Khutbah Jumat: Nuzulul Quran dan Hikmah Turunnya

Di antara sekian banyak peristiwa agung dalam sejarah umat manusia, tidak ada yang lebih mengubah peradaban selain turunnya Al-Qur’an. Dari malam yang sunyi di Gua Hira, cahaya wahyu memancar menerangi hati Rasulullah ﷺ, lalu menyinari dunia yang saat itu tenggelam dalam kegelapan jahiliah. Nuzulul Qur’an bukan sekadar peristiwa turunnya kitab suci, tetapi awal kebangkitan umat, lahirnya peradaban, dan terbukanya jalan hidayah bagi seluruh manusia hingga akhir zaman.

Baca juga: Khutbah: Tiga Tingkatan Puasa, Sudah di Level Mana Ibadah Kita?

Khutbah Pertama

1. Pembukaan dan Pujian kepada Allah SWT]

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ.

Baca juga: Isi Salah Satu Khutbah Nabi Muhammad Perihal Ramadan

2. Ayat Al-Qur’an tentang Takwa]

قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾

وقال أيضا: ﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ﴾

Baca juga: Khutbah: Memahami Cara Bercanda Nabi Muhammad

3. Isi Khutbah: Nuzulul Qur’an – Fase Penurunan dan Hikmahnya

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di bulan yang mulia ini, bulan Ramadan yang penuh berkah, kita mengenang peristiwa agung yang menjadi tonggak sejarah peradaban Islam, yaitu Nuzulul Qur’an. Allah SWT berfirman:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ﴾

“Bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan keistimewaan bulan Ramadan sebagai waktu diturunkannya Kitab Suci Al-Qur’an. Para ulama menjelaskan bahwa penurunan Al-Qur’an terjadi dalam dua fase utama:

Baca juga: Khutbah Jumat: Ketaatan kepada Orang Tua

Fase Pertama: Penurunan Sekaligus (Jumlah Wahidah)

Menurut tafsir Maraq Labid, karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Jibril AS menurunkan Al-Qur’an secara keseluruhan, dari Lauhul Mahfuzh ke Sama’ Ad-Dunya (langit dunia), pada malam Lailatul Qadar. Malam itu bertepatan dengan tanggal dua puluh empat Ramadan. Jibril kemudian mendiktekannya kepada para malaikat penulis (safarah), yang menuliskannya dalam lembaran-lembaran suci. Lembaran-lembaran ini tersimpan di sebuah tempat di langit dunia yang terkenal dengan nama Baitul Izzah. Penurunan pertama ini merupakan peristiwa agung yang mengumumkan kemuliaan umat Muhammad ﷺ kepada seluruh alam malaikat, sebagai umat terbaik yang dimuliakan dengan risalah baru ini.

Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Syaban

Fase Kedua: Penurunan Berangsur-angsur (Tanjim)

Setelah itu, Jibril AS menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah ﷺ secara bertahap, sedikit demi sedikit, selama dua puluh tiga tahun masa kenabian. Penurunan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan peristiwa yang terjadi sehari-hari. Terkadang satu ayat, dua ayat, tiga ayat, atau bahkan satu surah sekaligus.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Cara penurunan Al-Qur’an yang bertahap ini, berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya, mengandung hikmah Ilahi yang luar biasa. Syekh Manna Al-Qathan dalam kitabnya Mabahits fi Ulumil Qur’an (hal. 100) menjelaskan beberapa hikmah tersebut:

  1. Meneguhkan Hati Rasulullah: Rasulullah ﷺ tidak mungkin menerima risalah yang agung ini sekaligus dan langsung mengajak kaumnya untuk menerimanya, sementara mereka dikenal keras kepala dan keras hati. Oleh karena itu, wahyu diturunkan secara berangsur-angsur untuk meneguhkan hati beliau, menghibur beliau, dan mengiringi perkembangan peristiwa serta kejadian demi kejadian.
  2. Menyesuaikan dengan Kebutuhan Umat: Setiap ayat atau kumpulan ayat diturunkan untuk menjawab permasalahan, menjelaskan hukum, atau memberikan petunjuk yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan umat pada waktu itu. Ini memudahkan umat untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara bertahap.
  3. Memudahkan Penghafalan dan Pemahaman: Dengan diturunkannya secara berangsur-angsur, para sahabat memiliki kesempatan untuk menghafal, memahami, dan merenungkan makna setiap ayat dengan lebih baik.
  4. Menyempurnakan Agama: Penurunan Al-Qur’an secara bertahap ini terus berlangsung hingga akhirnya Allah menyempurnakan agama dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi umat Islam.

Baca juga: Khutbah Jumat: Meneladani Peristiwa Isra Mikraj

4. Keutamaan Mempelajari dan Bersedekah di Bulan Ramadan dengan Al-Qur’an

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Di bulan Ramadan ini, Interaksi kita dengan Al-Qur’an sepatutnya lebih intens. Sebagaimana yang Ibnu Abbas RA riwayatkan,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌أَجْوَدَ ‌النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ


Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA, berkata, ‘Rasulullah saw merupakan orang yang paling dermawan dan ia sangat dermawan saat bertemu malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam pada bulan Ramadhan dan membaca Al-Qur’an dengan Nabi Muhammad SAW. Sungguh Rasulullah saw ketika bertemu Jibril sangat dermawan dengan kebaikan dibandingkan angin yang berhembus’.” (HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan kita bahwa bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk berinteraksi lebih dalam dengan Al-Qur’an, baik melalui membaca, menghafal, memahami, maupun mengamalkannya. Mudarasah Al-Qur’an dengan semangat seperti Rasulullah ﷺ dan Jibril AS akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan kedermawanan dalam diri kita. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai petunjuk dan cahaya dalam kehidupan kita.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari kita tingkatkan ibadah kita di sisa bulan Ramadan ini. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setia yang menuntun langkah kita. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada Kitab-Nya yang Mulia.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Baca juga: Khutbah Jumat: Birrul Walidain, Investasi Dunia dan Akhirat

Khutbah Kedua

1. Pembukaan Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ البَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ المَحْشَرِ.

2. Anjuran Takwa dan Shalawat Nabi

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

3. Doa untuk Kaum Muslimin dan Negara

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ. واجْعَلْ بَلْدَتَنَا هَذِهِ بَلْدَةً آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلَاءَ وَالوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ المُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ العَالَمِينَ.

4. Ayat Al-Qur’an tentang Keadilan dan Akhir Khutbah

﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾  

فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses