HomeArtikelKhotbah Jumat: Amar Makruf Nahi Mungkar

Khotbah Jumat: Amar Makruf Nahi Mungkar

0 0 likes 70 views share

أَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ جَعَلَ الْأَمْرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَ النَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ مِنْ أُصُوْلِ الدِّيْنِ وَ أَكَّدَهُمَا بِقَوْلِهِ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ أَعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلّاَ الله أَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْن وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ  أما بعد أَيُّهَا الْحَاضِرِيْنَ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Marilah kesempatan ini kita gunakan untuk meningkatkan iman serta ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, Tentunya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Termasuk dalam kategori perintah adalah melaksanakan amar makruf nahi mungkar sesuai dengan jalur yang telah ditentukan, baik dalam Alquran atau pun hadis, melalui arahan-arahan dari para ulama kita. Karena melalui arahan para ulama, baik melalui kitab-kitabnya atau pun petuah-petuahnya, kita akan benar-benar mengetahui porsi yang pas untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Agar kita tidak terjebak dalam kekeliruan pada pengamalan amar makruf nahi mungkar, sudah sepatutnya kita mengetahui prinsip-prinsipnya dan arahan para ulama dalam kaitannya dengan posisi kita.

Prinsip paling mendasar dalam hal ini adalah sabda baginda nabi Muhammad saw.:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

Artinya: “Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Orang yang tidak mampu dengan lisannya, maka dengan hatinya. Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Bagaimanakah pengamalan yang tepat untuk hadis di atas? Dalam hal ini Syekh Abdul Qodir al-Jailani telah menjelaskan:

فَالْمُنْكِرُوْنَ ثَلَاثَةُ أَقْسَامِ قِسْمٌ يَكُوْنُ إِنْكَارُهُمْ بِالْيَدِّ وَهُمْ أَلْأَئِمَّةُ وَ السَّلَاطِيْنُ وَالْقِسْمُ الثَّانِي إِنْكَارُهُمْ بِاللسَانِ دُوْنَ الْيَدَّ وَ هُمْ أَلْعُلَمَاءُ وَالْقِسْمُ الثَّالِثُ إِنْكَارُهُمْ بِالْقَلْبِ وَهُمْ أَلْعَامَةُ

Artinya: “Orang yang mengingkari perbuatan itu ada tiga tingkatan; Pertama, pengingkaran dengan tangan (kekuasaan), ini adalah tugas pemerintah. Kedua, pengingkaran dengan lisan dan itu adalah tugas ulama. yang ketiga, pengingkaran dengan hati, sedangkan ini adalah bagiannya kaum muslimin secara keseluruhan.”

Demikian telah dipaparkan oleh beliau bahwa amar makruf nahi mungkar dalam pelaksanaannya terdapat tingkatan-tingkatan tertentu. Dari arahan ini, dengan memandang posisi diri masing-masing setidaknya kita bisa tau bentuk amar makruf nahi mungkar seperti apakah yang harus kita lakukan sehingga kita bisa benar-benar mengamalkan hadis di atas.

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah..

Dengan pemamaparan sederhana tadi semoga saja kita bersama-sama bisa mengamalkannya dan juga tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang berbuat mungkar.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ أُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ