Khotbah Jumat: Memahami Pola Hidup.- Khutbah ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala situasi yang kita alami dalam kehidupan ini. Dalam hidup, kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, dan pasti akan menemui berbagai ujian dan cobaan. Ayat-ayat Al-Quran yang disampaikan memberikan pengertian bahwa baik nikmat maupun musibah adalah bentuk ujian dari Allah SWT.
Ketika kita mendapatkan nikmat, kita diuji apakah kita bisa bersyukur dan menggunakan anugerah tersebut dengan baik. Sebaliknya, ketika kita mengalami musibah atau kekurangan, kita diuji apakah kita bisa bersabar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengingat Allah SWT, agar hati kita menjadi tenang dan tentram. Serta, mendapatkan petunjuk dan bimbingan-Nya dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
Khutbah ini mengajak kita untuk memahami pola hidup. Agar menjadikan setiap cobaan dan ujian sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pribadi dan kehidupan kita. Sehingga, hidup kita menjadi lebih bermakna, bermartabat, dan bermanfaat bagi sesama.
Khutbah I
الْحَمْدُ للهِ الّذِيْ وَعَدَ لِلصَّابِرِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ جَزَاءً مَوْفُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَاإلهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَّةِ الْخَلْقِ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيْرًا. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ. فَإِنَّهُ قَالَ فيِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبْ.
Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..
Dari mimbar khotbah ini, terlebih dahulu saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan hadirin sekalian, marilah kita meneguhkan hati untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt yaitu melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
Di dalam dunia ini, tidak ada satu pun manusia yang selama hidupnya selalu menemui apa yang diingini, selalu mendapatkan semua yang diharapkan dan segala cita-citanya menjadi nyata. Dalam hidupnya, manusia pasti menjumpai berbagai hal yang tidak ia harapkan. Sedih dan bahagia datang silih berganti. Oleh karenanya, kita harus memahami pola hidup ini dengan sifat sabar dan sukur agar bisa berjalan beriringan.
Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..
Allah berfirman dalam AlQuran surat al Insan ayat 2 :
هَلْ أَتَى عَلَى الإنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا (١) إِنَّا خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا (٢)إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
Artinya: 1. Bukankah pernah datang kepada manusia satu waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? 2. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. 3. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus ; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.
Allah juga berfirman dalam surat al Mulk ayat 1 dan 2 :
(تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢
Artinya: 1. Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 2. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Ayat-ayat Alquran ini memberi pengertian kepada kita bahwa apapun yang diberikan kepada kita adalah ujian dan cobaan. Saat hidup kita bahagia dan tercukupi, itu berarti kita sedang diuji, bisakah kita bersyukur kepada Dzat Yang Maha Memberi Nikmat. Lalu bisakah kita mempergunakan anugerah-anugerahNya dengan baik dan benar. Adapun saat kita berduka atau hidup dalam kekurangan, itu juga artinya kita sedang diuji, bisakah kita bersabar menghadapi cobaan.
Jadi pada hakikatnya, nikmat dan musibah, semua itu adalah ujian. Karena itulah, apapun dan bagaimanapun yang terjadi di hari-hari kehidupan dunia yang fana ini, jangan sampai kita lupa kepada Tuhan kita, Tuhan semesta alam, Alloh SWT. Dengan senantiasa mengingatNya, hati kita akan menjadi tenang dan tentram. Agar kita selalu mendapatkan petunjuk dan bimbinganNya untuk meraih kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat yakni surgaNya, kehidupan yang dirahmati dan abadi.
Ayat-ayat ini juga hendaknya menyadarkan kita bahwa kenyataan apapun, cobaan apapun dalam hidup, semestinya kita jadikan pendorong untuk meningkatkan kualitas pribadi kita dan untuk menjadikan hidup kita lebih bermanfaat, bermartabat dan bermakna.
بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
