297 views

Kesabaran laki-laki yang fakir

Seorang laki-laki fakir bersama istri dan ketiga anaknya tidak makan selama tiga hari. Ia tahu betul akan nasibnya itu. Istrinya yang setia itu sampai mengatakan, “Anak-anak kita yang tidak makan hingga pucat wajahnya, mereka belum mengenal kesabaran seperti halnya kita.”

Laki-laki itu hanya bisa meratapi nasibnnya, “Jika aku bekerja oleh seseorang, dengan bayaran 1 gram perak, aku akan bekerja. Agar anak-anak bisa makan. Aku sudah mengelilingi seluruh tempat untuk mencarinya, dan tidak menghasilkan apa-apa selain lapar.”

Istrinya yang hanya memiliki selendang, memerintahkan suaminya agar menjualnya di pasar. Ia juga meminta agar membelikan makan saat ia pulang nanti.

Setelah menjual selendang sang istri, laki-laki itu pun membelikan makanan dan berjalan pulang. Seketika, di tengah perjalanan yang ramai, ia mendengarkan suara seorang laki-laki yang mengatakan “Muliakanlah aku sebagai bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya! Siapa yang akan mengira bahwa ridho Allah untukmu, ada pada laki-laki yang tidak memiliki apapun di dunia ini!”

Mengetahui akan hal itu, ia memberikan seluruh hartanya kepada lelaki misterius ini. Setelah pergi, ia pun berfikir, betapa malunya dia jika pulang tidak membawa apapun. Bagaimana jika sang istri memaki-makinya nanti? Ia pun memutuskan untuk tidak pulang, dan menuju masjid untuk beribadah.

Setelah berfikir lama di masjid, ia pun memutuskan pulang ke rumahnya. Waktu yang sudah ia habiskan berjam-jam ini membuat sang istri curiga, “Apa yang kamu lakukan dengan selendang yang kamu bawa? Begitu lama kamu meninggalkan anakmu yang kelaparan ini.” Ucap sang istri.

Ia pun menjelaskan apa yang terjadi kepadanya. Sang istri merasa heran dengan keputusan suaminya. ia pun hanya bisa mengatakan, “Jika itu menurutmu adil, maka aku ingin tahu, apakah hal itu akan laku di pasar, agar anakmu bisa makan.”

Memprioritaskan Diri untuk Mendapatkan Ridho Allah

Laki-laki itu pun pergi kembali, ia teguh dalam pendiriannya, bahwa sikapnya itu bisa menghasilkan sesuatu. Sampai ia melihat seorang nelayan yang baru saja pulang berburu ikan. Didatanginya nelayan itu, ia menawarkan jasanya untuk membantu pekerjaannya itu.

“Aku hanya tahu keadilan, dan membutuhkan pekerjaan. Agar bisa ditukarkan dengan ikan yang kamu miliki.” Ucap si fakir.

“Bawalah saja ikan ini, aku belum akan menjualnya.” Diberikannya satu ikan yang lumayan besar. Ia pun pulang dengan senang. Sampai di rumah, istrinya pun bahagia melihat apa yang suaminya bawa.

Saat dimana ikan tersebut dibersihkan, dalam perutnya terdapat simpanan yang tidak pernah ia temukan. Bentuknya seperti batu. Ia pun membawanya ke pasar untuk mengetahui, batu itu memiliki harga jual atau tidak.

“Ini adalah hal yang berharga, Tuan. Orang-orang tidak menjualnya dengan nominal. Mereka akan melelangnya.” Ucap orang pasar.

Setelah dilelang, batu permata ini laku seharga 14.000 dirham. Ia pulang dengan rasa tidak percaya. Tidak akan ada lagi rasa susah. Anak-anaknya tidak akan kelaparan kembali. Beberapa saat setelah itu, ia mendengarkan sebuah suara,

“Muliakanlah aku sebagai bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya! Siapa yang akan mengira bahwa ridho Allah untukmu, ada pada laki-laki yang tidak memiliki apapun di dunia ini!”

Ia pun terperanjat, dan menghampiri kembali sumber suara itu. “Jika aku memiliki satu hal, itu berarti separuhnya adalah hak orang lain,” ucap lelaki fakir.

“Dan jika separuh ini belum mencukupimu, aku akan memberikan yang lebih.” Sambungnya.

Laki-laki misterius itu pun mengatakan, bahwa ia akan ke rumah laki-laki fakir itu. Ia pun pulang, dan menunggunya datang sampai ia tertidur.

Dalam mimpinya, ia bertemu dengan si laki-laki misterius itu. Ia berkata bahwa ia adalah malaikat yang diutus oleh Allah untuk menguji kesabarannya. “Allah sudah menerima harga dari kesabaranmu, sejak engkau menjual selendang. Allah Ridho kepadamu” []

Baca juga : Kenapa Hamba Masih Disuruh Berdoa Kepada Allah

Majelis Sholawat Kubro 1443 H | #1

2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.