HomeKhutbahKhotbah Jumat: Tolong Menolong

Khotbah Jumat: Tolong Menolong

0 10 likes 2.7K views share

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ. أما بعد:

فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَ مَنْ يُطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Jamaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Pertama-tama, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, karena dengan takwa lah kita sekalian akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki baik di dunia maupun di akhirat.

Takwa merupakan hal yang harus sepenuhnya kita usahakan tanpa henti. Dalam takwa, jiwa dan raga harus bersama-sama layaknya dua sisi uang yang saling melengkapi satu dan lainnya. Demikian juga, takwa merupakan suatu proses yang harus terus diusahakan sampai datang ajal menjemput. Oleh karenanya, Allah swt. Berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Dan sembahlah tuhanmu sampai datang kepadamu suatu kepastian (ajal)” (QS. al-Hijr: 99)

Jamaah Jumat Yang Rahimakumullah..

Kita hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari membutuhkan sesama, artinya kita adalah mahluk sosial yang membutuhkan  satu sama lain dalam berbagai halnya. Sementara itu, tidak bisa dipungkiri pula bahwa setiap individu memiliki karakter yang tidak sama.

Oleh karena itu marilah kita ciptakan suasana yang sentosa serta sebisa mungkin untuk saling memaklumi satu sama lain; Dengan tidak memancing kemarahan orang lain, menyebarkan aib-aib orang lain, menyebarkan berita yang bisa memicu konflik atau pun hal-hal tak terpuji lainnya. Sebaliknya, sebisa mungkin kita senantiasa membantu orang lain dengan sekuat kemampuan kita. Sebagai mana pesan baginda Nabi:

أَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَ لَا يُسْلِمُهُ , مَنْ كَانَ فِيْ حَاجَةِ أَخِيْهِ كَانَ اللهُ فِيْ حَاجَتِهِ وَ مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ

اللهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَ مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهْ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Muslim satu dengan muslim lain adalah saudara, dia tidak boleh menzaliminya juga tidak boleh menjerumuskannya (kepada musuh). Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah (pun) akan memenuhi kebutuhannya, dan barang siapa menghilangkan satu kesusahan dari seorang muslim (maka) Allah akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan dihari Kiamat, dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi(aib)nya (kelak) dihari Kiamat”. (HR Muttafaq ‘Alaih, Sahih)

Itulah keharusan kita sebagi umat islam. Harus bisa menciptakan kerukunan. Jika dari saudara kita ada yang sedang tertimpa kesusahan, hendaknya sebisa mungkin kita membantunya. Sesama muslim adalah saudara. Sekuat mungkin, mari kita hindari hal-hal dapat memutus tali persaudaraan antar muslim.

Jamaah Jumat Yang Rahimakumullah..

Berbuat baik tidaklah harus pada hal-hal besar ataupun dengan harta banyak, dalam keadaan apapun sesungguhnya kita tetap bisa berbuat baik semisal: Menyingkirkan kerikil-kerikil tajam dari jalan, memunguti sampah yang berserakan, bahkan juga hanya dengan tersenyum menyapa kepada sesama.أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ