4.302 views

Di Balik Kewajiban Seorang Istri Menuruti Ajakan Suami Di Atas Ranjang

Sudah maklum bahwa wajib hukumnya bagi seorang istri untuk memenuhi ajakan suami di atas ranjang, bahkan dalam sebuah hadis disebutkan:

وَعَنْ أَبي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُول الله – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امرَأتَهُ إِلَى فرَاشِهِ فَلَمْ تَأتِهِ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبحَ

“Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh.” (HR Muslim)

Akan tetapi bagi suami, memenuhi ajakan sang istri untuk berhubungan intim hanya sebatas sunah. Hal inilah yang membuat sebagian orang menganggap bahwa, hukum islam dalam masalah ini tidak adil. Maka dari itu supaya tidak salah faham yuk kita simak penjelasan berikut. 

Baca juga: Yuk Nikah Di Bulan Syawal

Rumusan fiqh dalam madzhab Syafi’i mengenai tanggung jawab seorang suami kepada istri, lebih terkhusus masalah nafaqoh batin, mengatakan bahwa seorang laki-laki yang sudah beristri sunah baginya untuk menemani sang istri di atas ranjang minimal setiap empat hari sekali. Hukum sunah tersebut diambil dari hadis nabi yakni;

، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي»

“Rosulullah Saw. bersabda: kamu sekalian berkata demikian dan demikian. Demi Allah Swt. sungguh Aku adalah orang yang paling takut kepada-Nya dan paling takwa. Namun akupun berpuasa dan buka, salat dan istirahat, dan aku juga menikahi perempuan. Barang siapa tidak suka dengan sunnahku maka tidak termasuk golonganku” (HR. Bukhori)

Selain itu juga dialasi bahwa tidak memenuhi kebutuhan istri di atas ranjang sama halnya menyakiti hatinya yang bisa berujung retaknya hubungan rumah tangga.

Islam telah memberikan kewajiban yang proporsional kepada laki-laki dan perempuan ketika mereka sudah menjadi pasangan suami istri. Suami wajib memberi nafaqoh, mencukupi kebutuhan sehari-hari istrinya, walaupun sang istri adalah orang yang berkecukupan dan mampu mencukupi dirinya sendiri, andai suami sehari saja tidak mampu memenuhi kebutuhan istrinya, maka biaya nafaqoh dihari itu menjadi hutang bagi suami yang harus ia bayarkan ketika ia mampu, kecuali sang istri  membebaskannya dari tanggungan tersebut. Sementara istri, wajib baginya untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada suaminya sebagai ganti atas nafaqoh yang diberikan oleh sang suami.

Maka bisa disimpulkan bahwa hak suami adalah memiliki sang istri seutuhnya, sementara hak istri adalah mendapat jaminan tercukupinya kebutuhan sehari-hari dari sang suami. Sebagaimana istri memiliki kebebasan menerima ataupun membebaskan kewajiban nafaqoh suaminya, begitu juga suami memiliki kebebasan untuk memenuhi ajakan istrinya di atas ranjang ataupun menolaknya.

Baca juga: Antara Usaha Dan Do’a

Selain itu ada kaidah fiqih yang hendaknya kita fahami sebagai penyempurna pemahaman dari rumusan fiqih yang telah disebutkan tadi, yakni;

دَاعِيَّةُ الطَّبْعِ تُجْزِئُ عَنْ تَكْلِيْفِ الشَّرْعِ

“Dorongan tabiat mencukupi dari beban syariat”

Bahwa syariat tidak sampai mewajibkan urusan nafaqoh batin  karena tabiat umumnya laki-laki – yakni dorongan nafsu yang besar untuk memenuhi kebutuhan biologisnya- sudah mencukupi sebagai motifasi seorang suami untuk memenuhi kebutuhan biologis istrinya tanpa harus membebaninya dengan sebuah kewajiban. Simpelnya, suamilah yang akan pertama kali meminta jatah kepada istrinya bukan sebaliknya.

Fenomena tersebut telah dicatat oleh al-Qorofi dalam al-Furuq bahwa, secara adat, umumnya laki-laki memiliki dorongan birahi yang lebih kuat dari pada perempuan. Dengan bukti, suamilah yang biasanya pertama kali mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhan biologis di atas ranjang. Sementara perempuan lebih cenderung pemalu, rasa malu yang ia miliki mengalahkan rasa inginnya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

Maka dari sini patut bagi kita untuk berangan-angan, apakah dengan tidak mewajibkan seorang suami untuk memenuhi kebutuhan biologis istrinya, islam tidak memperhatikan hak seorang istri yang pantas ia dapatkan dari suaminya? sebagaimana seorang suami pantas mendapatkan hak tersebut dari istri.

Dengan uraian yang telah disebutkan tentu jawaban dari pertanyaan tersebut sudah jelas, bahwa pada hakikatnya islam sangat memperhatikan hak seorang istri tidak terkecuali yang berkaitan dengan kebutuhan biologisnya. Bahkan, dengan tidak menjadikan hukum wajib sebagai motifasi ataupun dorongan bagi suami untuk mencukupi nafaqoh batin istrinya dan mencukupkan dorongan yang muncul dari dalam diri seorang laki-laki itu sendiri, islam menginginkan supaya hak seorang istri tersebut benar-benar terpenuhi. Karena motifasi dari dalam diri seseorang itu akan lebih kuat dari pada motifasi yang tidak berasal dari dalam dirinya.

Contoh sederhana, orang akan tetap mengkonsumsi obat-obatan terlarang meskipun mengetahui bahwa obat-obatan tersebut dilarang oleh syariat, berbahaya bagi tubuhnya dan malahan tindakan tersebut akan membuatnya berakhir di penjara. Akan tetapi bagi orang yang normal, walaupun ia dibayar, ia tidak akan pernah bersedia untuk memakan kotoran.

Sekian semoga bermanfaat. Waallahu a’lam bis as-shawab. 

Baca Juga: Wasiat Abu Hanifah Kepada Abi Yusuf
Follow akun instagram kami: Pondok Lirboyo

Reverensi: Abu Bakar al-Hisni, Kifayah al-akhyar, CD. Maktabah Syamilah. Muhammab Najib al-Muthi’i, Takmilah al-Majmu, CD. Maktabah Syamilah. Taqiyu ad-Din Abd al-wahab as-Subkiy, al-Asybah Wa an-Nadhoir, CD. Maktabah Syamilah. Abu al-Abbas Ahmad ibn Idris al-Qorofi, Anwar al-Buruq FI Anwa`i al-Furuq, CD. Maktabah Syamilah.

Di Balik Kewajiban Seorang Istri Menuruti Ajakan Suami Di Atas Ranjang
16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.