394 views

Kewajiban Puasa Bagi Sopir

Tidak sedikit dari kita yang berprofesi sebagai driver, entah itu angkutan umum maupun barang. Sedangkan dalam syariat ada keringanan puasa bagi orang yang tengah melakukan perjalanan jauh. Atas dasar masyaqah, atau berat dan susahnya seseorang yang tengah bepergian. Lantas bagaimana dengan kewajiban puasa bagi sopir yang setiap harinya berada dalam perjalanan? Akankah ia juga bisa mendapat keringanan dari syariat ini?

Lebih jelas kita tilik keterangan yang ada dalam kitab Hasyiyah I’anah ath-Thalibin vol. 2 hal. 394 berikut ini ;

وَيُسْتَثْنَى مِنْ جَوَازِ الْفِطْرِ بِالسَّفَرِ : مُدِيْمُ السَّفَرِ, فَلَا يُبَاحُ لَهُ الْفِطْرُ, لِأَنَّهُ يُؤَدِّى اِلَى اِسْقَاطِ الْوُجُوْبِ بِالْكُلِّيَةِ, اِلَّا أَنْ يَقْصِدَ قَضَاءً فِي أَيَّامٍ آخَرَ فِى سَفَرِهِ.

Tidak termasuk boleh membatalkan puasanya yakni orang yang sering bepergian, ia tidak diperkenankan untuk tidak berpuasa. Karena jika hal ini diizinkan, akan mendorongnya untuk menggugurkan semua kewajiban yang sejatinya harus ia jalani.”

Jika orang yang sehari-harinya berada di perjalanan diberi peluang untuk boleh tidak berpuasa, syariat khawatir hal tersebut akan mendorongnya tidak mengerjakan kewajiban seluruh puasa. Sebab sebagian besar waktunya berada di jalan. Bayangkan jika dispensasi ini diberikan, lalu orang tersebut mengambilnya, pada satu tempo ia ingin mengqada-i puasa yang waktu lalu tidak dikerjakannya karena sedang dalam perjalanan, saat sekarang ia ingin mengqada-I pun tengah di perjalanan, niscaya akan berputar terus.

Kecuali jika ada hal lain yang dirasa memberatkan diri untuk puasa dan ia akan mengganti puasanya dilain waktu maka boleh, sebagamana keterangan berikut ;

واشترط الشافعية شرطا ثالثا : وهو ألا يكون الشخص مديما للسفر فإن كان مديما له كسائقي السيارات, حرم عليه الفطر, إلا اذا لحقه بالصوم مشقة كالمشق التى تبيح التيمم, وهي الخوف غلى نفس أو منفعة عضو من التلف.

“Imam Syafi’I menambahkan syarat yang ke tiga yakni orang yang sedang bepergian (agar boleh tidak puasa) bukanlah orang yang selalu dalam perjalanan, apabila demikian, seperti orang yang berprofesi sebagai driver, maka haram baginya untuk tidak berpuasa. Kecuali jika ia memaksakan diri ia akan menjumpai dirinya kepayahan, kriteria kepayahan yang akan memperkenankan seseorang untuk bertayamum. Yakni jika sampai menimbulkan kekhawatiran terhadap jiwa atau fungsi anggota tubuh.”

Dari keterangan tersebut, kiranya untuk bisa mendapatkan rukhsah tersebut terbilang berat. Sehingga, bagi para driver apabila masih kuat untuk melanjutkan puasa meski harus seharian di jalan, sebaiknya tetap bertahan. Siapa tahu menjadi penyebab dari nafkah yang diberkahi. Amiin. Sekian. []

Kewajiban Puasa Bagi Sopir
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.