Khutbah Singkat: Bekerja Cerdas di Era Artificial Intelligence

khutbah singkat

Teks khutbah singkat kali ini menjelaskan tentang bekerja cerdas di era artificial intelligence (AI) sebagai perantara untuk mendapatkan rezeki. Simak teks khutbah singkat selengkapnya di bawah ini.

Khutbah I

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ، الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي قَهَّرَ وَغَلَبَ. فَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى وَلَا مُنِعَ لِمَا سَلَب ، فَسُبْحَانَهُ مِن إِلهٍ وَفَّقَ أَحْبَابُهُ لِمَرَاضِيهِ وَيَسَّرَ لَهُمُ المُسَبَّبَاتِ والسَّبَب ، أَحْمدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مَنْ تَابَ إِلَيهِ وَهَرَب. وَأَشكُرُهُ شُكرًا يَفُوقُ عَدَّ مَنْ عَدَّ وَحِسَابَ مَن حَسَب ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ فَارِجُ الكَرَب. وَالمُنْجِي مِنَ الوَرْطَاتِ والعَطَب ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ العَجَمِ وَالعَرَب ، اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اقْتَفَى شَرْعُهُ المُطَهَّرَ وَإِلَى دِينِهِ الحَنِيفِيِّ انتَسَب ، (أَمَّا بَعدُ) فَيَا أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى. واعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهَ

Jama’ah jumat rohimakumulloh

Tak ada orang yang aman kecuali yang beriman.
Tak ada orang yang mulia kecuali dengan taqwa.
Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Swt, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Allah Swt memerintahkan kita dalam al-quran surat al-‘Ankabut:

فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan.”

Dalam ayat lain Allah berfirman:

فَانتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS al-Jumu’ah: 10)

Syariat Islam memerintahkan kita untuk bekerja sebagai perantara untuk mendapatkan rizki. Sahabat Umar bin Khattab pernah memberi nasehat supaya kita tidak hanya duduk berpangku tangan:

لَا يَقْعُدُ أَحَدُكُمْ عَنْ طَلَبِ الرِّزْقِ وَيَقُوْلُ اللهُمَّ ارْزُقْنِي فَقَدْ عَلِمْتُمْ أَنَّ السَّمَآءَ لَا تَمْطُرُ ذَهَبًا وَلَا فِضَّةً

“Janganlah salah seorang di antara kalian hanya duduk tak mencari rizki seraya berkata Wahai Allah berilah aku rizki. Sedangkan telah kalian ketahui, langit tidak menurunkan hujan emas maupun hujan perak.”

Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah

Bekerja mencari nafkah itu keutamaannya besar sekali. Rasulullah Saw. Pernah bersabda:

مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ

“Barangsiapa yang di waktu sore merasa lelah lantaran pekerjaan kedua tangannya (karena mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya.” (HR. Thabrani).

One thought on “Khutbah Singkat: Bekerja Cerdas di Era Artificial Intelligence

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.