HomeArtikelKhutbah Jumat: Introspeksi Diri

Khutbah Jumat: Introspeksi Diri

0 11 likes 3.6K views share

أَلْحَمْدُ للهِ خَالِقِ الْخَلَائِقِ وَ بَاسِطِ الرِّزْقِ كَمَا وَصَفَ نَفْسَهُ بِأَنَّهُ الرَّزَّاقُ أَبْدَعَ الْمَصْنُوْعَاتِ بِلَاشَرِيْكٍ وِلَامُشَاقِق فَسُبْحَانَ مَنْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْحَقَائِقِ  أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مُؤْمِنٍ صَادِقٍ وَ أَشْكُرُهُ وَالشُّكْرُ لِحِفْظِ نِعَامِهِ أَوْثَقَ الْوَثَائِقِ وَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإله إِلَّاالله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ أللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِى الْفَضْلِ وَ السَّوَابِقِ فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ: وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Tidak henti-hentinya, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah swt. dengan sekuat mungkin menjalankan perintah-perintahNya serta menjauhi tiap-tiap laranganNya. Sebagaimana kita semua tahu dan saksikan sendiri, bahwa kita hidup di dunia ini tidaklah akan selamanya.  Cepat atau lambat kita pasti akan bertemu dengan pemutus kenikmatan dunia yang di dalamnya, sungguh, tidak ada lagi kesempatan bagi kita untuk bertaubat. Oleh karenanya, di kehidupan yang sementara ini hendaknya kita benar-benar memanfaatkannya dengan berusaha sekuat mungkin untuk taat ibadah kepadaNya.

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Allah swt. berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Artinya: “Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanya senda gurau dan main-main belaka. Sungguh, akhirat lebih baik bagi  orang-orang yang bertakwa. Tidaklah kalian memahaminya” (QS al-An’am: 32)

Akhirat adalah kehidupan yang abadi, yang di dalamnya akan kita temui hasil dari apa yang kita tanam di dunia ini. Jika kita hanya simpang-siur, tarik-ulur dan berkecimpung dalam hal duniawi belaka, tanpa menanam amal ibadah apa pun, sungguh kita laksana orang bepergian tanpa membawa bekal; kita akan kebingungan di perjalanan, kesusahan dan serta penyesalan yang akan menemani.

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Sangat penting kiranya, di setiap momen, bahkan disetiap waktu kita senantiasa mnegintrospeksi diri, menghitung-hitung diri dan menimbang-nimbang diri apakah sudah benar langkah hidup kita, atau kah langkah kita hanya kering dalam lingkup duniawi belaka, agar kelak hisab kita diakhirat terasa ringan. Sebagaimana di tuturkan Sayyidina Umar bin Khottob ra. :

حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَ تَزَيَّنُوا لِلْعِرْضِ الْأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا

Artinya: “Koreksilah dirimu sebelum amalmu dihisab dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapi hari dimana semua mahluk dihadapkan kepada Allah, sungguh hisab terasa ringan dihari kiamat bagi orang-orang yang gemar mengoreksi dirinya di dunia.”

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Perlu kiranya disampaikan pula, bahwa kecerdasan yang sesungguhnya adalah ketika kita sudah benar-benar menemukan kesimpulan bahwa yang harus benar-benar kita siapkan adalah untuk hari keabadian nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :

أَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya: “Orang cerdas ialah orang yang tahu perhitungan dirinya dan beramal untuk keabadian, sementara yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya lantas ia berharap-harap kepada Allah”

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.