Larangan Begadang Demi Merayakan Tahun Baru

Larangan Begadang Demi Tahun Baru

Larangan Begadang Demi Tahun Baru – Sudah menjadi tradisi, banyak orang yang merayakan tahun baru untuk memperingati pergantian dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Dalam merayakan pergantian tahun baru masehi ini, orang-orang memperingatinya dengan begadang untuk dapat menemukan momen pergantian tahun. Karena pada tahun baru masehi, perhitungannya dimulai pada jam 24.00.

Hal ini yang membuat banyak orang rela untuk begadang agar dapat menemukan momen tahun baru. Padahal dalam kacamata syariat, begadang demi tahun baru ini merupakan salah satu kebiasaan yang dibenci oleh Nabi.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya di bawah ini.

Hadis Nabi Tentang Larangan Begadang Demi Tahun Baru

Larangan Merayakan Tahun Baru

Dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu membenci orang-orang yang bergadang tanpa ada kepentingan yang syar’i. Hadisnya sebagaimana berikut:

عن أبي برزة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يكره النوم قبل العشاء والحديث بعدها

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 535)

Dalam mensyarahi hadis ini, Ibnu Baththol menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya, karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah.

Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya. Beliau kemudian mengatakan: “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, sedang nanti di akhir malam tertidur lelap!”[1]

Larangan begadang ini tidak lain karena ada kekhawatiran ketika seseorang melakukan begadang, bisa ada kemungkinan orang tersebut tidak melaksanakan sholat subuh. Sedangkan sholat Subuh termasuk kewajiban bagi umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan.

Hal lain yang perlu digarisbawahi juga adalah begadang hanya untuk menunggu pergantian tahun baru merupakan kegiatan yang jelas-jelas hanya merugikan dan termasuk menyia-nyiakan waktu.

Banyak Kegiatan yang Bertentangan dengan Syariat

Larangan Begadang Demi Tahun Baru

Selain terdapat larangan begadang untuk menemukan momentum pergantian tahun baru, agama Islam juga melarang banyak kegiatan yang dilakukan pada malam pergantian tahun baru ini, karena banyak kegiatan yang bertentangan dengan syariat.

Misalnya, tradisi dalam merayakan tahun baru ini biasanya dirayakan dengan meniup terompet, pesta kembang api, bersulang dengan minuman keras, bercampur dengan orang yang bukan mahram dan hal-hal negatif lainnya.

Di mana hal-hal tersebut merupakan kegiatan yang dilarang oleh syariat, karena telah menyia-nyiakan waktu juga menyia-nyiakan harta karena ditasharufkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Ketika kita sudah mengetahui banyaknya madharat memperingati pergantian tahun masehi ini, maka renungkan tentang salah satu hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut, agar kita dapat tersadarkan tentang hal-hal yang pasti terjadi di akhirat nanti.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara. Tentang umurnya untuk apa ia habiskan. Masa mudanya untuk apa ia gunakan. Hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan. Serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR Tirmidzi)

Dalam merayakan tahun baru Islam, Anda bisa membaca artikel kami tentang Hukum dan Cara Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam.

[1] Ibnu Bathol, Syarh Al-Bukhori li Ibn Bathol, (CD: Maktabah Syamilah), III/278.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.