HomeArtikelKhotbah Jumat: Renungan Bulan Kemerdekaan

Khotbah Jumat: Renungan Bulan Kemerdekaan

0 2 likes 136 views share

ألسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أَلْحَمْدُ للهِ عَلَى نِعْمَةِ الْأَمَانِ فِيْ بَلَدِنَا إِنْدَوْنِسِيْيَا الْمَتِيْنِ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ ومن تبعهم الى يوم الدين. قَالَ تَعَالَى يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ أَمَّا بَعْد: فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَادَ التَّقْوَى فَقَالَ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah..

Di momen hari kemerdekaan ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ta’ala dengan menjauhi tiap-tiap larangan-Nya serta sekuat mungkin menjalankan perintah-perintah-Nya. Diantaranya dengan semakin memerdekakan diri kita dari jeratan nafsu karena dalam waktu cepat atau lambat nafsu pasti akan membawa kita pada suatu keburukan, sebagai mana difirmankan oleh Allah ta’ala:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Artinya:Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, sebab mereka lupa akan hari perhitungan.” (QS. Shad: 26)

Oleh karenanya, seyogyanya raga yang sudah merdeka ini diikuti pula oleh jiwa yang merdeka. Merdeka dari belenggu nafsu yang menjerumuskan.

Hadirin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah..

Syukur Alhamdulillah, sampai saat ini kita masih dianugerahi berbagai nikmat yang tak terhingga oleh Allah ta’ala. Kita bersyukur pula bahwa Allah pernah memunculkan para syuhada’, para pejuang di negeri ini yang dengan lantaran beliau-beliau saat ini kita bisa menikmati indahnya persaudaraan, indahnya ketentraman dan manisnya rasa perdamaian.

Bentuk syukur yang dapat kita jalankan sungguh bermacam-macam, namun yang terpenting dari itu adalah dengan bersama-sama merawat warisan kemerdekaan ini melalui rasa persatuan dan kecintaan pada negeri. Kenapa persatuan? satu lidi mudah dipatahkan, tapi seratus lidi akan sulit dipatahkan. Persatuan akan membuat kita kuat dan lebih terhindar dari kebinasaan. Baginda Nabi bersabda:

أَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

 

Artinya: “Persatuan adalah rahmat, sementara perpecahan adalah azab” (HR. al-Qadha’i)

Lalu, kenapa cinta tanah air? cinta akan menumbuhkan kepedulian untuk merawat. Tidak terkecuali negeri ini, kecintaan pada negeri akan membuat kita semakin sadar bahwa negeri adalah sebuah rumah yang apabila tidak ada kepedulian dari penghuninya maka kerusakan tinggallah menunggu waktu.

Dan hal ini bukan tidak pernah dicontohkan oleh baginda Nabi. Imam Bukhari meriwayatkan:

كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدْرَانِ الْمَدِيْنَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَ إِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

Artinya: “Ketika Rasulullah pulang dari bepergian dan melihat dinding kota Madinah, beliau mempercepat laju untanya; Dan bila mengendarai tunggangan (seperti kuda), maka beliau gerak-gerakkan karena cintanya pada Madinah.” 

Hadirin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah..

Demikianlah apa yang telah ditauladankan oleh Rasulullah dalam kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bertanahair. Maka kita sebagai umatnya sungguh tidak pantas apabila sampai memunculkan tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan perpecahan dan melunturkan kecintaan pada negeri ini. Karena sungguh kita diciptakan berbeda-beda ini untuk saling mengenal satu-sama lain. Allah ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS al-Hujurat: 13)

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.