Khutbah Jum’at; Bersama Anak Yatim, Kita Menuju Surga

Mengusap Kepala Anak Yatim Sunah Mengusap Kepala Anak Yatim

Khutbah Pertama


أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَضَّلَ بَيْنَ الشُّهُوْرِ وَفَضَّلَ يَوْمَ عَاشُرَاءَ عَلَى جَمِيْعِ أَيَّامِهِ وَ جَعَلَهُ لِعَقْدِ أَيَّامِ الشَّهْرِ وَاسِطَة النِّظَامِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ عَبْدٍ مُعْتَرِفٍ بِأَنَّ التَّوْفِيْقَ لِلْحَمْدِ مِنْ نِعَمِهِ الْعِظَامِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مَوَاهِبِهِ الْجِسَامِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أما بعد فَيآأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ قَدْ إِسْتَقْبَلْتُمْ عَامًا جَدِيْدًا وَشَهْرًا مُفَضَّلاً حَمِيْدًا

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Marilah sejenak kita renungkan dan kita sadari keberadaan suara kecil, lemah, mungkin terdengar pelan di sudut rumah tetangga kita — itu suara anak yatim. Kita usahakan diri kita menjadi pribadi yang penuh empati dan simpati kepada salah satu makhluk yang Allah istimewakan.

Allah ﷻ berfirman dalam Surah ad-Dhuha:

“فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ”


“Maka terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.”

Ayat ini bukan sekadar larangan memukul, atau menghardik. Ini seruan untuk tidak menindas dengan cara apa pun, termasuk diam kita terhadap kebutuhan mereka. Kezaliman bukan hanya tindakan yang menyakiti, tapi juga ketidakpedulian saat mereka butuh uluran tangan.

Baca juga: Khutbah Jumat: Bersihkan Langkah, Terangi Masa Depan

Saudaraku,

Nabi Muhammad ﷺ tidak tumbuh dalam kemewahan. Beliau pun seorang yatim. Dan dari pengalaman itu, lahir empati yang mendalam bagi mereka yang kehilangan. Beliau bersabda:

“من مسح رأس يتيم ترحما، كانت له بكل شعرة تمر بيده عليها حسنة.”


“Siapa yang mengusap kepala anak yatim dengan kasih sayang, maka setiap helai rambut yang disentuhnya akan menjadi pahala baginya.”

Bayangkan, hanya dengan sentuhan penuh kasih di kepala seorang yatim, kita mendekat ke surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan dengan dalil yang panjang, tapi dengan aksi kecil yang bergetar sampai ke langit.

Baca juga: Khotbah Jumat: Mendidik Anak

Jamaah yang dirahmati Allah,

Di tengah kota yang sibuk ini, ada banyak anak yang bangun tanpa suara “ayah”. Mereka bukan hanya butuh santunan. Kumpulan anak yang Allah cintai itu butuh keluarga. Mereka butuh kehangatan. Mereka butuh seseorang yang berkata:

“Nak, kamu tidak sendirian.”

Mereka tidak butuh kita tunjukkan ayat, tapi butuh kita tunjukkan perhatian. Mereka tidak butuh kita lantang ceramah, tapi butuh kita bisikkan harapan.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Kita terlalu sering sibuk membangun masjid, tapi lupa membangun perasaan seorang anak yatim yang duduk sendiri di saf belakang.

Dalam tafsir Fakhruddin ar-Razi disebutkan, bahwa menyakiti anak yatim bukan hanya dengan tindakan kasar, tapi juga dengan tidak menunaikan haknya — hak atas perhatian, atas perlindungan, bahkan hak atas tempat di hati kita.

Bahkan disebutkan dalam riwayat, saat seorang anak yatim menangis, maka air matanya “jatuh di telapak tangan Allah” — dan Allah berfirman:

“Siapa yang membuat anak yatim ini menangis, padahal Aku sendiri yang menutupi ayahnya dengan tanah, maka sungguh neraka tempatnya. Dan siapa yang menghiburnya, maka surga untuknya.”

Apa artinya semua ini?

Artinya, surga itu bisa dimulai dari rumah kita, dari lingkungan kita, dari satu anak yatim yang kita bantu, dari satu keluarga yang kita peluk karena mereka kehilangan tulang punggungnya.

Maka di Jumat ini saya mengajak diri saya dan Anda semua:

  • Carilah satu anak yatim di sekitar Anda.
  • Bukan hanya untuk diberi uang, tapi juga untuk diberi perhatian.
  • Jadikan mereka bagian dari hidup kita. Jangan biarkan mereka jadi angka dalam statistik bantuan sosial.
  • Jadilah alasan mereka percaya bahwa masih ada cinta di dunia ini.

Mari kita wujudkan sabda Nabi ﷺ:

“أنا وكافل اليتيم في الجنة هكذا.”


“Aku dan orang yang mengurus anak yatim, akan bersama-sama di surga seperti ini.” (lalu beliau menunjukkan dua jari yang berdempetan).

Bukan karena kita kaya. Tapi karena kita peduli. Rasanya kepedulian kita di waktu-waktu seperti ini melebihi kekayaan pribadi kita masing-masing.

اللهم اجعلنا من الذين ترق قلوبهم لليتامى، ومن الذين تحفهم رحمتك في الدنيا والآخرة

Baca juga: Khutbah: Selalu Menyertakan Basmalah di Setiap Pekerjaan

Khutbah Kedua


الْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Doa

 اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses