan yang ia punya ke laut. Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan ikan.

Namun, saat ia menghendaki untuk mengambil ikan hasil buruannya itu, putrinya bergegas mencegahnya sebelum akhirnya melepaskannya begitu aja.

Dzun-Nun menggerutu lalu mengatakan pada putrinya, “Apa yang kamu lakukan?”. Putri kecilnya hanya menjawab, “Aku tidak rela, memakan ciptaan Allah yang senantiasa berzikir pada-Nya.”

“Lalu apa yang akan kita lakukan? Sedang kita berada di perairan.” Kata Dzun-Nun, masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan putrinya. 

“Kita pasrah (tawakkal) saja pada Allah. Dia akan memberikan kita rezeki yang tak pernah kita lihat.” Jawab putrinya. Mereka berdua pun diam setelah sampai di daratan, hingga waktu sore tiba. 

Ketika tiba di waktu isya, Allah menurunkan hidangan dari langit. Berbagai macam makanan tersedia disana. Hal ini terjadi hingga duabelas tahun lamanya.

Dzun-Nun mengira bahwa hal ini terjadi, karena sebab sholat, ibadah, dan puasanya. Sampai putrinya wafat, Dzun-Nun baru menyadari bahwa tak ada lagi hidangan yang turun.

Ia sadar bahwa bukan karena ibadahnya Allah memberikan rezeki itu. Melainkan karena putrinya yang membebaskan ikan yang ia buru, dahulu. Ia pun menarik kembali dugaannya tersebut. []

(Disarikan dari kitab an-Nawadir karya Syeikh Ahmad Syihabuddin bin Salamah al-Qaliyubii, hal. 12)

Baca juga: Keutamaan Taat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.