Kediri, 8 Februari 2025 – Puncak peringatan Haul Haflah 115 tahun Pondok Pesantren Lirboyo. Dalam acara ini menjadi momentum istimewa bagi para santri dan alumni, dalam mengenang perjalanan panjang mereka di Pondok Pesantren Lirboyo. Pada malam itu juga, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus mengingatkan pentingnya syukur kepada almamater dan para guru. Beliau menukil hadis Rasulullah saw:
لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.”
Baca juga: Dawuh KH. Abdul Kholiq Ridlwan: Waktu Seperti Pakaian
Beliau menjelaskan, “Kedatangan kalian ke Lirboyo merupakan wujud rasa syukur kalian terhadap almamater dan guru-guru kalian di Pondok Lirboyo. Kita bersyukur kepada Allah, dan dalam prosesnya, kita juga bersyukur kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita.”
Kemuliaan Mencari, Mengamalkan dan Mengajarkan Ilmu
Selanjutnya, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menerangkan bahwa orang yang melakukan tiga hal — mencari ilmu, mengamalkannya, dan mengajarkannya — adalah orang yang mulia.
KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menyampaikan, “Selain para nabi, orang yang paling mulia adalah orang yang memiliki ilmu agama, kemudian mengamalkan dan mengajarkannya.”
Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi: Ridho Allah dan Ridho Orang Tua
Beliau menambahkan, bahwa sudah pasti orang yang dimuliakan oleh Allah akan merasa gembira. Beliau memberi permisalan: “Semisal seseorang dimuliakan oleh presiden, tentu dia akan bahagia dan bangga. Apalagi jika yang memuliakannya adalah Allah Swt., maka kebanggaannya tentu tidak bisa dibatasi, saking bungahnya (bahagianya).”
Keistemewaan Da‘i Ilallah
KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus juga menjelaskan bahwa seorang dā‘ī ilallāh (pendakwah di jalan Allah) diberi keistimewaan oleh Allah berupa kesempatan untuk menemui para muridnya — untuk menyampaikan kabar bahagia, memberikan bisyarah (kabar gembira), dan meneguhkan hati mereka. Beliau menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kemuliaan dan fasilitas dari Allah Swt.
Kesimpulan
Dari mau‘idzatul hasanah KH. Abdullah Kafa Bihi Mahrus dalam puncak Haul dan Haflah 115 Tahun Pondok Pesantren Lirboyo, dapat kita simpulkan bahwa inti pesan beliau berporos pada tiga nilai pokok kehidupan santri: syukur, ilmu, dan kemuliaan dakwah.
Baca juga: Agus Ahmad Kafabihi: Hujan dan Cinta
Pertama, syukur bukan hanya kepada Allah semata, tetapi juga kita wujudkan dengan berterima kasih kepada guru dan almamater. Karena melalui merekalah, santri mendapatkan jalan menuju ridha Allah.
Kedua, ilmu menjadi ukuran kemuliaan sejati. Orang yang mencari, mengamalkan, dan mengajarkan ilmu agama menempati derajat tinggi di sisi Allah.
Ketiga, kemuliaan dakwah adalah anugerah khusus bagi ad-dā‘ī ilallāh—pendakwah di jalan Allah. Allah memberi mereka keistimewaan untuk bertemu dengan para murid dan memberikan kabar gembira kepadanya.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
