HomeKhutbahKhutbah Jumat: Etika Kepada Tetangga

Khutbah Jumat: Etika Kepada Tetangga

Khutbah 0 3 likes 521 views share

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. (أمَّا بعْدُ)، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimulyakan Allah…

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allh Swt., dengan berusaha sekuat tenaga melaksanakan melaksankan perintah-perintahNya dan menjauhi apa yang yang dilarang olehNya. Diantara sekian banyak perintah Allah Swt. yang disampaikan melalui lisan mulia Nabi agung Muhammad Saw. adalah hendaknya kita sebagai umat islam selalu berbuat dan bersikap baik kepada tetangga, sebagaimana sabda yang indah dari rasul Saw.:

مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بَاللَّه وَالْيَوْمِ الآخٍرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Artinya: Barang siapa yang beriman kepada allah dan hari akhir (kiamat) maka hendaknya memuliakan tetangganya.(HR.Muttafaqun ‘alaih).

Siapa sajakah yang termasuk kategori tetangga dalam ruang lingkup masyarakat?. Menurut penjelasan dari Hujjatul Islam, al-Ghozali bahwa tetangga kita adalah orang yang tempat tinggalnya berada di sekitar rumah kita, hingga hitungan rumah ke empat puluh di semua penjuru arah dari tempat tinggal kita, baik dari arah depan, belakang, kanan, ataupun kiri.

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimahumullah…

Manusia adalah makhluk sosial, oleh karena itu manusia selalu membutuhkan adanya interaksi dengan sesama dalam semua aspek kehidupan untuk memenuhi segala kebutuhan yang dapat menunjang kelangsungan hidupnya. Sedangkan yang paling intens terjadi adalah interaksi dengan tetangga, dimana setiap harinya kita bertemu, berkomunikasi, saling membantu dan tolong menolong dengan para tetangga.

Sebagai contoh, di saat kita sakit orang yang pertama kali membesuk adalah tetangga kita, di saat tertimpa musibah orang yang paling awal menghibur dan menolong untuk meringankan beban kita adalah tetangga, dan di saat kita mempunyai kesibukan yang membutuhkan bantuan orang lain maka tetangga kitalah yang menjadi orang pertama membantu kita. Oleh karena itu agama sangat menekankan kepada kita para penganutnya untuk selalu berbuat baik kepada tetangga. Rasul Saw. Pernah bersabda :

مَازَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنًّهُ سَيُوَرِّثُهٌ

Artinya: Tak henti-hentinya malaikat Jibril berpesan kepadaku tentang persoalan (berbuat baik kepada) tetangga, sampai–sampai aku menyangka ia akan memberikan hak waris kepada tetangga (HR.Mutafaqun ‘alaih).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…

Di samping sangat menekankan kepada kita untuk selalu berbuat baik kepada tetangga, agama kita juga mengancam dengan memasukan ke dalam api  neraka kepada mereka yang menyakiti tetangganya, walaupun orang tersebut ahli ibadah dan ahli ilmu. Sabda Rasulullah Saw.:

وَقِيْلَ لِرَسُوْلِ اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَ فُلَانَةً تَصُوْمُ النَّهَارَ وَتَقُوْمُ الَّليْلَ وَتُؤْذِيْ جِيْرَانَهَا. فَقَالَ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : هِيَ فِي النَّارِ

Artinya: Telah dlaporkan kepada Rosulullah, sesungguhnya si fulanah itu selalu berpuasa di siang hari, dan ia selalu beribadah di malam hari, akan tetapi ia menyakiti tetangganya. Kemudaian Rosulullah Swa. Berkata : Ia masuk neraka. ( HR.Ahamd dan Hakim).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang kami hormati…

Di antara sekian banyak sikap dan tindakan baik yang harus diambil dalam interaksi keseharian kita kepada tetangga adalah mengucapkan salam saat berjumpa, membesuknya di saat ia sakit, menghibur dan meringankan bebannya di saat ia tertimpa musibah, memberi selamat saat ia mendapatkan nikmat, ikut bahagia saat ia berbahagia, memaafkan kesalahannya yang pernah ia lakukan, bertutur kata yang sopan dan halus dengan anggota keluarganya, tidak memperbanyak pertanyaan mengenai kondisi internal keluarganya, tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan rasa tidak suka dan tidak nyaman, dan memberi petunjuk padanya tentang hal-hal yang belum ia ketahui baik dalam permasalahan agama atau permasalahan dunia.

Kemudian bila ternyata tetangga kita berlaku  buruk kepada kita, maka dalam hal ini agama mengajarkan untuk bersabar dalam menghadapinya, karean membalasnya dengan kejelekan akan menimbulkan permusuhan yang lebih fatal dan berkepanjangan. Diceritakn dalam sebuah atsar, seorang laki-laki datang mengadu kepada sahabat Ibnu Mas’ud RA. Ia berkata : “ Sesungguhnya aku memiliki tetangga yang selalu menyakitiku, mencaci maki, dan mempersulit aku,” kemudian  sahabat Ibnu Mas’ud RA. menjawab: “ Pulanglah, sesungguhnya ia (tetanggamu) telah durhaka kepada Allah Swt. karena telah berbuat buruk kepadamu, dan selalu taatlah engkau kepada Allh Swt. (selalu berbuat baiklah)dalam  urusan dengan tetanggamu itu”.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia..

Didalam menjalankan sikap di atas, syari’at tidak membeda-bedkn latar  belakang agama yang dianut oleh tetangga kita, walaupun tetangga kita non-muslim, kita harus bersikap dan berbuat baik kepadanya. Sebagaimana sabda Rasul Saw.:

اَلْجِيْرَانُ ثَلَاثَةٌ : جَارٌ لَهُ حَقٌّ وَاحِدٌ وَجَارٌ لَهُ حَقَّانِ وَجَارٌ لَهُ ثَلَاثَةُ حُقُوْقٍ. فَالْجَارُ الَّذِيْ لَهُ ثَلَاثَةُ حُقُوْقٍ اْلْجَارُ الْمُسْلِمُ ذُوْ الرَّحْمَةِ, فَلَهُ حَقُّ الْجِوَارِ وَحَقُّ الْإِسْلَامِ وَحَقُّ الرَّحْمش. وَأَمَّاالَّذِيْ لَهُ حَقَّانَ فَالْجَارُ الْمُسْلِمُ لَهُ حَقُّ الْجِوَاِر وَحَقُّ الْإِسْلَامِ.أَمَّاالَّذِيْ لَهُ حَقُّ وَاحِدٌ فَالْجَارُ الْمُشْرِكُ.

Artinyta: Tetangga itu ada tiga macam, tetangga yang memiliki satu hak, tetangga yang memiliki dua hak, dan tetangga yang memiliki tiga hak. Tetangga yang memiliki tiga hak adalah tetangga yang beragama islam dan masih memiliki hubungan keluarga, maka ia memiliki hak sebagai tetangga, hak sebagai saudara sesama muslim dan hak sebagai keluarga.Tetangga yang memiliki dua hak adalah tetangga yang beragama islam, ia memiliki hak sebagai tetangga dan hak sebagai saudara sesama muslim. Sedangkan tetangga yang memiliki satu hak adalah tetangga yang non-. Muslim. (HRal-Bazzar dan al-Hasan bin Sufyan).

 أَعُوْذُ بِاللَّه مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ .إِنَّ الَّذِيْن آمَنُوْا وَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ وَأَخْبَتُوْا إِلَى رَبِّهِمْ أُلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ. باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah kedua

 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ َفَقَالَ تَعاَلَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ َوَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوٍا وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ  واسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.