HomePojok LirboyoKunjungan Syekh Muhammad Bin Ismail Zain al-Yamani di Lirboyo

Kunjungan Syekh Muhammad Bin Ismail Zain al-Yamani di Lirboyo

0 1 likes 553 views share

Lirboyonet, Kediri – Pondok Pesantren Lirboyo Senin malam (24/07/17) mendapat kunjungan ulama yang berasal dari kota mulia, Mekah. Beliau adalah Syekh Muhammad bin ismail Zain al-Yamani. Beliau adalah ulama yang masih cukup muda, namun sudah banyak berkiprah dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Bertempat di serambi Masjid Lawang Songo, Syekh Muhammad bin Ismail memberikan kalam hikmahnya kepada santri-santri untuk menyegarkan santri yang haus akan ilmu.

“Allah menginginkan dengan keberadaan pesantren, madrasah islamiah, agar mempunyai peran penting di dalam memperluaskan ajaran agama. Sejarah mencatat, ulama berperan besar dalam melindungi dan menjaga keselamatan sosial masyarakat, sehingga dengan ajaran dari ulama ini, negara menjadi kuat,” buka beliau. Di hadapan ratusan santri, beliau mengungkapkan bahwa jasa para pendiri dan pengasuh pesantren tidak bisa diremehkan. “Para masyayikh di pondok pesantren, terutama pondok ini adalah orang-orang yang utama juga luar biasa. Mereka mengokohkan seluruh umur dan waktunya untuk kepentingan khidmah dan menyebarluaskan akhlakul karimah.”

 

Beliau dilahirkan pada bulan Rabi`ul Awal tahun 1352 Hijriyah di kota Dhahi. Kota ini terletak di wilayah Wadi Sardud, kota yang banyak mengeluarkan ulama dan orang yang shaleh-shaleh. Semasa kecil, kira–kira usia lima tahun, beliau selalu dijaga betul oleh ayahnya, sehingga hampir tiada waktu tanpa belajar dan mengaji. Jika madrasah libur, beliau disuruh untuk berguru ke Syekh Ahmad Barizi Muhammad Fatahillah. Suatu hari, ketika sedang menunaikan ibadah haji,  ayahanda Syekh Ahmad Barizi bermimpi mendengar anak kecil membaca Al-Quran dengan suara yang lantang dan syahdu. Kemudian beliau mencari sumber suara itu. Ketika sampai, beliau melihat seorang anak kecil yang tak lain adalah Syekh Muhammad bin Ismail, yang pada waktu itu masih berusia 10 tahun. Itulah sebagian tanda bahwa beliau akan menjadi orang besar.

Semoga kita bisa meniru jejak langkahnya dalam rihlah ta’allum, perjalanan mencari ilmu, sehingga mampu menjadi manusia yang berilmu dan berakhlakul karimah. Amin.][