Lebih Khusyuk Shalat Sendiri Daripada Berjamaah

Lebih Khusyuk Shalat Sendiri

Sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dan khusyuk untuk melaksanakan shalat sendiri di rumah dengan kondisi sepi jauh dari keramaian daripada salat berjamaah di masjid yang tak lepas dari hiruk pikuk atau bahkan teriakan anak kecil dan tangisannya.

Yang pasti hal demikian menimbulkan kebimbangan, shalat yang dilakukan dengan berjamaah sudah barang tentu kita ketahui memiliki banyak pahala dan keutamaan. Belum lagi hal lain seperti itikaf, bertemu dan silaturrahim dengan dengan saudara sesama muslim, berbuat baik kepada mereka dan sebagainya.

Lalu, manakah yang lebih utama antara semua kebaikan dan pahala yang kita dapat dengan shalat berjamaah dibanding dengan shalat sendiri di rumah namun dengan kondisi tenang dan khusyuk?

Dalam kitab Asnal Mathálib, Syekh Zakariya al-Anshari menyampaikan perkhilafan yang terjadi antar ulama menyikapi hal ini ;

وَأَفْتَى الْغَزَالِي بِأَنَّهُ إِذَا كَانَ لَوْ صَلَّى مُنْفَرِدًا خَشَعَ وَلَوْ صَلّى فِي جَمَاعَةٍ لَمْ يَخْشَعْ فَالْإِنْفِرَادُ أَفْضَلُ وَتَبِعَهُ ابْنُ عَبْدِ السَّلَامِ

Kurang lebih begini artinya : “Imam al-Ghazaliy berfatwa bahwa jika ada seseorang ketika shalat sendirian merasa lebih khusyuk, dan sebaliknya, tidak khusyuk tatkala berjamaah, maka salat sendiri lebih utama. Pendapat beliau ini juga didukung oleh Imam ibn Abdissalam.”

Namun, lebih lanjut beliau juga menyampaikan sanggahan Imam az-Zarkasyiy akan pendapat Imam al-Ghazaliy dan ibn Abdissalam di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.